http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Sabar-sabar Menanti HTC One di Indonesia

Ardhi Suryadhi - detikinet
Jumat, 12/04/2013 11:08 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/04/12/317/htc2.jpg HTC One (detikINET)
Jakarta - Harus diakui jika HTC One merupakan salah satu smartphone tercanggih saat ini. Mulai dari desain hingga fitur yang ditawarkan, sukses bikin pengguna terpesona.

Namun pertanyaan yang kemudian muncul adalah, kapan HTC One bakal dijual di Indonesia? Maklum saja, sampai saat ini belum ada informasi jelas soal kehadiran ponsel kelas atas ini di Tanah Air.

Termasuk saat detikINET coba melakukan konfirmasi kepada Justin Zhang, Product Marketing for HTC Southeast Asia.

"Sampai ini kami terus berusaha untuk membawa HTC One ke Indonesia secepatnya," kata Justin saat ditemui di Energy Tower dalam acara Editor Gathering, Kamis (12/4/2013).

"Banyak hal yang harus kami lalui, untuk memastikan kesiapan HTC One di setiap negara, termasuk Indonesia," lanjutnya.

Saat dicecar detikINET soal apakah perkiraan HTC One akan hadir bulan April ini di Indonesia? Justin langsung geleng-geleng kepala, seraya menunjukkan keraguannya.

"Mungkin masih harus menunggu beberapa minggu lagi," tukasnya.

Meski canggih dan menarik, HTC One memang dikeluhkan lantaran terlalu lama dilepas ke pasaran. Isu yang berhembus adalah, vendor asal Taiwan itu kerepotan untuk memenuhi stok komponen untuk pembuatan HTC One.

Isu lainnya adalah soal aturan baru dari Kementerian Perdagangan yang kini lebih memperketat impor produk perangkat genggam.

Review Produk: HTC One, Nyaris Tanpa Cela (ash/eno)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close