Berita Utama
-
Jumat, 17/05/2013 15:41 WIB BBM di iOS dan Android, Masih Pakai PIN Gak Ya?
-
Jumat, 17/05/2013 13:07 WIB 6 Ponsel Super Terbaru yang Mencuri Perhatian
-
Jumat, 17/05/2013 10:02 WIB Perjalanan Google Glass: dari Culun Hingga Futuristik
-
Kamis, 16/05/2013 15:23 WIB 7 Gebrakan Sang Raksasa di Google I/O
-
Kamis, 16/05/2013 13:28 WIB 10 Produsen Ponsel Terbesar Dunia
-
Kamis, 16/05/2013 12:32 WIB New Google Maps Makin Mantap
5 Cara Seru Berburu Patung-patung Kota yang Unik
Jumat, 08/02/2013 14:05 WIB
Patung kontemporer di pusat bisnis Da-Dong, Jungg-gu, Seoul (ari/detikINET)
Jakarta - Patung, dalam sisi popularitasnya, hampir menyamai sebuah monumen dan penanda kota lain yang ikonik. Sebut saja patung Liberty di New York, Sphinx di Mesir, Merlion di Singapura, patung-patung Budha di Bangkok dan Angkor Wat hingga patung Garuda Wisnu Kencana di Bali.
Tidak hanya dalam bentuk yang super jumbo, patung-patung dalam bentuk yang relatif kecil juga cukup populer seperti patung 'Pietta' karya Michelangelo. Atau patung yang lebih detail dan sangat khas yang mudah ditemui di dinding-dinding bangunan tua di Prancis maupun di Italia.
Sehingga sudah jamak bila para fotografer ikut memasukan daftar patung unik saat hunting ataupun traveling ke suatu kota. Terlebih dengan semakin banyaknya patung bergaya kontemporer yang unik, berburu patung makin banyak digemari.
Nah, supaya foto-foto patung tidak membosankan, ada kiat khusus. Tidak lain supaya patung-patung tersebut terlihat 'bernyawa' dan 'hidup'. Juga tetap mempunyai kharismanya, meski sudah ditransfer dalam selembar foto.
Untuk mendapat aura patung tersebut, syarat utama saat membidik patung dengan kamera yakni jangan pernah menganggap patung sebagai benda mati. Sebab patung itu dibuat oleh seniman yang tidak ingin karyanya teronggok begitu saja namun turut menghidupkan suasana kota.
Berikut 5 kiatnya:
1. Cari dan fokuskan kamera pada mata patung. Kenapa mata? Sebab, bahasa mata, seperti mata manusia, dapat mewakili suasana kebatinan dan aura secara keseluruhan si patung tersebut. Tangkap emosi yang terpancar lewat mata maupun wajah patung dengan baik.
2. Perhatikan bahasa tubuh (gesture) patung dan bidik lewat kamera dengan seksama. Gesture tersebut tidak dibuat dengan sembarangan oleh sang seniman pematung. Tiap lekuk gesture mewakili semangat zaman, ide, cerita, dan juga ketelitian teknis sang seniman.
Kalau tidak mempunyai waktu lama, biarkan naluri spontan menunjukan angle terbaik untuk memotret. Teknik paling aman yakni dengan memotret frontal dari depan seperti pada pemotretan model. Gunakan diafragma lensa pada bukaan kecil seperti f/8 atau f/9.
3. Untuk patung-patung kontemporer atau patung yang tidak mengambil tema moral atau fabel seperti dalam patung klasik, fokuskan kamera untuk mencari komposisi fotografi yang menarik.
Sebab, patung-patung kontemporer biasanya sudah didesain sedemikian rupa sehingga warna, tekstur dan bentuknya nyaman dilihat dan fotogenik.
Karena sudah terbantu dengan subjek yang menarik tersebut, fotografer tinggal mencari angle yang atraktif dan representatif. Sehingga gambar yang dihasilkan mampu merekam detail dan cerita patung tersebut.
Untuk mengasah kemampuan reflek mata melihat sisi-sisi yang menarik, disarankan untuk sering mendatangi pameran seni instalasi. Juga berbagai museum yang menyimpan berbagai benda seni yang menarik. Melihat karya fotografer lain juga patut dijadikan referensi.

