http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Telkomsel: Dapat SMS 'Menang Undian'? Waspadalah!

Ardhi Suryadhi - detikinet
Senin, 01/04/2013 16:00 WIB
Halaman 1 dari 2
http://us.images.detik.com/content/2013/04/01/328/smshasan5460.jpg Ilustrasi (hasan/detikfoto)
Jakarta - Dengan berstatus sebagai operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel menjadi sasaran empuk penjahat cyber untuk menggelar aksi penipuan. Pelanggan pun diimbau untuk berhati-hati jika mendapatkan SMS yang menyatakan dirinya memenangkan undian atau kuis tertentu.

"Telkomsel mengimbau kepada masyarakat di seluruh Indonesia untuk berhati-hati terhadap maraknya SMS penipuan, yang mengarahkan pelanggan melihat website tertentu dengan modus menjadi pemenang undian berhadiah," ujar Head of Corporate Communication Group Telkomsel, Adita Irawati dalam keterangannya, Senin (1/4/2013).

Ia menegaskan, satu-satunya website korporasi Telkomsel yang memberikan informasi resmi terkait program, layanan produk ataupun promosi berhadiah secara transparan dan jelas kepada pelanggan yaitu www.telkomsel.com.

Dengan beredarnya SMS penipuan yang mengarahkan pelanggan mengunjungi website yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya tersebut, Telkomsel mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing, lebih waspada, serta berhati-hati dan lebih cerdas, dalam menyikapi modus penipuan tersebut.

Adapun segala informasi dari Telkomsel untuk pelanggan, baik mengenai program, layanan produk ataupun promosi berhadiah, anak usaha Telkom Group ini selalu menggunakan mekanisme pemberitahuan resmi. Di antaranya melalui surat resmi, pemberitaan di media massa nasional, informasi di GraPARI terdekat atau di Call Center Telkomsel, serta website www.telkomsel.com.

Selain itu, dalam menyelenggarakan program promosi berhadiah, Telkomsel akan menanggung 100% pajak hadiah pemenang. Sehingga pelanggan tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk membayar pajak hadiah dan sejenisnya.

Apabila terdapat informasi atau permintaan yang mengarahkan pelanggan untuk membayar sejumlah biaya dalam nominal tertentu, maka dapat dipastikan hal tersebut bermotif penipuan.Next

Halaman 1 2
(ash/rns)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close