Rabu, 01 Feb 2017 12:26 WIB

Review Produk

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba Bisa

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati
Jakarta - Konsumen ponsel lama-lama tentu akan bosan dan tak penasaran dengan ponsel yang akan dirilis jika perbaikannya 'hanya' lebih kencang, baterai lebih awet, atau pun kamera lebih bagus.

Namun bagaimana jika ada ponsel dengan bodi tipis (5,19mm) namun bisa disulap menjadi proyektor, kamera dengan lensa sapu jagat, atau bahkan speaker bersuara merdu?

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Itulah yang bisa dilakukan oleh Moto Z, dengan bermacam aksesori MotoMods-nya. Bermacam aksesori itu dipasang ke ponsel dengan menempelkannya ke belakang ponsel menggunakan magnet, yang membuatnya menjadi sebuah ponsel modular.

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Namun di luar MotoMod, Moto Z adalah ponsel flagship Moto, dengan prosesor kencang, dan berbagai keunggulan layaknya ponsel jagoan lainnya, dan tersimpan dalam bodi yang sangat tipis. Bagaimana performanya?

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Desain

Moto Z punya bodi sangat tipis, ketebalannya 5,19 mm, hanya sedikit lebih tebal dari port USB-C yang ada pada bagian bawah. Saking tipisnya, port audio 3,5mm sampai tak bisa dihadirkan di ponsel ini (converter USB-C to audio disediakan dalam paket penjualan).

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Pada bagian belakangnya ada sedikit tonjolan tempat tersimpan kamera, dan pada bagian bawah ada beberapa pin tempat tersambungnya aksesori MotoMod. Tombol volume dan power ada di kanan atas ponsel. Tombol ini, meski bentuknya sama, ada tekstur kasar pada tombol power untuk membedakannya dengan tombol volume.

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Di bawah layar ada sensor sidik jari yang sekilas bentuknya seperti tombol home, namun bukan. Beberapa kali detikINET tak sengaja berusaha memencet tombol ini meski sebenarnya tak ada tombol fisik di sini, selain sensor sidik jari. Di samping sensor ini ada dua bulatan lain, yang sepertinya adalah sensor proximity untuk mendukung fitur Moto Display.

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Software

Dari sisi perangkat lunak, seperti lini ponsel Moto lain, Moto Z menjalankan OS Android yang nyaris polos layaknya perangkat Nexus -- kini Pixel --. OS-nya adalah Android 6.0.1 Marshmallow, yang artinya dilengkapi dengan Now on Tap dan fitur penghemat baterai bernama Doze.

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Karena menjalankan Android polosan, performa Moto Z pun sangat mulus layaknya perangkat Nexus. Perpindahan antar menu sangat lancar dan tak ada lag. Fitur Doze pun berhasil mengirit baterai ponsel saat tidak digunakan.

Meski nyaris polos, Moto juga membenamkan sejumlah fitur tambahan seperti menggoyang ponsel dengan memutar pergelangan tangan untuk membuka kamera, juga melambaikan tangan di atas layar untuk melihat notifikasi yang belum dibuka.

Spesifikasi

Soal spesifikasi, tak ada hal mencolok dari Moto Z jika dibandingkan dengan ponsel flagship dengan pabrikan lain. Prosesornya Snapdragon 820, GPU Adreno 530, RAM 4 GB, dan storage 64 GB yang bisa diekspansi dengan kartu microSD.

Spek seperti itu jika dikombinasikan dengan Android yang polosan menghasilkan performa yang sangat menyenangkan, karena tak ada modifikasi dan tambahan aplikasi yang tak perlu. Perpindahan antar menu sangat lancar, juga saat berpindah antara satu aplikasi ke aplikasi lainnya.

Kamera

Kamera utama Moto Z punya resolusi 13 megapixel dengan lensa berbukaan f/1.8, dipadukan dengan pixel berukuran 1,12um, optical image stabilization (OIS) dan autofokus laser. Sementara kamera depannya 5 megapixel dengan bukaan f/2.2, yang dilengkapi flash LED untuk menerangi wajah saat selfie.

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Perfoma kamera ini sangat baik saat digunakan di siang hari atau kondisi terang. Shutter lag -- jeda antara pengambilan satu foto dan foto selanjutnya -- bisa dibilang tak ada. OIS-nya juga cukup membantu pemotretan di cahaya yang agak redup, dan hasilnya pun cukup baik.

Software kamera yang ada di Moto Z punya sejumlah fitur, seperti mode manual di mana penggunanya bisa mengatur ISO, white balance dan bermacam pengaturan manual lainnya layaknya kamera sungguhan.

Lalu ada juga mode pemotretan panorama, video, dan slow motion. Resolusi maksimal saat merekam video adalah 4K dengan frame rate 30fps, sementara pilihan frame rate di 1080p adalah 30fps dan 60fps. Pada mode slow motion, Moto Z bisa merekam video sampai dengan 120fps, namun dengan resolusi maksimal 720p.

