http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Data Center Tier 4, Apa Klasifikasinya?

Susetyo Dwi Prihadi - detikinet
Rabu, 13/02/2013 18:07 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/02/13/319/detik5460.jpg Setting server di IDC (agung/detikfoto)
Jakarta - Dalam ranah data center dikenal tingkatan yang disebut Tiering (Tier). Ada empat tingkatan tier. Namun apa definisi dari Tier itu sendiri dan apa saja klasifikasinya?

"Kalau data center diibaratkan sebagai apartemen, rumah susun atau kos-kosan, maka tier sendiri adalah jumlah bintang seperti halnya hotel. Mulai dari yang terendah Tier 1, paling tinggi Tier 4," kata Stephanus Tumbelaka, Chief Sales Officer PT Data Center Infrastructure (DCI), di Equity Tower, Rabu (13/2/2013).

Lantas siapa yang memberikan label Tier 1 sampai Tier 4, karena siapapun pasti bisa mengklaimnya? Menurut Stephanus, tidak sesederhana itu. Sebab ada sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh Standar Technology Industry Association untuk mendapatkan label Tier 1-4.

Nah, data center dengan klasifikasi Tier 1 biasanya bisnis yang skalanya lebih kecil dengan klasifikasi 99.671% uptime. Ini terkait pasokan listrik dimana satu tahun berapa persen matinya.

"Untuk Tier 1 paling minim mengalami 28,8 jam downtime. Namun bukan berarti harus segitu, karena sebisa mungkin lebih kecil lagi," imbuhnya.

Sementara Tier 4, sasarannya memang enterprise dengan 99,995% uptime dan 26 downtime.

Memang antara Tier 1, 2 dan 3 memang tak jauh berbeda, tapi bukan berarti tak ada perbedaan sama sekali.

"Salah satu perbedaannya begini, di Tier 2 misalnya untuk pasokan listrik 3 UPS hanya akan di-back up satu unit. Tapi ada juga yang disebut 2N, maksudnya satu UPS satu backup dengan jaringan yang berbeda," papar Stephanus.

"Nah, di Tier 4, selain menggunakan 2N, antara UPS dan Backup berada di jalur yang berbeda. Istilahnya data center Tier 4 ini berdiri di dua kaki. Sedangkan kebanyakan gedung komersial berdiri satu kaki. Kalau UPS dan Backup mati, ya sudah ga bisa hidup," tandasnya.

DCI sendiri merupakan rekanan Equinix, perusahaan data center asal Amerika Serikat. Dimana pada Oktober 2012 lalu mulai mengekspansi bisnisnya di Indonesia dengan menghadirkan data center kelas Tier 4 yang biasa digunakan oleh raksasa internet global seperti Google, Facebook, dan lainnya.

Dalam kemitraannya dengan DCI, Equinix akan mengoperasikan sebuah data center baru di Jakarta yang bisa melayani pelanggan lokal dan global dengan layanan co-location, interkonektivitas, dengan menggunakan Platform Equinix.

Data center baru ini akan dibangun dalam beberapa tahap dan akan menyediakan kapasitas sekitar 6.000 m2 dan 1.250 cabinet saat tahap satu selesai dibangun di akhir 2012.


(tyo/ash)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    BBM Dilepas ke Android & iOS, BlackBerry Bunuh Diri?

    CEO BlackBerry Thorsten Heins akhirnya memastikan bahwa BlackBerry Messenger (BBM) bakal diboyong ke Android dan iOS. Di satu sisi keputusan ini diapresiasi, tapi tak sedikit pula yang menyayangkannya. Sebab dianggap BlackBerry sama saja bunuh diri. Menurut Anda?
    Pro
    55%
    Kontra
    45%


    Must Read close