http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Undang Pegiat Sosmed, Jokowi Ingin Tahu Suara Netizen

M Iqbal - detikinet
Selasa, 02/02/2016 16:00 WIB
Undang Pegiat Sosmed, Jokowi Ingin Tahu Suara Netizen Foto: Bagus/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo baru saja berbicang dengan para pegiat sosial media yang diundangnya ke Istana Negara. Jokowi rupanya ingin meminta masukan terkait aktivitas di sosial media, dan isu-isu terkini yang mencuat di sosmed.

"Ada pegiat sosmed, ada sutradara, orang periklanan, ada Toto Sugito. Ini adik saya nomor 3 karena akrab saat Pak Jokowi masih Gubernur DKI dan punya concern yang sama. Dia banyak kasih masukan melalui sosmed. Akun @kurawa tahu kan? Ini orangnya," ucap Addie MS usai pertemuan di Istana  Negara, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (2/1/2016).

Addie mengatakan, para aktivis di berbagai bidang itu diundang dalam jamuan makan siang oleh Presiden Jokowi. Addie sendiri mengaku sudah dua kali diundang Presiden. Tak ada bahasan yang terlalu serius, hanya meminta masukan soal-soal ringan.



"Kita kasih masukan, bukan puja-puji. Pak, ada masukan dari luar bapak begini. Misal, Pak Jokowi itu terlalu kaku di twitter. Pak, biar menarik anak muda bapak begini. Terus Pak Jokowi bilang, 'kalau aku kebanyakan ngtweet atau buka FB dianggap nggak kerja'. Ha.ha.." timpal rekan Addie, Ridwan Habib.

"Ya kayak-kayak gitu. Jadi menurut aku positif. Dalam arti bapak bukan dengar masukan dari orang sekelilingnya saja, tapi langsung dari masyarakat berbagai elemen. Tempo hari akademisi, dari macam-macam. Kita juga berkala datang," imbuh Addie MS bergantian bicara.

Addie mengungkap, Jokowi meski seorang Presiden, tapi sangat terbuka menerima masukan. Addie menyebut bisa memberikan masukan ke presiden tanpa 'tedeng aling-aling', sambil makan lauk di meja pertemuan. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam.

Sementara pemilik akun @kurawa yaitu Rudi Valinka, mengaku diundang Presiden melalui direct message di twitter oleh pihak Istana. Dia memberikan masukan terkait beberapa hal salah satunya proyek kereta cepat yang menuai pro kontra.

"Proyek integrasi LRT, MRT yang mengelilingi Jakarta akan dibuat penghubungnya kereta cepat ke Bandung. Di Bandung dibuat LRT Bandung Raya. Kalau berhasil tembus ke Surabaya. Jadi proyek kereta cepat bukan lagi sesuatu yang untung rugi, pemerintah harus berani," ucap Rudi.

"Intinya beliau bilang, saya ini dalam tanda petik orang bodoh. Jadi pertimbangan nggak terlalu banyak, jalan saja dulu. Ketika jalan kalau niat baik ada jalan keluarnya" imbuhnya. (bal/ash)


Baca Juga
Foto Video Terkait



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close