http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Ilmuwan Bikin Baterai Ponsel Lentur Pertama di Dunia

Fino Yurio Kristo - detikinet
Kamis, 17/01/2013 12:03 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/01/17/317/samsungflexiblescreen.jpg Konsep ponsel dengan layar fleksibel Youm (Telegraph)
Jakarta - Smartphone masa depan konon bodinya fleksibel sehingga bisa ditekuk tekuk. Impian ini kian mendekati kenyataan setelah ilmuwan di Korea Selatan mengembangkan baterai smartphone yang fleksibel dan disebut-sebut pertama di dunia.

Tim ilmuwan di Ulsan National Institute of Science and Technology, mengatakan bahwa mereka mengembangkan material polymer electrolyte yang lebih lentur ketimbang baterai tradisional. Dan juga lebih stabil dan aman.

"Baterai lithium ion konvensional yang menggunakan liquefied electrolytes punya masalah keamanan karena film yang memisahkan electrolytes mungkin meleleh jika kena panas," kata juru bicara institusi tersebut yang detikINET kutip dari Telegraph, Kamis (17/1/2013).

Di pihak lain, vendor seperti Samsung Electronics juga mengembangkan teknologi layar fleksibel. Samsung telah mendemonstrasikan kebolehan layar fleksibel bernama Youm yang cukup memukau.

Bahkan kabarnya, smartphone masa depan Samsung akan segera dibekali layar fleksibel tersebut. Meski masih jadi tanda tanya besar, Samsung Galaxy S IV yang akan segera diluncurkan dispekulasikan memakai layar lentur.

Didukung dengan pengembangan baterai lithium ion fleksibel, sepertinya kedatangan smartphone berbodi lentur memang tinggal menunggu waktu.


(fyk/sha)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation

    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Ponsel Rp 7 Jutaan Pantas Jadi Rebutan?

    Ponsel kelas atas macam HTC One, Sony Xperia Z, BlackBerry Z10, Samsung Galaxy S4, iPhone 5 dan lainnya memang memikat. Namun deretan ponsel premium tersebut harus ditebus dengan harga di kisaran Rp 7 jutaan. Pantas kah?
    Pro
    53%
    Kontra
    47%


    Must Read close