http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

BlackBerry Dapat Kucuran Dana dari Miliuner

Rachmatunisa - detikinet
Rabu, 11/09/2013 07:49 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/09/11/319/thorsten460.jpg CEO BlackBerry Thorsten Heins (ist)
Waterloo - BlackBerry kabarnya akan mendapat kucuran dana segar untuk mengatasi masa sulitnya. Bantuan tersebut konon datang dari seorang miliuner yang dikenal punya hubungan dekat dengan Warren Buffett.

Menurut laporan The Sunday Times yang dikutip detikINET, Rabu (11/9/2013), miliuner bernama Prem Watsa yang merupakan Chairman Fairfax Financial Holdings ini berupaya mengucurkan dana miliaran dolar untuk menyelamatkan BlackBerry.

Dia dikabarkan punya dukungan dari Canada Pension Plan Investment Board. Fairfax Financial Holdings sendiri sebenarnya adalah pemegang saham BlackBerry terbesar. Sekitar 10% saham BlackBerry adalah miliknya.

Watsa sebelumnya berada di jajaran dewan direksi BlackBerry. Namun dia mengundurkan diri pada Agustus silam setelah pembentukan komite khusus untuk penyelamatan Blackberry diumumkan.

Seperti diketahui, BlackBerry tengah mengalami masa tersulitnya. Meski telah menerapkan strategi baru, di mata para investor dan analis, perusahaan asal Kanada ini tak kunjung memperlihatkan kondisi membaik.

BlackBerry sebelumnya memang beberapa kali dikabarkan akan 'menjual diri'. Samsung, Microsoft dan Nokia adalah nama-nama yang disebut berminat mengakuisisi perusahaan yang dahulu bernama Research In Motion (RIM) ini.

Dari desas-desus yang beredar, ada satu nama yang tampak sangat serius dalam hal ini. Perusahaan yang dimaksud adalah Lenovo. Meski lebih tenar di industri komputer, ambisi mereka di perangkat genggam sepertinya tak main-main. Bos Lenovo pernah berujar tengah mempertimbangkan untuk membeli BlackBerry.

"Kami menimang-nimang segala peluang -- (termasuk pengakuisisian) RIM dan lainnya. Kami tidak punya keraguan jika ada peluang yang datang dan dapat menguntungkan kami dan pemegang saham," kata CFO Lenovo Wong Wai Ming awal tahun ini.

Langkah strategis ini memang masih 'mentah'. Namun tentu cukup menarik jika pada akhirnya Lenovo dan BlackBerry -- yang punya pondasi bisnis berbeda (PC dan ponsel) -- bersatu.

Lenovo pun telah memiliki tim khusus yang bekerja untuk menghitung berbagai pilihan akuisisi. Tim ini kabarnya telah berbicara kepada BlackBerry mengenai kemungkinan akuisisi ataupun kombinasi bisnis strategis lainnya. (rns/rou)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
52%
Kontra
48%


Must Read close