http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

 
 

Begini Cara Jokowi Rayu Diaspora Tinggalkan Silicon Valley

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 17/02/2016 19:19 WIB
Begini Cara Jokowi Rayu Diaspora Tinggalkan Silicon Valley Foto: Setpres
San Francisco - Presiden Joko Widodo merayu para diaspora Indonesia, khususnya yang berkecimpung di dunia teknologi dan lama menetap di Silicon Valley, Amerika Serikat, agar mau kembali ke Tanah Air, bikin startup, dan ikut bantu mengembangkan ekonomi digital.

Tak cuma sekadar merayu, pemerintah pun telah menyiapkan sesuatu untuk menyambut mereka. Salah satu iming-iming yang disiapkan adalah roadmap e-commerce hasil kolaborasi delapan kementerian.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang turut hadir dan bicara di hadapan sekitar 800 orang diaspora setelah paparan Jokowi, berharap bahwa roadmap e-commerce itu bisa membantu percepatan ekonomi digital Tanah Air. Dia juga berjanji menyiapkan perlindungan.

"Pak Presiden menekankan bagaimana potensi ekonomi digital bisa tergali dan tercapai dengan cepat, jadi harus ada percepatan. Makanya ada roadmap e-commerce yang sebentar lagi dituangkan dalam Peraturan Presiden," jelasnya kepada detikINET usai acara di Auditorium Palace of Fine Arts, San Francisco.


Melalui program roadmap e-commerce ini, pemerintah Indonesia menargetkan bisa menghasilkan industri perdagangan jual beli secara online dengan nilai bisnis USD 130 miliar di tahun 2020 mendatang.

Sebagai bagian dari visi itu, pemerintah juga berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem yang bisa menciptakan seribu teknopreneur atau wirausahawan digital dengan total valuasi USD 10 miliar.

"Bagi pelaku industri, kami juga menyiapkan platform dan e-commerce berupa safe harbor dan perlindungan operasional agar selalu continuity. Silakan email ke saya kalau ada pertanyaan, rudiantara@kominfo.go.id," paparnya lebih lanjut.


Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berpendapat mesti ada keberpihakan pada diaspora tersebut. Dia bahkan menjanjikan kemudahan dalam hal visa atau izin tinggal.

"Visa multiple akan di-extend sampai lima tahun dari yang sebelumnya setiap tahun. Ini keberpihakan pemerintah. Penanganan diaspora pun dibuat satu staf ahli yang khusus mengurus isu diaspora, dan ada minimal satu subdirektorat yang menangani isu diaspora," ujarnya.

Setelah bertemu dengan para diaspora, presiden dan rombongan akan mendatangi markas besar Facebook, Google, Twitter, dan inkubator Plug & Play. Selain itu, Jokowi juga akan makan siang bersama para diaspora IndoGooglers.

"Insya Allah besok ke Silicon Valley, chief. Rencananya bertemu dengan Facebook, Google, Twitter dan para inkubator. Saya akan sampaikan update e-commerce roadmap setelah October visit. Juga akan saya ajak mereka untuk berpartisipasi dalam program 1.000 teknopreneur dalam lima tahun," pungkas Rudiantara. (rou/rou)


Baca Juga
Foto Video Terkait



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close