http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Tandingan Balon Google Mulai Mengudara di Bandung

Avitia Nurmatari - detikinet
Sabtu, 13/02/2016 09:38 WIB
Tandingan Balon Google Mulai Mengudara di Bandung Foto: Istimewa
Jakarta - Balon WiFi Helion buatan Bandung diuji coba dengan diterbangkan di halaman Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB, Jalan Ganesha, Sabtu (13/2/2016).

Balon tersebut diterbangkan di ketinggian 70 meter sejak pukul 07.00 WIB. Uji coba tersebut untuk mencari data-data yang dibutuhkan untuk penyempurnaan balon Helion tersebut.

Sebelum mengudara di langit Bandung, tim melakukan tahapan persiapan terlebih dahulu. Tim menentukan lokasi di mana balon akan diterbangkan.

"Lalu balonnya kita isi dengan gas. Sudah terisi, kita stabilkan, kita tempelkan perangkatnya," ujar Hagorly Mohamad Hutasuhut, salah satu pendiri Startup Insitek yang membidani balon Helion ini kepada detikINET.

Setelah balon distabilkan, tim menempelkan perangkatnya. Kemudian menguatkan struktur perangkat dengan balon yang memiliki 3x3 meter tersebut. Strukturnya sendiri sekitar 1,5 meter dengan berat kurang dari 10 kilogram.

"Setelah siap, kita uji dulu di ground. Setelah dapat sinyal, baru naik ke atas," terang Hagorly.

Setelah sinyal cukup kuat, balon berwarna putih tersebut diterbangkan. detikINET mencoba koneksi WiFi gratis Helion di sekitar kampus ITB. Jaraknya sekitar 50 meter dari balon diterbangkan. Koneksinya cukup stabil dalam cuaca Bandung yang cukup mendung pagi ini.

"Secara teoritis, jangkauannya bisa sampai 1 kilometer. Tapi kita lakukan secara bertahap dulu, pertama 50 meter, 100 meter, kemudian 100 meter. Makanya hari ini kita mencari data sejauh mana jangkauan," jelasnya.

Hingga pukul 09.00 WIB, balon Helion tersebut masih diterbangkan. (avi/asj)


Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close