http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

 
 

Smartfren Rilis Ponsel dan Tablet Andromax Anyar

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 09/10/2013 17:35 WIB
Smartfren Rilis Ponsel dan Tablet Andromax Anyar Andromax T & Andromax Tab 8.0 (rou/inet)
Jakarta - Smartfren kembali meluncurkan bundling ponsel dan tablet terbaru berbasis Android dengan teknologi CDMA. Kali ini yang dihadirkan adalah varian terbaru untuk smartphone candybar tipis Andromax T dan tablet anyar Andromax Tab 8.0.

Dalam peluncurannya di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (9/10/2013), ponsel bundling hasil besutan Innos dari Hong Kong dan tablet keluaran Hisense dari China ini resmi dipasarkan di Indonesia lewat bundling kartu perdana Smartfren.

"Untuk tablet Andromax Tab 8.0 ini kami menyiapkan 100 ribu unit untuk pengiriman pertama. Sampai akhir tahun kami akan memasok 500 ribu unit untuk mengantisipasi tingginya permintaan," kata Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren Telecom

Sementara untuk smartphone Android Andromax T, hanya disiapkan 50 ribu unit pada tahap awal. Menurut Niels Uffie, Head of Data Product, Tablet, dan M2M Smartfren Telecom, pasokan ponsel ini baru akan ditambah begitu permintaan melebihi persediaan.

Smartphone Andromax T hadir dengan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean, dengan layar 4.3 inci berteknologi IPS one glass solution. Mengandalkan prosesor quad core berkecepatan 1.2GHz dan perangkat grafis GPU Adreno 203 yang memanjakan mata penggunanya.

Kemudian yang menjadi keunggulan lain dari Andromax T adalah desain yang stylish dan slim, karena memiliki ketebalan hanya 7,8mm. Andromax T juga dilengkapi dengan kamera utama 8MP yang memiliki kemampuan merekam gambar dan mengambil foto berkualitas high-definition serta kamera kedua 2MP di bagian depan untuk mendukung fitur video chat atau video call.

Selain itu, memori internalnya akan membantu pengguna dalam menyimpan banyak file data dan aplikasi, Andromax T memiliki slot memori internal sebesar 4GB serta slot memori eksternal yang mampu mengakomodir kebutuhan hingga kapasitas 32GB.

Sementara tablet Andromax Tab 8.0 sebuah tablet yang dirancang sebagai 'Smart Tablet Smart Connectivity' dilengkapi dengan OS Android 4.2 Jelly Bean, prosesor Dual Core 1.5 Ghz ARM Cortex-A9 dan teknologi grafis dari perangkat Dual Mali 400.

Tablet dengan layar 8 inci TFT LED ini dipersenjatai dengan kamera utama 5 MP yang memiliki fitur Auto-focus dan Flash serta kamera 2 MP di bagian depan. Niels mengatakan, fitur unggulan dari tablet ini adalah ketahanan waktu penggunaan.

"Andromax Tab 8.0 dilengkapi dengan baterai berkapasitas 5,000 mAH, jadi tidak perlu lagi bawa powerbank karena bisa dipakai seharian," katanya.

Tablet ini juga menggunakan adaptor kabel mini HDMI dan juga micro USB Port. Fitur menarik lainnya adalah wireless display ekstension. Dengan cara menghubungkan Wireless Display adapter ke HDMI-enabled TV, maka TV akan menampilkan gambarnya.

Streaming video, memainkan game, maupun menjalankan presentasi juga bisa berpindah ke layar yang lebih besar. Andromax Tab 8.0 juga memiliki fitur menelepon dan juga berkirim pesan singkat.

"Kedua produk ini menjadi produk yang spesial untuk kami. Pertama, Andromax T, merupakan sebuah smartphone yang stylish dengan ketebalan hanya 7.8mm namun dengan spesifikasi dan fitur yang lengkap," kata Djoko.

"Kemudian Andromax Tab 8.0 dengan fungsi multimedia khas tablet yang akan membantu pengguna mobile dalam mendukung rutinitas kerja, hiburan dan bermain game, semuanya dapat dinikmati melalui akses tab yang responsif," lanjutnya.

Ponsel Andromax T yang dipaketkan dengan kartu perdana Smartfren ditawarkan dengan harga Rp 1,8 juta dengan benefit gratis paket data 1.5 GB, bonus gratis telepon ke semua pelanggan Smartfren, 20 menit telepon ke operator lain dan juga 60 SMS selama 30 hari.

Sementara tablet Andromax Tab 8.0 yang dibanderol seharga Rp 2,35 juta, mendapatkan bonus paket data 12GB selama 12 bulan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

"Bundling ponsel dan tablet ini merupakan salah satu strategi kami untuk memperkuat ekosistem handset di CDMA. Kami tidak cari untung dari jualan handset, distributor kami juga tidak cari untung dari jualan handset ini. Tapi kami bisa menikmati ARPU tinggi, dan distributor bisa dapat profit 3% dari hasil penjualan pulsa.

"Rata-rata ARPU atau average usage per user untuk pengguna data kami cukup stabil di angka Rp 50 ribu. Kalau blended dengan voice jadi Rp 35 ribu. Cukup tinggi di industri. Selain itu pelanggan kami juga loyal, karena churn rate kami di bawah 1%. Sementara growth kami 30%-40%. Sekarang kami punya 12,5 juta pelanggan, dan akhir tahun kami optimistis bisa bertambah jadi 14 juta," papar Djoko.

(rou/rns)


Baca Juga
Foto Video Terkait



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close