Berita Utama
-
Senin, 20/05/2013 16:54 WIB Ondu, Kamera Lubang Jarum dari Kayu
-
Senin, 20/05/2013 15:16 WIB David Karp, Pendiri Tumblr Si Calon Miliarder
-
Senin, 20/05/2013 12:30 WIB 7 Lokasi Terlarang Google Earth
-
Jumat, 17/05/2013 15:41 WIB BBM di iOS dan Android, Masih Pakai PIN Gak Ya?
-
Jumat, 17/05/2013 13:07 WIB 6 Ponsel Super Terbaru yang Mencuri Perhatian
-
Jumat, 17/05/2013 10:02 WIB Perjalanan Google Glass: dari Culun Hingga Futuristik
Klinik Internet Security
Bisakah Depp Freeze Amankan Komputer dari Virus?
Kamis, 17/01/2013 13:02 WIB
gdata backup
Jakarta - Apakah penggunaan Deep Freeze dapat menjamin PC atau laptop kita bebas virus walaupun kita tidak menginstal antivirus? Dan apakah penggunaan Deep Freeze dalam jangka waktu yg panjang pada PC atau laptop bs merusak hardware PC atau laptop tersebut? Dikarenakan saya disarankan seorang teman untuk tidak menggunakan Deep Freeze dalam jangka panjang. Terima kasih atas jawabannya.
(Sigit Purnomo, 26th, Pria)
Jawaban [Vaksincom] :
Penggunaan Deep Freeze dengan setting yang benar dapat membuat drive yang diproteksi bebas virus walaupun kita tidak menginstal antivirus. Tetapi harap dimengerti cara kerja Deep Freeze dan System Restore bukan mendeteksi malware seperti antivirus tetapi bekerja seperti mesin waktu sehingga memiliki kelebihan dan kekurangan juga. Komputer yang paling cocok menggunakan Deep Freeze adalah komputer yang digunakan oleh banyak orang seperti komputer warnet, komputer umum atau komputer lab di sekolah.
Sepengetahuan Vaksincom, penggunaan Deep Freeze dalam jangka panjang tidak merusak hardware khususnya harddisk PC / Laptop. Namun perlu diingat bahwa Deep Freeze tidak melindungi anda dari kerusakan fisik harddisk, jadi sekalipun anda menggunakan Deep Freeze anda selalu harus membackup data penting anda atau pertimbangkan untuk menggunakan G Data Backup yang memiliki kemampuan seperti Deep Freeze dan mampu melakukan backup atas data anda secara otomatis.
Deep Freeze pada prinsipnya bekerja “mirip” System Restore Windows yang menyimpan setting komputer pada suatu waktu tertentu. Ia akan melakukan snapshot (foto) image drive / partisi komputer anda pada waktu yang telah anda tentukan dan menyimpan image tersebut dalam keadaan terproteksi dan “sulit” di intervensi malware (saya katakan sulit karena ada aplikasi yang tersedia di internet yang dapat menembus proteksi yang dilakukan Deep Freeze).
Kapanpun diperlukan image tersebut dapat diaktifkan dan setting komputer akan kembali ke waktu snapshot image dilakukan. Untuk lebih mudahnya, bayangkan anda memiliki mesin waktu di komputer anda :) dan jika terjadi sesuatu yang tidak anda inginkan, misalnya ada konflik driver, terinfeksi malware, kesalahan setting dan hal lain yang mengakibatkan setting komputer kacau maka anda tinggal mengaktifkan mesin waktu anda dan dalam waktu sekejap semua settingan anda akan kembali dan malware atau apapun yang anda instal akan hilang.
Tetapi ingat, Deep Freeze bukan jin botol yang bisa membedakan mana instalasi yang baik dan mana instalasi yang jahat, jadi perubahan apapun pada sistem komputer akan dihilangkan dan dikembalikan ke settingan awal tanpa pandang bulu.
Sebenarnya System Restore dari Windows juga memberikan fungsi yang mirip Deep Freeze, hanya saja System Restore Windows memiliki dua kelemahan :
1. Image System Restore Windows tidak dapat disimpan pada drive terpisah.
2. System Restore dapat dinonaktifkan oleh malware.
Jika komputer anda terinfeksi malware yang menonaktifkan System Restore, otomatis anda tidak bisa melakukan restore karena imagenya yang tersimpan di partisi drive yang sama dan System Restore sendiri sudah dinonaktifkan oleh malware.