Baterai

2.600 mAh memang terbilang kecil untuk baterai ponsel flagship masa kini. Namun dalam pengujian detikINET, Moto Z bisa bertahan dari pukul 09.00 hingga 18.00 tanpa perlu pengisian baterai, dengan penggunaan normal.

Pengisian ulang baterai sebaiknya dilakukan menggunakan charger bawaan, karena dilengkapi dengan teknologi TurboCharger. Dari keadaan kosong, charger ini bisa mengisi baterai sebanyak 25% dalam waktu 15 menit, dan 70-80 menit untuk mencapai penuh.

Sayangnya Moto Z tak mendukung pengisian baterai dengan teknologi Quick Charge milik Qualcomm, yang saat ini sudah mulai populer dengan charger buatan pihak ketiga yang mendukung teknologi ini. Jadi pengisian baterai secara cepat hanya bisa dilakukan menggunakan charger bawaan.

MotoMods

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: Anggoro Suryo Jati/detikINET

Saat ini ada beberapa aksesori yang yang tersedia untuk MotoMods. Antara lain adalah Insta-Share yang merupakan proyektor mini, dan bisa menampilkan gambar berukuran maksimal 70 inch.

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: AN Uyung Pramudiarja/detikINET

Proyektor ini akan menampilkan gambar apapun yang ada di layar ponsel. Jadi ketika pengguna menonton video di YouTube, proyektor ini akan menembakkan gambar serupa dengan yang ada di layar.

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET/AN Uyung Pramudiarja

Resolusi maksimalnya adalah 480p, dengan tingkat kecerahan 50 lumens. Artinya proyektor ini memerlukan ruangan yang gelap agar gambarnya bisa terlihat dengan jelas.

Pada bagian bawah proyektor ini ada semacam kaki agar bisa berdiri dan menampilkan gambar dengan sudut yang pas. Gambar yang ditampilkan pun tak akan berbentuk trapesium saat sudutnya diganti, karena sudah dilengkapi pengaturan keystone otomatis.

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET/AN Uyung Pramudiarja

Meski sudah dilengkapi baterai sendiri, proyektor ini dalam pengujian bisa bertahan digunakan dengan durasi sekitar 1,5 jam, sebelum baterai internal proyektor dan baterai ponsel habis. Saat dipakai lama, kipas yang ada terdengar cukup mengganggu, meski keberadaannya sangat penting sebagai pendingin. Hal ini terjadi karena proyektor memang lazimnya menimbulkan panas yang lumayan.

Selain itu ada juga Hasselblad True Zoom, yang merupakan aksesori kamera dengan zoom optik 10x. Kamera ini berdiri sendiri karena dilengkapi dengan sensornya sendiri, jadi bukan lensa tambahan yang dipasangkan ke kamera bawaan Moto Z.

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Untuk pencinta musik, ada juga speaker SoundBoost buatan JBL, yang bisa menghasilkan suara yang jauh lebih keras ketimbang speaker internal Moto Z. Aksesori ini dilengkapi dengan baterai 1000 mAh yang diklaim bisa bertahan selama 10 jam penggunaan.

Jika membutuhkan sekadar baterai tambahan, ada Mods baterai dengan kapasitas 2.200 mAh, yang juga menambah ketebalan ponsel beberapa milimeter. Lalu ada juga cover belakang dengan tekstur seperti kayu, dengan dua pilihan warna, terang dan gelap.

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Kesimpulan

Dibandingkan smartphone flagship lain yang sudah beredar di pasaran, Moto Z agak kurang menonjol. Fitur-fitur yang ada di dalamnya kurang mencolok, meski sebenarnya meningkatkan pengalaman pengguna.

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Misalnya saja layar Moto Display, yang dengan bantuan dua sensor di bawah layar bisa mempermudah mengecek notifikasi pada ponsel. Selain itu ponsel juga akan otomatis mematikan layarnya saat ditaruh ke meja, karena sensornya sudah tak mendeteksi keberadaan tangan penggunanya.

Untungnya ada MotoMods, yang membuat ponsel ini punya sesuatu yang berbeda. Bayangkan, sebuah ponsel yang bisa disulap menjadi proyektor, atau speaker untuk memutar musik, dan mempunyai kamera dengan zoom optik sebanyak 10x, namun tetap mempunyai bodi yang tipis.

Moto Z, Ponsel Modular yang Serba BisaFoto: detikINET/Anggoro Suryo Jati

Semoga saja Moto terus menambah pilihan MotoMods di masa yang akan datang, sehingga pilihan aksesoris ponsel ini terus bertambah. Sebagai contoh, digital to analog converter (DAC) tambahan untuk pengguna yang suka mendengarkan musik, terutama karena ponsel ini tak dilengkapi dengan port audio 3,5mm. (asj/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed