http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Ada 'Lubang' di Koleksi Foto BlackBerry

Yudhianto - detikinet
Rabu, 20/02/2013 12:15 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/02/20/323/bbphoto460ash.jpg BlackBerry Onyx (ash/inet)
Jakarta - BlackBerry selama ini dikenal sebagai perangkat pendukung bisnis yang kerap diandalkan. Demi menghadirkan kenyamanan bagi pengguna, BlackBerry mengintegrasikan keamanan terbaik terutama bagi layanan Blackberry Enterprise Server (BES).

Namun baru-baru ini pembesut perangkat BlackBerry mengumumkan kerentanan yang mungkin dapat dialami user. Celah tersebut dijelaskan berupa serangan malware ke server pengguna yang memanfaatkan layanan BES.

Uniknya, serangan tersebut dilaporkan menginfeksi melalui gambar berformat TIFF yang tersimpan pada perangkat pengguna BlackBerry yang terhubung dengan layanan BES.

"Kerentanan ada pada MDS Connection Service BlackBerry dan BlackBerry Messaging Agent untuk proses render gambar TIFF pada perangkat BlackBerry," ujar narasumber dari pusat operasi Blackberry di Waterloo, Ontario, Kanada.

Cara kerja penularannya dijelaskan bahwa pihak tak bertanggung jawab akan memasukkan sebuah malware pada gambar berformat TIFF, selanjutnya malware tersebut akan menginfeksi server melalui aktifitas email pengguna.

Meski hingga saat ini belum ada kasus yang ditemukan terkait ancaman malware lewat gambar berformat TIFF tersebut, namun BlackBerry meminta pengguna yang menggunakan layanan BES untuk segera melakukan update software yang mereka gunakan saat ini. Demikian seperti dikutip detikINET dari Engadget, Selasa (19/2/2013).

(ash/ash)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
47%
Kontra
53%


Must Read close