http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Telkomsel: Dapat SMS 'Menang Undian'? Waspadalah!

Ardhi Suryadhi - detikinet
Senin, 01/04/2013 16:00 WIB
Telkomsel: Dapat SMS Menang Undian? Waspadalah! Ilustrasi (hasan/detikfoto)
Jakarta - Dengan berstatus sebagai operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel menjadi sasaran empuk penjahat cyber untuk menggelar aksi penipuan. Pelanggan pun diimbau untuk berhati-hati jika mendapatkan SMS yang menyatakan dirinya memenangkan undian atau kuis tertentu.

"Telkomsel mengimbau kepada masyarakat di seluruh Indonesia untuk berhati-hati terhadap maraknya SMS penipuan, yang mengarahkan pelanggan melihat website tertentu dengan modus menjadi pemenang undian berhadiah," ujar Head of Corporate Communication Group Telkomsel, Adita Irawati dalam keterangannya, Senin (1/4/2013).

Ia menegaskan, satu-satunya website korporasi Telkomsel yang memberikan informasi resmi terkait program, layanan produk ataupun promosi berhadiah secara transparan dan jelas kepada pelanggan yaitu www.telkomsel.com.

Dengan beredarnya SMS penipuan yang mengarahkan pelanggan mengunjungi website yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya tersebut, Telkomsel mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing, lebih waspada, serta berhati-hati dan lebih cerdas, dalam menyikapi modus penipuan tersebut.

Adapun segala informasi dari Telkomsel untuk pelanggan, baik mengenai program, layanan produk ataupun promosi berhadiah, anak usaha Telkom Group ini selalu menggunakan mekanisme pemberitahuan resmi. Di antaranya melalui surat resmi, pemberitaan di media massa nasional, informasi di GraPARI terdekat atau di Call Center Telkomsel, serta website www.telkomsel.com.

Selain itu, dalam menyelenggarakan program promosi berhadiah, Telkomsel akan menanggung 100% pajak hadiah pemenang. Sehingga pelanggan tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk membayar pajak hadiah dan sejenisnya.

Apabila terdapat informasi atau permintaan yang mengarahkan pelanggan untuk membayar sejumlah biaya dalam nominal tertentu, maka dapat dipastikan hal tersebut bermotif penipuan.

"Telkomsel berupaya secara serius menangani SMS dan website penipuan serta melakukan klarifikasi kepada pelanggan yang mengeluhkan permasalahan ini. Telkomsel juga akan segera menindaklanjutinya ke pihak berwajib berbagai bukti pelanggaran yang dilakukan oleh oknum tertentu terkait SMS dan website penipuan tersebut," lanjut Adita.

Pelanggan dapat melakukan konfirmasi serta pelaporan adanya dugaan penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel melalui layanan call center 24 jam, dengan menghubungi 133 untuk pelanggan kartuHalo, serta 155 dan 188 untuk pelanggan Simpati dan Kartu As.

Tersedia pula akses ke nomor lain yakni 08071811811. Disamping itu, pelanggan juga dapat mengirimkan email pertanyaan ke cs@telkomsel.co.id atau konfirmasi melalui facebook.com/telkomsel dan twitter @telkomsel.

Pelanggan Telkomsel juga dapat mengunjungi GraPARI terdekat, untuk berkonsultasi langsung dengan petugas customer service yang akan membantu dan memberikan solusi sesuai kebutuhan. Pelanggan juga dapat memeriksa sendiri program Telkomsel Poin melalui akses gratis *111# dari kartuHalo serta *116# dari Simpati dan Kartu As.

"Dalam menjalankan aktivitas usahanya, Telkomsel selalu menerapkan kode etik dan menjaga kenyamanan serta kerahasiaan informasi pelanggan. Pijakan terhadap koridor hukum yang berlaku dan tidak memberikan toleransi atas terjadinya kesengajaan, yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran aturan juga menjadi landasan bisnis Telkomsel, yang kini telah dipercaya lebih dari 125 juta pelanggan," Adita menjelaskan.

"Dengan mekanisme ini, Telkomsel berupaya melindungi kepentingan pelanggan dan industri telekomunikasi di Indonesia agar selalu tumbuh positif dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia," pungkasnya.

(ash/rns)


Baca Juga
Foto Video Terkait



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close