http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Nokia 106 & 107, Ponsel Pemula Rp 200 Ribuan

Ardhi Suryadhi - detikinet
Kamis, 22/08/2013 10:26 WIB
Nokia 106 & 107, Ponsel Pemula Rp 200 Ribuan Nokia 106-107 Dual SIM (gsmarena)
Jakarta - Nokia boleh saja masih bersusah payah untuk menembus posisi atas pasar ponsel premium. Namun di ranah feature phone, vendor asal Finlandia ini masih punya kekuasaan.

Untuk mempertegas posisinya itu, Nokia pun memperkenalkan dua seri ponsel pemula dalam wujud Nokia 106 dan 107 Dual SIM.

Kedua perangkat tersebut mengusung model candy bar dengan display TFT 1,8 inch diperkaya 65 ribu warna, menjalankan platform Series 30 serta mendukung jaringan quad band.

Keduanya juga sudah dilengkapi radio FM, LED flashligh, dimensi 112.9mm x 47.5mm x 14.9 mm, serta punya fitur anti debu.

Lantas apa perbedaan keduanya? Sesuai namanya, Nokia 107 Dual SIM memiliki dua slot kartu untuk layanan seluler. Handset ini juga juga lebih berat, mencapai 75,8 gram karena memiliki baterai lebih besar -- 1020 mAh -- yang mampu bertahan 36 hari dalam kondisi stand by.

Sementara Nokia 106 cuma dipasangkan dengan baterai 800 mAh. Pun demikian, daya tahannya tak kalah mentereng, bisa on stand by selama 35 hari. Adapun beratnya cuma 74,2 gram.

Selain itu, Nokia 107 Dual SIM juga dilengkapi dengan slot microSD yang dapat diisi dengan kapasitas 16 GB. Nokia mengklaim pengguna dapat menyimpan 3.000 lagu di dalamnya serta memutar musik selama 34,8 jam non stop.

Lantas berapa harganya? Nah, ini yang paling menarik. Seperti dilansir GSM Arena, Kamis (22/8/2013), kedua perangkat tersebut dibanderol dengan ramah kantong, cuma Rp 200 ribuan.

Tepatnya, untuk Nokia 106 dipatok USD 23 (sekitar Rp 240 ribu) sedangkan Nokia USD 25 (sekitar Rp 260 ribu). Namun entah jika sudah masuk ke Indonesia, sebab pajak di tiap negara berbeda.

Nokia 106 dan 107 Dual SIM rencananya akan mulai dilepas September 2013. China jadi pasar pertama, baru setelah itu disebar ke berbagai negara lainnya.


(ash/tyo)


Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close