BERITA TERBARU
Selasa, 16 Jan 2018 17:28 WIB

Proyek Ambisius Mengabadikan Lubang Hitam di Luar Angkasa

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Lubang hitam raksasa (Foto: NASA) Foto: Lubang hitam raksasa (Foto: NASA)
Jakarta - Sebuah proyek ambisius hasil kerja sama badan antariksa dan berbagai universitas internasional berusia lebih dari satu dekade, siap memunculkan gambar black hole atau lubang hitam untuk pertama kalinya.

Lubang hitam adalah sebuah titik di luar angkasa dengan gaya gravitasi yang sangat besar, bahkan cahaya tidak dapat lolos saat berada di sekitarnya.

Sejak pertama kali muncul dalam teori relativitas ciptaan Albert Einstein, belum ada seorang pun yang dapat membuktikan kebenaran dari prediksi ilmuwan tersebut mengenai lubang hitam.

Maka dari itu, sebuah proyek bernama Event Horizon Telescope (EHT) pun dibesut sejumlah badan antariksa dan perguruan tinggi di beberapa negara untuk menyingkap tabir tersebut.

Beberapa anggota yang tergabung di dalamnya antara lain University of Arizona, European Southern Observatory, dan National Astronomical Observatory of Japan.

Direktur EHT Sheperd Doeleman mengatakan, ada dua hal penting dalam mewujudkan gambar lubang hitam yang pertama dalam sejarah.

"Pertama, dibutuhkan kemampuan pembesaran gambar yang sangat tinggi, yang memungkinkan untuk melihat lekukan pada sebuah bola golf di Los Angeles saat berada di New York (keduanya berjarak 4.469 km)," ujarnya, seperti detikINET kutip dari Futurism, Selasa (16/1/2018).

"Kedua, dibutuhkan sebuah cara untuk menembus gas di Galaksi Bima Sakti serta gas panas yang mengitari lubang hitam itu sendiri. Untuk memungkinkan hal tersebut, dibutuhkan sebuah teleskop yang mungkin sebesar Bumi," lanjutnya.

Terkait aspek yang disebutkan terakhir, tim EHT pun menggunakan jaringan dari radio yang tersebar di planet ini sehingga membuat sebuah teleskop 'seukuran Bumi'.

Kemudian, mereka melakukan sinkronisasi sehingga dapat terprogram untuk mengobservasi sebuah titik di antariksa secara real-time. Lalu, mereka akan merekam gelombang radio yang terdeteksi di dalam harddisk.

Teleskop itu sendiri sudah diuji pada April 2017. Selama lima malam, EHT mengamati Sagitarius A* (Sgr A*), sebuah titik di tengah Galaksi Bima Sakti yang dipercaya oleh para peneliti menjadi lokasi dari lubang hitam.

Mereka pun mengaku sudah memiliki data-data yang dibutuhkan, pertama kali direkam pada 2006, untuk memulai analisis dalam menghasilkan gambar perdana dari lubang hitam sepanjang sejarah kurang dari 12 bulan. (rns/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed