http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Melongok Dapur Pembuatan Lensa Kamera Sigma

Santi Dwi Jayanti - detikinet
Rabu, 16/01/2013 10:14 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/01/16/1277/sigmafactorydalem.jpg Salah satu pekerja di pabrik Sigma (Ist.)
Jakarta - Sebagai salah satu pemain di bisnis fotografi, Sigma rajin menggelontorkan produk-produk fotografinya, termasuk lensa. Namun tak banyak yang mengetahui bagaimana sebenarnya proses pembuatan salah satu piranti penting bagi kamera ini.

Namun di video yang mereka besut dan dipublikasikan untuk umum berikut, publik pun diajak untuk melongok 'dapur' mereka sehingga bisa menyaksikan proses pembuatan lensa Sigma.

Videonya singkat, hanya 5 menit, namun apa yang disajikan tersebut cukup membuat wawasan kita bertambah. Ditambah, videonya dikemas dengan sangat apik dengan backsound yang pas.

Pengambilan gambar tak hanya dilakukan di dalam pabrik yang berlokasi di Aizu, namun juga diselingi dengan pengambilan gambar di sejumlah lokasi di Jepang yang viewnya benar-benar memanjakan mata.

Berbeda dengan video pembuatan lensa dari Nikon, video dari Sigma ini dimulai dari tahap awal peracikan lensa hingga piranti tersebut siap dipajang di toko-toko kamera.

"Sejarah pabrik Aizu, basis utama produksi kami juga merupakan sejarah Sigma sendiri," tulis Sigma. Disampaikan juga oleh mereka bahwa semua lensa interchangeable, kamera dan strobe dibuat di pabrik ini. Bagi Sigma, proses manufacturing di Aizu adalah aset terbesar mereka.

Dan berikut video yang dimaksud:




(sha/rou)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Ponsel Rp 7 Jutaan Pantas Jadi Rebutan?

    Ponsel kelas atas macam HTC One, Sony Xperia Z, BlackBerry Z10, Samsung Galaxy S4, iPhone 5 dan lainnya memang memikat. Namun deretan ponsel premium tersebut harus ditebus dengan harga di kisaran Rp 7 jutaan. Pantas kah?
    Pro
    53%
    Kontra
    47%


    Must Read close