Sabtu, 13 Feb 2016 14:16 WIB

ATM Bersama Pastikan Keamanan Jaringannya

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kabar seputar ada tangan usil hacker yang bermain di balik pemanfaatan ATM yang digunakan lebih dari satu bank, membuat pengelola brand layanan ATM Bersama di Indonesia buka suara.

Zul Irfan, VP Corporate Secretary PT Artajasa Pembayar Elektronis selaku pengelola dan pemilik brand layanan ATM Bersama di Indonesia memastikan bahwa ATM bersama yang disebut dalam laporan tersebut bukan secara spesifik menyebut ATM Bersama sebagai merek yang mereka kelola.

"Namun lebih kepada pemanfaatan mesin ATM yang bisa digunakan bank lain secara umum," tegasnya, dalam keterangan yamg diterima detikINET, Sabtu (13/2/2016).

Zul menambahkan, pihaknya terus memastikan keamanan bertransaksi di jaringan ATM yang dikelola oleh Artajasa, sesuai dengan prosedur yang ada, di sekitar 70 ribu terminal ATM yang terhubung dalam jaringan ATM Bersama.

"Kami dari Artajasa bersama-sama dengan seluruh Anggota ATM Bersama senantiasa memastikan keamanan bertransaksi di jaringan ATM Bersama dengan penerapan prosedur dan implementasi sistem keamanan yang tinggi," pungkasnya.

Sebelumnya, Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia Doni Koesmandarin menyatakan, perbankan merupakan sektor yang rentan terhadap ancaman hacker. Data terbaru Kaspersky menyebut hacker mulai memanfaatkan jaringan ATM untuk menguras uang dari bank yang diincarnya.

Masalah ini berasal dari sebuah malware bernama Carbanak, yang mampu memanipulasi sistem perbankan untuk meningkatkan saldo rekening milik nasabah tertentu secara sesaat.

Maksud sesaat adalah, saldo akan bertambah di periode waktu tertentu. Di saat itulah nasabah yang adalah hacker itu sendiri akan menguras uang dari bank melalui ATM. Setelah saldo yang meningkat tadi diambil, saldo akan kembali ke nilai semula.

Biasanya waktu yang dipilih hacker untuk melakukan penarikan tersebut dilakukan menjelang tengah malam hingga dini hari. Karena di waktu tersebut sistem perbankan sedang melakukan kalkulasi transaksi harian, yang mana merupakan saat-saat paling rentan bagi sistem bank. (asj/asj)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed