http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Baterai 'Gendut' Bikin Galaxy S III Tahan Lama

Jeruk Nipis - detikinet
Rabu, 09/01/2013 09:56 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/01/09/317/galaxys3eno460.jpg Galaxy S III (eno/inet)
Jakarta - Samsung Galaxy S III saat ini bisa dibilang menjadi salah satu smartphone paling populer. Sayang, bagi para pengguna yang aktif menggunakan smartphone mereka, banyak yang kurang puas dengan kapasitas baterainya.

Untuk menjawab keluhan tersebut, Samsung pun meluncurkan sebuah baterai dengan kapasitas 3.000 mAh yang didesain khusus untuk Galaxy S III.

Alhasil, dengan baterai ini, Galaxy S III andalan pengguna akan dapat bertahan lebih lama saat digunakan dalam keseharian.

Kapasitas baterai standar Galaxy S III sendiri adalah 2.100 mAh. Sebenarnya kapasitas itu masih bisa dibilang cukup mumpuni untuk kaliber penggunaan yang normal. Tapi jika ada yang mau 'bermesra-mesraan' lebih lama dengan gadget tersebut, extended battery kit ini bisa memuaskan penggunanya.

Dengan menggunakan baterai tersebut, pengguna akan mendapatkan tambahan 900 mAh di perangkat Galaxy S III-nya dibandingkan dengan penggunaan baterai bawaan. Daya sebesar itu lumayan untuk menopang aktivitas ber-smartphone yang lebih lama.

Sayangnya, dengan kapasitas yang lebih besar, jika kamu menggunakan Extended Battery Kit, Galaxy S III yang kamu miliki tidak akan memiliki bentuk seperti semua.

Hal ini dikarenakan tambahan kapasitas membuat baterai tersebut tampak lebih 'gendut' sehingga Galaxy S III kamu ketebalannya akan lebih ekstra alias 'membuncit.

Namun, dengan manfaat yang ditawarkan oleh baterai seharga USD 65 ini, sepertinya pengguna Galaxy S III aktif tidak risau dengan bentuknya yang 'membuncit'. Yang penting eksis lebih lama, bukan?


(ash/ash)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close