http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Tips & Trik

3 Kunci Komposisi Fotografi

Enche Tjin - detikinet
Kamis, 21/02/2013 13:35 WIB
3 Kunci Komposisi Fotografi ( Foto bernuansa abstrak seperti tekstur pantulan di air ini memang tidak membutuhkan subjek, tapi tetap perlu ditata supaya rapi dan terlihat menarik. Saya mengatur batang pohon dalam posisi diagonal supaya terlihat lebih dinamis)
Jakarta - Bagi saya, teknik itu nomor satu dalam fotografi. Tanpa menguasai teknik fotografi, sukar membuat hasil karya yang baik sesuai keinginan hati. Tapi teknik saja tidak cukup. Menguasai teknik tapi komposisi fotonya kurang bagus, fotonya menjadi tidak menarik dan tidak jelas.

Tapi sebelum memberikan tips tentang komposisi, kita juga harus tau apa itu komposisi. Menurut kamus, komposisi adalah aksi menggabungkan elemen-elemen menjadi satu. Di dalam konteks fotografi berarti aksi menggabungkan elemen-elemen visual menjadi satu foto. Contoh elemen visual adalah garis, warna, bentuk, dan sebagainya.

Ada tiga hal utama yang harus kita perhatikan sebelum membuat komposisi yang bagus:

1. Mana Jagoanmu?

Banyak sekali foto yang saya lihat tidak memiliki jagoan (alias: point of interest, titik fokal, subjek foto). Tanpa jagoan, orang yang melihat sebuah foto menjadi bingung, apa sebenarnya maksud dari fotografer tersebut. Memang, tidak semua foto perlu subjek, contohnya foto abstrak. Tapi sebagian besar foto membutuhkan subjek.

Di suatu lokasi, yang paling penting yang perlu diperhatikan dahulu adalah subjek foto. Apakah itu matahari terbenam, seorang wanita cantik, kakek-kakek, perahu tua, atau satwa. Subjek foto harus jelas dalam foto.

Salah satu cara supaya jelas adalah dengan membuat ukuran subjek lebih besar atau menonjol dibandingkan dengan orang atau benda yang lain. Jangan sampai orang-orang harus bersusah payah menemukan apa yang Anda maksudkan.


(Untuk foto portrait, subjek yang difoto harus jelas, dan jika memungkinkan, pilihlah latar belakang yang simpel sehingga subjek lebih menonjol. Talent: Wullan)


Lalu, kalau ingin fotonya lebih bercerita dan lengkap, lengkapi komposisinya dengan subjek - predikat - objek/keterangan. Misalnya, seorang penambang belerang di kawah Ijen sedang beristirahat sambil merokok dengan latar belakang pegunungan.

2. Background dan foreground

Latar belakang merupakan hal yang penting, tapi sering diabaikan. Di beberapa foto tertentu, latar belakang justru yang duluan diperhatikan daripada subjeknya. Contohnya, di foto portrait atau pre-wedding, fotografer akan mensurvey lokasi untuk mencari background foto yang indah atau menarik.

Usahakan background tidak terlalu ramai dan menyolok sehingga mencuri perhatian penikmat foto. Juga lebih cermat dalam memperhatikan latar belakang.

Contohnya, kabel atau tiang listrik, pohon, atau benda-benda/orang di latar belakang yang tidak seharusnya masuk ke foto seharusnya dihindari. Jika sulit mencari latar belakang yang menarik, salah satu cara adalah membuatnya menjadi blur dengan setting bukaan besar.

Foreground (sesuatu di depan subjek) bisa memberikan kesan dimensi ke foto yang berbentuk dua dimensi. Foreground bisa menguatkan foto tapi juga mengacaukan komposisi foto jika tidak dipilih dan ditempatkan dengan baik.



(Memanfaatkan foreground yaitu batu karang, membantu memberikan kesan tiga dimensi. Foto oleh Erwin Mulyadi)


Contoh foreground yang sering digunakan misalnya dedaunan, bingkai seperti pintu, jendela. Contoh foreground yang bisa mengganggu komposisi adalah jeruji atau pagar saat memotret di kebun binatang.

3. Memilih perspektif dan lensa

Yang terakhir tapi yang cukup penting adalah memilih sudut pandang. Dengan lensa lebar dan posisi dekat dengan subjek, kita dapat membuat kesan tiga dimensi yang dramatis.

Subjek yang dekat akan terlihat besar dan menonjol, latar belakang akan terlihat kecil dan jauh. Sedangkan dengan lensa telefoto dan berada di posisi agak jauh dari subjek, latar belakang bisa didekatkan dan dikompresi menjadi bentuk yang lebih dua dimensi. Komposisi dengan lensa telefoto ini efektif saat motret gugus pegunungan di kejauhan.

Memilih posisi memotret dan lensa yang digunakan akan membuat perspektif yang berbeda. Imajinasikan dan tentukan dulu hasil foto yang ingin didapat, baru memilih lensa dan posisi yang tepat.

Dengan kata lain, jangan diam di tempat saja saat tiba di lokasi, carilah sudut pandang dan juga gunakan lensa dengan jarak fokus yang bervariasi.

Selamat mencoba!



Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com


(sha/fyk)


Baca Juga
Foto Video Terkait



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close