http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

Mau Dicaplok Perusahaan China, Ini Kata Opera

Anggoro Suryo Jati - detikinet
Kamis, 11/02/2016 18:40 WIB
Mau Dicaplok Perusahaan China, Ini Kata Opera Foto: Opera Software
Jakarta - Opera angkat bicara soal penawaran akuisisi oleh konsorsium perusahaan internet asal China. Menurut perusahaan pembuat browser itu, perjanjian akuisisi tersebut sampai saat ini belum mencapai kata sepakat.

Berdasarkan informasi yang dikutip detikINET dari blog resmi Opera, Kamis (10/2/2016), para investor Opera Software sampai saat ini belum memutuskan apakah mereka akan melepas sahamnya atau tidak.

Namun Opera tak memungkiri bahwa dengan akuisisi oleh konsorsium asal China itu akan meningkatkan jumlah penggunanya secara drastis. Bahkan dengan akuisisi tersebut Opera meyakini bahwa mereka akan menjelma menjadi raksasa perusahaan teknologi.

"Saat ini, Opera mempunyai lebih dari 350 juta pengguna, sementara teman kami di China mempunyai 500 juta. Jadi, itu akan mengkombinasikan kelompok pengguna sebanyak 800 juta orang," tulis Opera dalam blognya.

Opera juga memastikan, meski nanti menjadi perusahaan besar, orang-orang yang ada di balik Opera tetaplah sama. Akan ada tim yang mengembangkan browser mobile seperti Opera for Android, Opera Mini for Android, Opera Mini for iOS dan Opera Coast for iOS.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa konsorsium perusahaan internet asal China melakukan penawaran pada perusahaan Opera Software. Opera ditawar tunai senilai USD 1,23 miliar atau di kisaran Rp 16,4 triliun.

Konsorsium perusahaan peminat Opera itu berisikan sejumlah perusahaan seperti Qihoo 360 yang bergerak di bidang pencarian web serta sekuriti, serta Kunlun Tech yang merupakan dstributor game online dan mobile. Selain itu ada juga Juga Golden Brick Silk Road Equity Investment Fund dan afiliasinya, Yonglian Investment.

Konsorsium itu diduga ingin bergabung membeli Opera untuk menambah kekuatan dalam menyaingi Alibaba dan Tencent, yang belakangan mendominasi bisnis internet di China. Kabar akuisisi membuat saham Opera naik drastis sampai 41%.

Pihak Opera sudah sejak tahun lalu membuka diri terhadap tawaran pembelian dari perusahaan lain. Chairman Opera, Sverre Munck menyatakan menemukan mitra baru adalah krusial bagi mereka agar lebih kompetitif. (asj/rns)


Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close