Sabtu, 02 Feb 2013 09:56 WIB

'Cyber Paspampres': Situs SBY Bukan Dihack!

- detikInet
I Made Wiryana (rns/ Inet) I Made Wiryana (rns/ Inet)
Jakarta - Berita tentang penjaga warnet asal Jember yang ditangkap pihak kepolisian sempat membuat geger publik sepekan terakhir ini. Dia dianggap bertanggungjawab atas berubahnya tampilan muka situs Presiden SBY.

Namun menurut penjelasan tim pengaman situs kepresidenan, berubahnya interface www.presidensby.info bukan karena dihack atau diretas seperti yang ramai diberitakan seluruh media.

Bagaimana kejadian sebenarnya menurut versi tim pengaman situs kepresidenan? Langsung simak saja penuturan I Made Wiryana, salah satu 'cyber Paspampres' yang turut mengawal keamanan situs SBY tersebut.

Berikut petikan wawancara detikINET dengan pria yang akrab disapa Bli Made ini:

detikINET:

Soal situs Presiden SBY yang ramai diberitakan dihack oleh seorang penjaga warnet asal Jember bernama Wildan, Anda sebagai cyber paspampres, cerita teknisnya seperti apa?

Bli Made:
Pertama, sebenarnya tidak terjadi hacking atau defacement di situs presiden. Karena pada saat itu kalau user akses via www.presidenri.go.id tidak mengalami masalah.

Sedangkan kalau akses via www.presidensby.info melalui beberapa provider maka domain akan di-redirect ke IP (internet protocol) lain. Jadi tidak benar telah terjadi defacement pada situs Presiden.

detikINET:

Situs presiden itu sebenarnya yang beralamat di www.presidensby.info atau www.presidenri.go.id?

Bli Made:

Sejak 2007, domain resmi adalah https://www.presidenri.go.id

detikINET

Jadi yang orang katakan di-deface itu sebenarnya bukan situs Presiden?

Bli Made

Begini analoginya. Ibaratkan saja, istana itu 'situs presiden'. Dan papan penunjuk jalan menuju istana itu adalah 'domain'. Nah, papan penunjuk itu bisa ada di mana-mana. Misalnya di Ancol, Sudirman dan sebagainya.

Kemarin itu yang terjadi, salah satu papan penunjuk dibelokkan bukan ke istana aslinya. Si pelaku berhasil mengubah informasi NS (Name Server) yang berada di perusahaan pengelola domain. Bukan di server Presiden dan bukan NS server presiden.

Juga bukan dideface sih istilahnya. Tapi dia mengganti info domain. Sehingga NS-nya bukan ke yang aslinya.

detikINET:

Orang awam mungkin tidak bisa membedakan situs dihack, dideface atau diganti info domainnya. Kalau dihack itu seperti apa?

Bli Made:

Kalau yang namanya defacement itu si pelaku memang masuk dan mengubah data di servernya. Dan kalau itu terjadi, pada saat itu di www.presidenri.go.id ya tampil yang defacement. Jadi yang diubah itu info domain dari www.presidensby.info.

Dihack itu seperti kasus KPU beberapa waktu lalu. Jelas beda dengan kasus ini. Kalau orang pada saat itu akses lewat domain resmi ya dia tidak melihat halaman yang beda.

detikINET:

Situs yang beralamat di www.presidensby.info punya Presiden juga?

Bli Made:

Domainnya dipegang saja supaya tidak diambil orang. Ketika awal pembuatan sebelum ada yang go.id kan itu yang dipakai.


detikINET:

Sebenarnya situs-situs pemerintahan sendiri tingkat keamanannya seperti apa? Setelah penangkapan Wildan, sekelompok hacker yang mengaku Anonymous mengklaim telah berhasil meng-hack situs-situs pemerintah.

Bli Made:

Beragam untuk situs pemerintah. Ada yang aman ada yang ndak jelas.


detikINET:

Secara umum, menanggapi kritikan bahwa situs-situs pemerintah rentan dibobol?

Bli Made:

Saya ndak bisa jawab karena saya cuma mengurus tiga situs pemerintah. Situs Presiden, Wapres dan Kemenpora. Yang berhak menjawab Kementerian Kominfo. Mereka punya survei ke badan pemerintah yang bersangkutan.
(rou/tyo)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed