http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Izin Impor Hambat Kehadiran BlackBerry 10

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Selasa, 08/01/2013 17:04 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/01/08/317/170652_1dlm.jpg Ponsel BlackBerry 10
Jakarta - Peluncuran BlackBerry 10 di Indonesia diperkirakan akan mengalami penundaan yang cukup lama sejak Kementerian Perdagangan memperketat pemberian izin impor ponsel sejak awal 2013 ini.

Semula, BlackBerry 10 yang akan diperkenalkan Research in Motion (RIM) pada 30 Januari mendatang di New York, AS, bisa masuk ke Indonesia dalam waktu yang tak lama, paling cepat Februari sudah bisa mulai dipasarkan.

Namun dengan keluarnya aturan baru tentang izin impor tersebut, operator telekomunikasi yang menjadi mitra RIM di Indonesia pesimistis kehadiran BlackBerry 10 di negeri ini bisa tepat waktu.

"Sejak izin impor diperketat pasti ada delay. Ada kemungkinan jadi lebih lambat, bahkan ada juga ponsel yang tidak bisa dilaunching di Indonesia," ucap Erik Meijer, Director & Chief Commercial Officer Indosat, Erik Meijer, di gedung Indosat, Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Permendag untuk meminimalisasi masuknya produk ponsel tidak berkualitas ke pasar di dalam negeri.

Pengaturan impor ponsel itu tertuang dalam Permendag No 82/M-DAG/PER/12/2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.

Syarat teknis yang ditetapkan antara lain syarat pelabelan serta manual dan kartu garansi purnajual dalam bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Kemendag, dan standar teknis dari Kementerian Kominfo.

Untuk dapat melakukan impor ketiga jenis produk tersebut, perusahaan harus mendapat penetapan importir terdaftar (IT) dan persetujuan impor (PI) telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet dari Menteri Perdagangan.

Erik sendiri mengaku masih belum memahami aturan baru tersebut. Namun ia optimistis, ponsel ini masih tetap bisa masuk ke Indonesia karena telah mendapatkan izin dan sertifikasi dari Kementerian Kominfo.

"Masih belum jelas aturannya. Kalau pun bisa masuk, time to marketnya pasti lebih lama. Tapi produk ini pasti laku, iPhone 5 yang telat masuk dua bulan saja masih diburu oleh konsumen di Indonesia," tandasnya. (rou/eno)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Rudiantara Cocok Jadi Menkominfo?

Dengan latar belakanganya sebagai seorang profesional di industri telekomunikasi, Rudiantara dianggap pas menempati kursi menkominfo. Lantas, bagaimana dengan Anda, apa berpendapat sama?
Pro
73%
Kontra
27%


Must Read close