Karena Deep Freeze mengembalikan setting image awal yang telah dipersiapkan sebelumnya, maka akan menghilangkan semua perubahan termasuk data MS Office, instalasi software baru, cookies, temporary file dan perubahan lain yang dilakukan sistem pada drive yang diproteksinya. Karena itu anda perlu berhati-hati dan hanya menyimpan data pada drive / USB Flash yang tidak diproteksi oleh Deep Freeze.
(jsn/rns)
Alfons Tanujaya
Alfons Tanujaya mantan bankir yang merintis karir di dunia IT sejak tahun 1998, tahun 2000 mendirikan PT. Vaksincom dan aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia melalui mailing list vaksin@yahoogroups.com. Alfons juga aktif menjadi nara sumber bagi media nasional dan menulis artikel malware dan sekuriti pada media IT terkemuka di Indonesia sampai saat ini. Penggemar kuliner ini dapat dihubungi di alfons@vaksin.com, Facebook dan Twitter @vaksincom.
(Sigit Purnomo, 26th, Pria)
Jawaban [Vaksincom] :
Penggunaan Deep Freeze dengan setting yang benar dapat membuat drive yang diproteksi bebas virus walaupun kita tidak menginstal antivirus. Tetapi harap dimengerti cara kerja Deep Freeze dan System Restore bukan mendeteksi malware seperti antivirus tetapi bekerja seperti mesin waktu sehingga memiliki kelebihan dan kekurangan juga. Komputer yang paling cocok menggunakan Deep Freeze adalah komputer yang digunakan oleh banyak orang seperti komputer warnet, komputer umum atau komputer lab di sekolah.
Sepengetahuan Vaksincom, penggunaan Deep Freeze dalam jangka panjang tidak merusak hardware khususnya harddisk PC / Laptop. Namun perlu diingat bahwa Deep Freeze tidak melindungi anda dari kerusakan fisik harddisk, jadi sekalipun anda menggunakan Deep Freeze anda selalu harus membackup data penting anda atau pertimbangkan untuk menggunakan G Data Backup yang memiliki kemampuan seperti Deep Freeze dan mampu melakukan backup atas data anda secara otomatis.
Deep Freeze pada prinsipnya bekerja “mirip” System Restore Windows yang menyimpan setting komputer pada suatu waktu tertentu. Ia akan melakukan snapshot (foto) image drive / partisi komputer anda pada waktu yang telah anda tentukan dan menyimpan image tersebut dalam keadaan terproteksi dan “sulit” di intervensi malware (saya katakan sulit karena ada aplikasi yang tersedia di internet yang dapat menembus proteksi yang dilakukan Deep Freeze).
Kapanpun diperlukan image tersebut dapat diaktifkan dan setting komputer akan kembali ke waktu snapshot image dilakukan. Untuk lebih mudahnya, bayangkan anda memiliki mesin waktu di komputer anda :) dan jika terjadi sesuatu yang tidak anda inginkan, misalnya ada konflik driver, terinfeksi malware, kesalahan setting dan hal lain yang mengakibatkan setting komputer kacau maka anda tinggal mengaktifkan mesin waktu anda dan dalam waktu sekejap semua settingan anda akan kembali dan malware atau apapun yang anda instal akan hilang.
Tetapi ingat, Deep Freeze bukan jin botol yang bisa membedakan mana instalasi yang baik dan mana instalasi yang jahat, jadi perubahan apapun pada sistem komputer akan dihilangkan dan dikembalikan ke settingan awal tanpa pandang bulu.
Sebenarnya System Restore dari Windows juga memberikan fungsi yang mirip Deep Freeze, hanya saja System Restore Windows memiliki dua kelemahan :
1. Image System Restore Windows tidak dapat disimpan pada drive terpisah.
2. System Restore dapat dinonaktifkan oleh malware.
Jika komputer anda terinfeksi malware yang menonaktifkan System Restore, otomatis anda tidak bisa melakukan restore karena imagenya yang tersimpan di partisi drive yang sama dan System Restore sendiri sudah dinonaktifkan oleh malware.