Patung pekerja di pusat kota Seoul.
4. Besar-kecil ukuran patung bernilai sama di hadapan kamera. Baik patung setinggi Patung Kristus Sang Penebus di Brazil maupun patung relief di koin kuno di China, nilainya sama yakni selebar viewfender/LCD.
Artinya tetap fokus ke hal besar dengan tidak meremehkan hal-hal yang kecil dan detail. Pastikan patung besar atau kecil bila di jepret dengan baik, akan mempunyai 'woww effect' yang sama-sama memukau .
Yang pasti, bila patung yang hendak dibidik berukuran raksasa dan hendak memotret secara keseluruhan, maka jangan terlalu dekat. Ambil foto landscape terlebih dahulu dari kejauhan, lalu mendekat untuk merekam lebih close-up dan terus mendekat untuk cerita lebih detail.
5: Perhatikan sekeliling patung. Apakah patung tersebut berdiri sendiri seperti dalam museum ataukah bagian dari tata letak kota seperti di pinggir jalan.
Bila patung tersebut berdiri sendiri, maka tidak banyak hambatan. Namun bila patung merupakan bagian dari identitas kota dan berada di ruang publik, maka tantanganya cukup menarik. Sebab, fotografer diharapkan mampu merekam patung tersebut dalam suasana kota tersebut: apakah si patung itu menjadi foreground, background ataukah pusat cerita dalam sebuah foto kota.

Patung kerbau biru di jalan Veteran I, Jakarta.

Patung di depan reruntuhan gereja di kawasan kota tua Macau.

Patung perempuan dalam sebuah pameran di Jakarta.
(Ari/ash)
Tidak hanya dalam bentuk yang super jumbo, patung-patung dalam bentuk yang relatif kecil juga cukup populer seperti patung 'Pietta' karya Michelangelo. Atau patung yang lebih detail dan sangat khas yang mudah ditemui di dinding-dinding bangunan tua di Prancis maupun di Italia.
Sehingga sudah jamak bila para fotografer ikut memasukan daftar patung unik saat hunting ataupun traveling ke suatu kota. Terlebih dengan semakin banyaknya patung bergaya kontemporer yang unik, berburu patung makin banyak digemari.
Nah, supaya foto-foto patung tidak membosankan, ada kiat khusus. Tidak lain supaya patung-patung tersebut terlihat 'bernyawa' dan 'hidup'. Juga tetap mempunyai kharismanya, meski sudah ditransfer dalam selembar foto.
Untuk mendapat aura patung tersebut, syarat utama saat membidik patung dengan kamera yakni jangan pernah menganggap patung sebagai benda mati. Sebab patung itu dibuat oleh seniman yang tidak ingin karyanya teronggok begitu saja namun turut menghidupkan suasana kota.
Berikut 5 kiatnya:
1. Cari dan fokuskan kamera pada mata patung. Kenapa mata? Sebab, bahasa mata, seperti mata manusia, dapat mewakili suasana kebatinan dan aura secara keseluruhan si patung tersebut. Tangkap emosi yang terpancar lewat mata maupun wajah patung dengan baik.
2. Perhatikan bahasa tubuh (gesture) patung dan bidik lewat kamera dengan seksama. Gesture tersebut tidak dibuat dengan sembarangan oleh sang seniman pematung. Tiap lekuk gesture mewakili semangat zaman, ide, cerita, dan juga ketelitian teknis sang seniman.
Kalau tidak mempunyai waktu lama, biarkan naluri spontan menunjukan angle terbaik untuk memotret. Teknik paling aman yakni dengan memotret frontal dari depan seperti pada pemotretan model. Gunakan diafragma lensa pada bukaan kecil seperti f/8 atau f/9.
3. Untuk patung-patung kontemporer atau patung yang tidak mengambil tema moral atau fabel seperti dalam patung klasik, fokuskan kamera untuk mencari komposisi fotografi yang menarik.
Sebab, patung-patung kontemporer biasanya sudah didesain sedemikian rupa sehingga warna, tekstur dan bentuknya nyaman dilihat dan fotogenik.
Karena sudah terbantu dengan subjek yang menarik tersebut, fotografer tinggal mencari angle yang atraktif dan representatif. Sehingga gambar yang dihasilkan mampu merekam detail dan cerita patung tersebut.
Untuk mengasah kemampuan reflek mata melihat sisi-sisi yang menarik, disarankan untuk sering mendatangi pameran seni instalasi. Juga berbagai museum yang menyimpan berbagai benda seni yang menarik. Melihat karya fotografer lain juga patut dijadikan referensi.

