BERITA TERBARU
Jumat, 22 Apr 2016 08:40 WIB

Review Produk

Oppo F1 Plus: Saatnya Selfie dengan Resolusi Tinggi

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: detikINET/Agung Pambudhy Foto: detikINET/Agung Pambudhy
Jakarta - Ponsel dengan spesifikasi tinggi, desain mewah dengan harga relatif murah kini banyak bertebaran di pasaran. Hal ini membuat pabrikan ponsel harus bekerja ekstra keras mencari faktor pembeda, agar produknya tetap dilirik konsumen.

Bagi Oppo, selfie adalah faktor pembeda itu. Setidaknya di ponsel seri F1 Plus. Tak salah memang, tagline 'Selfie Expert' yang mereka sematkan diikuti dengan spek kamera depan yang di atas kertas lebih tinggi ketimbang kamera belakang.

Kamera depan Hi-Light di F1 Plus punya resolusi 16 megapixel dan lensa berbukaan f/2,0. Sementara kamera belakangnya punya resolusi 13 megapixel, bukaan f/2,2 dan sistem autofokus Phase Detection Auto Focus (PDAF). Kedua kamera ini juga dilengkapi fitur-fitur pendukung seperti screen flash, Beautify 4.0 dan Selfie Panorama.

Namun di luar keunggulannya dari segi kamera, seperti apa performa ponsel dengan harga Rp 5 jutaan ini?

1. Desain

Dengan mengesampingkan sejumlah kemiripan F1 Plus dengan ponsel flagship merek lainnya, ponsel ini sebenarnya punya desain mewah dan nyaman digenggam meski layarnya terbilang besar -- 5,5 inch.

Ini bisa dicapai karena bezel F1 Plus sangat tipis, dengan ketebalan bodi hanya 6,6 mm dan bobot 145 gram. Bodinya itu terbuat dari metal berwarna gold dan rose gold -- banyak yang menyebutnya sebagai pink, dengan layar berlapis Gorilla Glass 4.

Tombol home yang menyatu dengan sensor sidik jari.
Di bawah layarnya terdapat tombol home yang menyatu dengan sensor sidik jari. Dari sejumlah sensor sidik jari di ponsel yang pernah dicoba oleh detikINET -- flagship maupun kelas menengah -- sensor F1 Plus ini adalah salah satu yang paling gegas dalam mengenali sidik jari.

Bagian bawah ponsel diisi oleh tiga hal, grill speaker, port micro USB, dan port audio 3,5 mm. Tombol tombol volume ada di bagian kiri ponsel, sementara tombol power ada di bagian kanan, menemani slot nano SIM card dan slot microSD yang ada di atasnya.

Slot SIM card yang menyatu dengan microSD.
Desain ini sedikit berbeda dengan Oppo F1, di mana port audio diletakan di atas, meninggalkan port microUSB sendirian di bawah.

Bahan metal yang dipakai oleh Oppo di F1 Plus ini tak licin di tangan seperti ponsel lain yang berbahan metal. Jika takut bodi mulusnya tergores, Oppo juga menyertakan soft cover berbahan silikon di paket penjualannya.

2. Spesifikasi

Prosesor yang dibenamkan di bodi F1 Plus bukan tergolong otak paling kencang, yaitu MediaTek Helio P10 (MT6755) octa core dengan kecepatan 2 GHz. Namun dikombinasikan dengan RAM 4 GB dan storage 64 GB, F1 Plus sangat nyaman digunakan. Proses multitasking pun bisa berjalan dengan sangat mulus.

Bermain game berat bukan masalah bagi ponsel ini, selain spesifikasinya mumpuni, layarnya yang besar dengan jenis panel AMOLED bisa menampilkan grafis yang menyenangkan untuk dilihat.

Bodi metalnya akan terasa sedikit hangat ketika F1 Plus diajak bekerja keras, seperti memainkan game dengan grafis berat. Namun tak sepanas ponsel berbodi metal pada umumnya.

Speknya yang tak terlalu tinggi ini juga berhubungan dengan konsumsi daya baterai. Kapasitas 2.850 mAh sebenarnya tak bisa dibilang besar untuk ponsel sepantarannya, namun cukup untuk menghidupi F1 Plus dipakai secara aktif seharian. Jika pun masih tak cukup, ada fitur charge cepat ala Oppo yang bernama VOOC, yang bisa mengisi baterai dari kosong sampai 50% dalam waktu 35 menit saja.

Sayangnya, untuk ponsel keluaran 2016, OS-nya terbilang ketinggalan zaman. Color OS 3.0 dibuat dengan basis Android 5.1 Lollipop. Padahal kini Google sudah siap-siap menelurkan Android N, yang saat ini versi developer previewnya sudah beredar.