Karena Deep Freeze mengembalikan setting image awal yang telah dipersiapkan sebelumnya, maka akan menghilangkan semua perubahan termasuk data MS Office, instalasi software baru, cookies, temporary file dan perubahan lain yang dilakukan sistem pada drive yang diproteksinya. Karena itu anda perlu berhati-hati dan hanya menyimpan data pada drive / USB Flash yang tidak diproteksi oleh Deep Freeze.
(jsn/rns)
Alfons Tanujaya
Alfons Tanujaya mantan bankir yang merintis karir di dunia IT sejak tahun 1998, tahun 2000 mendirikan PT. Vaksincom dan aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia melalui mailing list vaksin@yahoogroups.com. Alfons juga aktif menjadi nara sumber bagi media nasional dan menulis artikel malware dan sekuriti pada media IT terkemuka di Indonesia sampai saat ini. Penggemar kuliner ini dapat dihubungi di alfons@vaksin.com, Facebook dan Twitter @vaksincom.
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 10/04/2013 17:11 WIB
Klinik Internet Security
Bagaimana Captive Portal Bisa Mengenali Banyak User?
-
Selasa, 09/04/2013 13:53 WIB
Klinik Internet Security
Password di Gadget & Bencana Saat Hilang
-
Kamis, 28/02/2013 11:46 WIB
Klinik Internet Security
4 Tips Memilih Antivirus yang Baik
-
Rabu, 27/02/2013 10:31 WIB
Klinik Internet Security
Sama-sama Linux, Ubuntu Dapat Terinfeksi Virus Android?
-
Jumat, 22/02/2013 10:45 WIB
Klinik Internet Security
Peretas Situs Pemerintah Pantaskah Dihukum Berat?
-
Rabu, 20/02/2013 10:03 WIB
Klinik Internet Security
Seberapa Kuat Windows Defender Menangkal Virus?
-
Senin, 18/02/2013 13:13 WIB
Klinik Internet Security
Pakai Banyak Antivirus di PC, Apa Gak 'Bentrok'?
-
Rabu, 13/02/2013 13:07 WIB
Klinik Internet Security
Android Milik Google atau Linux?
- Senin, 20/05/2013 12:30 WIB
7 Lokasi Terlarang Google Earth
- Senin, 20/05/2013 18:55 WIB
Tips & Trik
Cara Sederhana Tangkal Ancaman Radiasi Ponsel
- Senin, 20/05/2013 09:38 WIB
Isu Panas di Jagat TI
Tumbang dan Kejutan ala BlackBerry Messenger
- Senin, 20/05/2013 15:01 WIB
iPhone 5 Dilaporkan Meledak
- Senin, 20/05/2013 16:23 WIB
Pro Kontra
BBM Dilepas ke Android & iOS, BlackBerry Bunuh Diri?
- Senin, 20/05/2013 09:36 WIB
Ini Dia Smartphone Pertama dengan Sistem Pendingin Liquid
- Senin, 20/05/2013 15:20 WIB
'Apple Tak Lagi Inovatif'
- Senin, 20/05/2013 11:35 WIB
BlackBerry Q10 BM Dibanderol Rp 13 Juta di Indonesia
- Senin, 20/05/2013 13:03 WIB
Hebat! Game Keren Ini Hanya Dibuat Oleh Dua Orang
- Senin, 20/05/2013 13:52 WIB
Lawan Perampas iPad, Remaja 15 Tahun Tewas
-
91 Komentar
-
67 Komentar
-
60 Komentar
-
47 Komentar
-
47 Komentar
-
42 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
30 Komentar
-
28 Komentar
-
27 Komentar
-
27 Komentar
-
24 Komentar
-
22 Komentar
Pro Kontra
Index »
BBM Dilepas ke Android & iOS, BlackBerry Bunuh Diri?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
Must Read
close
-
Kamis, 16/05/2013 13:28 WIB WIB
10 Produsen Ponsel Terbesar Dunia
-
Kamis, 16/05/2013 12:32 WIB WIB
New Google Maps Makin Mantap










