http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

 
 

Forbes 30 Under 30 Asia

Cerita Pendiri Startup Xendit yang Dikira Orang Indonesia

Ardhi Suryadhi - detikinet
Jumat, 26/02/2016 17:01 WIB
Cerita Pendiri Startup Xendit yang Dikira Orang Indonesia Foto: Istimewa
Jakarta - Forbes baru saja merilis daftar anak muda Asia dengan potensi menjanjikan di berbagai kategori. Belasan nama anak muda Indonesia pun terangkat. Namun ada satu orang yang salah tebak.

Adalah Moses Lo, pendiri dan CEO Xendit yang ditulis oleh Forbes sebagai orang Indonesia. Nama Moses sendiri masuk dalam kategori Finance & Venture Capital 'Forbes 30 Under 30 Asia'.

Padahal kewarganegaraan Moses bukanlah Indonesia. "Keluarga ibu saya berasal dari Indonesia. Tapi kewarganegaraan saya bukan Indonesia," terang Moses saat berbincang dengan detikINET, Jumat (26/2/2016).

Moses lantas bercerita jika dirinya kerap tinggal di berbagai negara. Bahkan ada pula yang menilainya sebagai orang Amerika, tapi itu pun salah.

"Saya menempuh pendidikan di Amerika, mungkin karena itu mereka menilai saya orang Amerika. Tapi sebenarnya saya berkewarganegaraan Australia," jelasnya.

Xendit sendiri adalah layanan mobile payment peer to peer yang memfokuskan bisnisnya di kawasan Asia Tenggara. Lantaran layanan Xendit juga beroperasi di Indonesia, Moses pun tak segan menyebut jika mereka adalah startup lokal.

"Kami adalah startup lokal, dan kami adalah startup Indonesia pertama yang masuk ke dalam YCombinator. Termasuk mendapatkan funding dari Amerika, dimana hal ini masih jarang bagi startup lokal," lanjutnya.

"Jadi ya begitulah. Saya warga negara Australia, tapi Xendit merupakan startup Indonesia. Ya, itu mungkin sebabnya Forbes menyebut saya sebagai orang Indonesia," Moses menandaskan.

Daftar Forbes 30 Under 30 Asia sendiri mencakup kategori Entertainment & Sports, The Arts, Media, Marketing & Advertising, Retail & Ecommerce, Finance & Venture Capital, Enterprise Tech, Consumer Tech, Social Entrepreneurs, Manufacturing & Energy serta yang terakhir Healtcare & Science.

Berikut 16 anak muda asal Indonesia yang masuk 30 Under 30 Asia susunan Forbes:

Entertainment & Sports
1. Joey Alexander Sila, 12 - Musisi

Arts
2. Peggy Hartanto, 27 - Desainer
3. Helga Angelina Tjahjadi, 25 - Pendiri Burgreens

Retail & e-Commerce
4. Carline Darjanto, 28 - Entrepreneur
5. Merrie Elizabeth, 28 - CEO & Creative Director BloBar Salon
6. Yasa Paramita Singgih, 20 - Pendiri & President Men's Republic
7. Ferry Unardi, 28 - Pendiri & CEO Traveloka

Finance & Venture Capital
8. Abraham Viktor, 23 - Pendiri & CEO Taralite

Enterprise Tech
9. Abraham Ranardo, 25 - Pendiri Mailbird

Consumer Tech
10. Kevin Aluwi, 29 - Pendiri & Chief Financial Officer Gojek
11. Benny Fajarai, 25 - Pendiri Qlapa
12. Arief Widhiyasa, 28 - Pendiri Agate Studio

Social Entrepreneurs
13. Heni Sri Sundani Jaladara, 28 - Pendiri, Smart Farmer Kids In Action & AgroEdu Jampang Community
14. Muhammad Alfatih Timur, 24 - Pendiri & CEO KitaBisa

Healthcare & Science
15. Mesty Ariotedjo, 26 - Pendiri WeCare.id
16. Leonika Sari Njoto Boedioetomo, 22 - Pendiri & CEO Reblood (ash/fyk)


Baca Juga
Foto Video Terkait



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close