http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

 
 

'Kami Ingin Ikut Sukseskan Seribu Teknopreneur Jokowi'

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Sabtu, 27/02/2016 18:18 WIB
Kami Ingin Ikut Sukseskan Seribu Teknopreneur Jokowi Foto: detikINET/Infografis
Jakarta - Sejumlah programmer asli Indonesia, yang saat ini tengah merilis aplikasi live video streaming, punya mimpi bisa ikut menyukseskan program seribu teknopreneur yang tengah digalang Presiden Joko Widodo bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Para pengembang lokal ini tergabung di bawah naungan PT OnAirNow Interactive System yang merupakan bagian dari Adamobile Group, perusahaan venture builder swasta nasional.

"Saya percaya masyarakat Indonesia memiliki berbagai macam bakat dan kreativitas yang tinggi. Kami berharap dapat berpartisipasi untuk mendukung program Presiden Jokowi untuk menciptakan 1.000 teknopreneur," kata Adam Suherman, pendiri sekaligus CEO Adamobile dan OnAirNow, Sabtu (27/2/2016).

Adam dkk coba berkontribusi dengan membuat aplikasi live video streaming yang memungkinan semua orang dapat mengunggah video dan berinteraksi secara langsung dengan para penontonnya di seluruh dunia melalui fitur chatting.

Aplikasi yang diberi nama OnAirNow itu sudah bisa didownload di Google Play Store untuk smartphone dengan sistem operasi Android, dan dalam waktu dekat juga akan tersedia dalam versi iOS di App Store.

Menurut Adam, aplikasi ini dapat memfasilitasi masyarakat Indonesia untuk berbagi pengetahuan, bakat dan kreativitas mereka, termasuk di dalamnya pemberdayaan dan pemasaran produk bagi usaha kecil menengah (UKM) serta industri kreatif di Tanah Air.

Adam pun mengakui, aplikasi sejenis ini sudah ada di beberapa negara, namun untuk di Indonesia baru dikembangkan oleh OnAirNow. "Aplikasi ini menjawab kekurangan ketersediaan media penyiaran yang murah. Penyiaran dengan jam tertentu televisi masih sangat mahal," katanya.

Oleh karena itu, tegasnya, pihaknya hadir memberikan media penyiaran gratis yang dapat dimanfaatkan siapa pun juga. "Monyet pun, asalkan bisa menggunakan telepon pintar, juga bisa siaran langsung melalui aplikasi ini," katanya berseloroh.

Selain itu, pejabat publik, pemerintahan dan lain sebagainya juga menggunakan fasilitas aplikasi ini untuk kepentingan sosialisasi, kampanye publik dan lainnya. "Intinya, semuanya bisa menjadi terkenal dan bisa membantu sesama," katanya.

Namun, Adam menggarisbawahi bahwa meski pemilik akun bisa siapa saja dan bisa siaran langsung apa pun, tetapi tanggung jawab materi ada pada pemilik akun dan penyedia aplikasi hanya mengawasi agar semua konten siaran tidak melanggar ketentuan norma dan hukum yang berlaku.

"Kami punya mekanisme filter otomatis hingga hukuman penutupan akun, jika sejumlah ketentuan dilanggar. Jadi jangan harap yang berbau pornografi bisa lolos," kata Adam.

Tidak hanya itu, tambahnya, pemilik akun yang kreatif, bahkan berkesempatan memperoleh pendapatan melalui fitur virtual gift, channel berbayar maupun iklan yang ditayangkan di akun mereka.

"Di luar negeri, orang-orang kreatif dapat memiliki penghasilan ratusan juta karena akunnya, melalui aplikasi semacam ini, dan banyak dibanjiri peminat," pungkasnya.

(rou/rou)


Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close