http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

Foto Perang Saudara di Suriah Raih Pulitzer

Santi Dwi Jayanti - detikinet
Rabu, 17/04/2013 13:25 WIB
Foto Perang Saudara di Suriah Raih Pulitzer Pemenang Feature Photography (Javier Manzano/Pulitzer)
Jakarta - Beberapa waktu lalu daftar pemenang Pulitzer Prize 2013 telah diumumkan oleh Columbia University. Adalah fotografer-fotografer dari AP yang menjadi jawara di kategori Breaking News Photography.

Rodrigo Abd, Manu Brabo, Narciso Contreras, Khalil Hamra dan Muhammed Muheisen adalah 5 fotografer yang dimaksud. Mereka semua terjun di arena perang saudara di Suriah saat mengabadikan foto yang menjadi jawara.

Sedangkan di Feature Photography Pulitzer, fotografer freelance Javier Manzano mendapat kebanggaan membawa pulang penghargaan bergengsi ini. Manzano, seperti dilansir dari NG, Rabu (17/4/2013), menjadi fotografer paruh waktu pertama dalam 17 tahun yang memenangkan Pulitzer.

Karyanya menampilkan 2 tentara pemberontak Suriah dengan cahaya yang masuk melalui lubang peluru di dinding. Sedang foto berikut adalah karya sarat emosi yang diambil oleh fotografer-fotografer AP yang menjadi pemenang tahun ini.




Seorang wanita yang terluka meninggalkan rumah sakit di Aleppo (Manu Brabo/AP)




Bocah laki-laki bernama Ahmed berduka cita setelah ayahnya dibunuh sniper tentara Suriah (Rodrigo Abd/AP)




Abdullah Ahmed (10) sedang dalam masa penyembuhan dari luka bakar yang ia alami (Muhammed Muheisen/AP)




Tentara Suriah terlihat tengah beristirahat di Aleppo (Khalil Hamra/AP)




Pemberontak merayakan kemenangannya setelah menembakkan misil ke gedung tempat tentara Suriah bersembunyi (Narciso Contreras/AP)

Semua pemenang berhak membawa pulang hadiah USD 10.000. Adapun karya pemenang lebih lengkapnya bisa ditilik di situs resmi Pulitzer Prize.


(sha/ash)


Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close