http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Sidang Kasus IM2

Kuasa Hukum Minta Hakim Pertimbangkan Lex Specialis

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Senin, 14/01/2013 14:31 WIB
Halaman 1 dari 3
http://us.images.detik.com/content/2013/01/14/328/im2sidang4600.jpg Suasana Sidang
Jakarta - Kuasa hukum mantan Dirut Indosat Mega Media (IM2) meminta kepada Majelis Hakim pengadilan Tipikor agar mempertimbangkan asas lex specialis derogat legi generali dalam menangani kasus dugaan korupsi Rp 1,3 triliun atas tuduhan penyalahgunaan frekuensi 2,1 GHz Indosat.

Menurut Luhut Pangaribuan, selaku kuasa hukum mantan Dirut IM2 Indar Atmanto, seharusnya UU Telekomunikasi sebagai ketentuan yang khusus mengatur mengenai telekomunikasi mengenyampingkan ketentuan umum lainnya, termasuk UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Untuk itu kami sangat berharap Majelis Hakim nantinya akan memperhatikan asas lex specialis derogat legi generali, ketentuan khusus mengenyampingkan ketentuan yang umum," papar Luhut dalam keterangannya kepada detikINET usai persidangan, Senin (14/1/2013).

Mantan Dirut IM2 Indar Atmanto telah menjalani persidangan pertamanya di pengadilan Tipikor, Jakarta. Sidang pengadilan yang dimulai sejak pukul 10.00 pagi itu dibuka oleh Hakim Ketua Antonius Widjantono.

Sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan dipimpin oleh oleh tim Jaksa Penuntut Umum, Fadil Djumhana Harahap. Dakwaan tersebut menyatakan terdakwa melakukan korupsi karena menggunakan frekuensi 2,1 GHz Indosat tanpa izin. Sedangkan terdakwa menolak tegas tidak menyalahgunakan frekuensi yang dimaksud.

"Terkait dengan tuduhan Jaksa Penuntut Umum bahwa terdakwa telah melanggar ketentuan dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, perlu kita pahami bersama bahwa tuduhan tersebut didasarkan pada anggapan JPU bahwa IM2 tidak membayar kewajibannya berupa up front fee dan BHP Spektrum Frekuensi Radio sehingga menyebabkan kerugian negara," kata Luhut.

Menurutnya, kewajiban tersebut bukanlah kewajiban IM2 karena IM2 tidak melakukan penggunaan bersama pita frekuensi.Next

Halaman 1 2 3
(rou/ash)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close