Patung pekerja di pusat kota Seoul.
4. Besar-kecil ukuran patung bernilai sama di hadapan kamera. Baik patung setinggi Patung Kristus Sang Penebus di Brazil maupun patung relief di koin kuno di China, nilainya sama yakni selebar viewfender/LCD.
Artinya tetap fokus ke hal besar dengan tidak meremehkan hal-hal yang kecil dan detail. Pastikan patung besar atau kecil bila di jepret dengan baik, akan mempunyai 'woww effect' yang sama-sama memukau .
Yang pasti, bila patung yang hendak dibidik berukuran raksasa dan hendak memotret secara keseluruhan, maka jangan terlalu dekat. Ambil foto landscape terlebih dahulu dari kejauhan, lalu mendekat untuk merekam lebih close-up dan terus mendekat untuk cerita lebih detail.
5: Perhatikan sekeliling patung. Apakah patung tersebut berdiri sendiri seperti dalam museum ataukah bagian dari tata letak kota seperti di pinggir jalan.
Bila patung tersebut berdiri sendiri, maka tidak banyak hambatan. Namun bila patung merupakan bagian dari identitas kota dan berada di ruang publik, maka tantanganya cukup menarik. Sebab, fotografer diharapkan mampu merekam patung tersebut dalam suasana kota tersebut: apakah si patung itu menjadi foreground, background ataukah pusat cerita dalam sebuah foto kota.

Patung kerbau biru di jalan Veteran I, Jakarta.

Patung di depan reruntuhan gereja di kawasan kota tua Macau.

Patung perempuan dalam sebuah pameran di Jakarta.
(Ari/ash)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 07/05/2013 16:09 WIB
Tips Memotret di Dalam Gua yang Gelap
-
Senin, 06/05/2013 13:41 WIB
Tips Fotografi
Cara Mudah Membuat Foto Berdimensi
-
Senin, 06/05/2013 12:29 WIB
Tips Fotografi
Soal Model Human Interest: Bayar atau Tidak Bayar?
-
Jumat, 03/05/2013 14:39 WIB
Tips Fotografi
Mau Tur Fotografi, Bawa Apa Saja Ya?
-
Rabu, 01/05/2013 09:43 WIB
Tips & Trik Fotografi
7 Tantangan Memotret Karnaval
-
Selasa, 30/04/2013 13:27 WIB
Apa Perbedaan Fotografi Model & Portrait?
-
Kamis, 25/04/2013 13:52 WIB
Tips Fotografi: Mengatur Komposisi Skala Pada Foto
-
Rabu, 17/04/2013 15:19 WIB
Tips Fotografi
Bingung Memilih Lensa Canon? Ini Panduannya
- Minggu, 19/05/2013 16:15 WIB
Bunuh Diri di Pabrik Foxconn Masih Berlanjut
- Minggu, 19/05/2013 13:13 WIB
Acer Iconia W3 8 Inch Menampakkan Diri
- Minggu, 19/05/2013 12:00 WIB
Klinik Fotografi
Cara Mengubah Resolusi Foto
- Minggu, 19/05/2013 10:05 WIB
Google Maps Bantu Korban Penculikan Bertemu Keluarganya
- Minggu, 19/05/2013 14:00 WIB
XS80, Kamera Action Terbaru dari Polaroid
- Minggu, 19/05/2013 11:03 WIB
Photoshop Express Juga Hadir untuk Windows 8
- Sabtu, 18/05/2013 13:56 WIB
Bill Gates Kembali Jadi Orang Terkaya di Dunia
- Sabtu, 18/05/2013 12:01 WIB
BBM untuk iOS Tidak Akan Hadir di iPad
- Sabtu, 18/05/2013 16:09 WIB
LG dan Sharp Bakal Garap Layar iPad Mini 2
- Sabtu, 18/05/2013 09:50 WIB
Olympus Akhiri Lini Kamera Saku Murah
-
208 Komentar
-
91 Komentar
-
67 Komentar
-
60 Komentar
-
45 Komentar
-
44 Komentar
-
43 Komentar
-
42 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
35 Komentar
-
34 Komentar
-
30 Komentar
-
27 Komentar
-
27 Komentar
Pro Kontra
Index »
Ponsel Rp 7 Jutaan Pantas Jadi Rebutan?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
Must Read
close
-
Rabu, 15/05/2013 15:44 WIB WIB
Q5, BlackBerry 10 Manis Versi Ekonomis
-
Rabu, 15/05/2013 13:09 WIB WIB
Sensasi 'Sihir' Galaxy S4












