http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

RIM Berharap Indonesia Terus Doyan BlackBerry

Fino Yurio Kristo - detikinet
Kamis, 03/01/2013 11:09 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/01/03/317/blackberryboldtouch99009930dlm.jpg BlackBerry (ist)
Jakarta - Meski pangsa pasarnya di berbagai belahan dunia menurun, BlackBerry besutan research in Motion (RIM) masih lumayan berjaya di Asia Tenggara. Misalnya di Thailand dan tentu saja Indonesia.

Di Bangkok, BlackBerry masih lumayan populer. Di Siam Paragon, mall terbesar ibu kota Thailand itu, toko retail BlackBerry masih berdiri di samping beberapa toko terkemuka seperti Prada dan Lamborghini.

Penduduk Indonesia juga masih meminati BlackBerry yang jadi smartphone terlaris dalam dua tahun terakhir. BlackBerry menempati posisi 2 smartphone terpopuler di Filipina dan nomor 3 di Thailand serta Malaysia. Namun Indonesia yang dinilai memegang peranan penting untuk masa depan BlackBerry. Didukung populasinya yang besar.

RIM pun menyadari hal tersebut. Sehingga seperti dikutip detikINET dari The Star, Kamis (3/1/2013), mereka terus menurunkan harga beberapa model BlackBerry sambil menjaga mereknya yang dicitrakan eksklusif.

"Menyenangkan saat berjalan-jalan di Jakarta karena sepertinya terasa seperti di New York lima tahun lalu ketika semua orang masih memakai BlackBerry," kata Hastings Singh, Managing Director RIM Asia Tenggara.

Pasar pun masih terbuka luas. Terutama di luar kota besar di mana masih banyak penduduk yang belum memiliki smartphone. BlackBerry dinilai bisa mengisi celah ini dengan menjual model lama yang dibanderol rendah.

"Dinamika di sini berbeda dari dunia barat dan saya pikir itu adalah sesuatu yang fantastis bagi kami," sebut Urpo Karjalainen, Senior Vice President of RIMs Asia-Pacific Operations.

RIM sendiri akan segera merilis ponsel dengan OS BlackBerry 10 pada akhir Januari ini. Dibekali berbagai fitur unggulan, BlackBerry 10 diharapkan menjadi lawan sepadan bagi iPhone dan handset Android.


(fyk/rns)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close