3. Layar

Layar F1 Plus berukuran 5,5 inch berjenis panel AMOLED dengan resolusi 1080p, yang dilapisi Gorilla Glass 4. Resolusi ini terbilang biasa saja sebenarnya jika dibandingkan dengan sejumlah ponsel flagship keluaran 2016, namun sebenarnya kepadatan pixel 400 ppi sudah jauh lebih cukup.

Bezel sampingnya yang cuma setebal 1,66 mm membuat F1 Plus seperti layar edge to edge, alias tak berbatas. Ini juga mengapa ponsel ini tetap nyaman digenggam meski layarnya yang terbilang besar.

Oppo membenamkan sebuah fitur anyar di Color OS 3.0 yang dipakai di F1 Plus, yaitu fitur pelindung mata. Pabrikan asal China itu menyebut kalau menurut penelitian, gelombang pendek cahaya berwarna biru membuat warna tak cepat lelah. Itulah mengapa ketika fitur pelindung mata ini diaktifkan, layarnya menjadi sedikit kebiruan.

Salah satu kelemahan yang dirasakan detikINET di layar ini cenderung redup. Seringkali kami harus memasang slider tingkat kecerahan mentok ke kanan agar layarnya nyaman dilihat.

3. Kamera

Tampilan saat Expert Mode diaktifkan.
Kamera belakang F1 Plus identik dengan kamera belakang F1, yaitu 13 megapixel, PDAF, dengan bukaan lensa f/2,2. Dengan kondisi terang ini bisa menghasilkan gambar yang tajam dengan detail yang tinggi.
Namun ketika cahaya mulai meredup, seperti layaknya kamera ponsel lain, akan muncul noise pada gambar, sekalipun lensanya punya bukaan diafragma cukup besar, yaitu f/2,2. Ketika dipakai untuk memotret obyek berukuran kecil, autofokus kamera belakang ini terkadang 'lari-lari' alias sulit mengunci.
Ada juga Expert Mode, di mana akan muncul sejumlah pengaturan tambahan. Yaitu White Balance, Exposure (compensation), ISO, Shutter Speed, Focus, dan menyimpan dalam format RAW (filenya berformat DNG yang bisa diedit memakai berbagai aplikasi, seperti Snapseed.

Untuk kamera depannya, di sinilah tagline 'Selfie Expert' dipertaruhkan. Untungnya hasil jepretan kamera depan F1 Plus memang di atas rata-rata. Dalam keadaan cahaya yang redup, kamera depannya bisa mempertahankan kualitas gambar dengan noise yang sangat minimal.
Contoh selfie mode Beautify belum diaktifkan dan sudah diaktifkan.
Kamera depannya pun akan bisa membuat orang menjadi kaget, karena wajah akan menjadi sangat mulus dan cerah saat dipotret menggunakan kamera depannya. Bahkan saat fitur Beautify belum diaktifkan. Meski detikINET tak melihat adanya urgensi untuk meningkatkan resolusinya sampai 16 megapixel.

Fitur Beautify 4.0 pun tetap dihadirkan untuk 'mendandani' wajah, yang dilengkapi slider untuk mengatur seberapa jauh kemulusan wajah yang diinginkan.

4. Opini detikINET
Oppo F1 Plus terbukti tak sekadar jagoan selfie, karena punya spek yang cukup mumpuni untuk game-game berat, dilengkapi dengan layar yang bisa menampilkan warna-warna memukau. Sensor sidik jarinya pun sangat gegas, bahkan lebih kencang dari beberapa sensor yang dipakai di beberapa ponsel lain dengan banderol lebih mahal.

Performa ponsel ini dalam penggunaan sehari-hari membuat detikINET merasa tak perlu menampilkan hasil benchmark dari beberapa aplikasi penguji sintetis seperti AnTuTu. Karena apalah arti dari angka-angka itu jika ponsel tak nyaman saat dipakai sehari-hari.

Performanya pun terbantu dari RAM-nya yang ekstra besar, yaitu 4 GB. Membuat perpindahan antar aplikasi ketika ber-multi tasking terasa sangat nyaman. Storage yang besar (64 GB) dan masih bisa ditambah dengan kartu microSD.

Kelemahan utama F1 Plus bisa jadi dari sisi harga, yang terbilang agak tinggi, yaitu Rp 5 jutaan. Tak mahal jika dibandingkan ponsel flagship dari pabrikan-pabrikan seperti Samsung memang. Namun jika dibandingkan dengan Xiaomi, harga ini setara dengan Mi 5 -- meski tak dijual resmi di Indonesia -- yang mempunyai spek jauh lebih tinggi, salah satunya prosesor Snapdragon 820. Tapi kembali lagi, jika orientasinya adalah ponsel selfie maka Oppo F1 Plus bisa dijadikan pilihan Anda. (asj/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed