Berita Utama
-
Senin, 20/05/2013 12:30 WIB 7 Lokasi Terlarang Google Earth
-
Jumat, 17/05/2013 15:41 WIB BBM di iOS dan Android, Masih Pakai PIN Gak Ya?
-
Jumat, 17/05/2013 13:07 WIB 6 Ponsel Super Terbaru yang Mencuri Perhatian
-
Jumat, 17/05/2013 10:02 WIB Perjalanan Google Glass: dari Culun Hingga Futuristik
-
Kamis, 16/05/2013 15:23 WIB 7 Gebrakan Sang Raksasa di Google I/O
-
Kamis, 16/05/2013 13:28 WIB 10 Produsen Ponsel Terbesar Dunia
Klinik Internet Security
Apa Virus Komputer yang Paling Ganas?
Senin, 17/12/2012 11:03 WIB
Ilustrasi (Ist)
Jakarta - Apa virus komputer paling berbahaya yang pernah terdeteksi, dan sejauh apa kerusakan yang ditimbulkan?
Jawaban [Vaksincom] :
Pertanyaan ini gampang-gampang susah karena definisi berbahaya itu yang relatif. Sebagai gambaran, virus yang biasa-biasa saja dan hanya mengakibatkan komputer restart mungkin akan menyebabkan kejengkelan bagi korbannya di komputer rumahan.
Tetapi jika hal ini terjadi pada instalasi komputer yang vital seperti rumah sakit atau layanan publik akan berdampak lebih fatal.
Kalau definisi bahaya adalah menghancurkan data, malware seperti Kespo dan Mywife dapat dikategorikan sebagai malware paling berbahaya karena menghancurkan data dan sangat sulit untuk di recover.
Tetapi dalam kasus lain, jika yang menjadi ukuran bahaya adalah malwara yang menyedot habis bandwidth maka Codered menjadi juara. Kalau dalam kasus menginjeksi file dan melumpuhkan sistem dan bandel maka malware seperti Virut, Sality dan Ramnit dapat dikatakan menjadi juaranya.
Namun di tahun 2012 ada beberapa beberapa malware yang dapat dikategorikan malware jagoan sangking jagonya, malware-malware jagoan ini mempermalukan SEMUA program antivirus.
Mengapa?
Karena malware-malware ini terbukti banyak yang mampu wara-wiri bercokol di komputer korbannya bertahun-tahun tanpa dapat terdeteksi oleh program antivirus apapun sebelum ia menjalankan aksinya. Contoh malware jagoan tersebut adalah Stuxnet, Duqu, Flame dan terakhir Shamoon.
Ada apa di balik kehebatan malware-malware ini dan mengapa program antivirus tidak dapat mendeteksinya ? Walaupun tidak ada pengakuan (mana ada orang membuat malware mengaku :p) tetapi disinyalir malware-malware jagoan di atas adalah malware yang disponsori oleh negara (state sponsored malware) dan diluncurkan untuk mencapai tujuan tertentu seperti memata-matai kegiatan negara musuh, mengacaukan proses suatu alat dan terakhir menghancurkan data atau mengakibatkan kerugian sebesar-besarnya bagi negara / institusi yang menjadi musuhnya.
Sebagai contoh Stuxnet dan Duqu yang diduga disebarkan dengan tujuan untuk menghambat program nuklir Iran dengan cara mengacaukan dan memanipulasi software SCADA yang menjalankan fungsi pengayaan uranium dalam membantu proses pembuatan nuklir Iran.
Walaupun tidak diakui, namun Stuxnet terhitung sukses menjalankan aksinya dan menghambat proses pembuatan nuklir Iran untuk jangka waktu yang cukup lama. Selain Stuxnet, ada satu malware dengan nama Flame yang mampu bercokol di komputer-komputer korbannya bertahun-tahun lamanya dan sama sekali tidak terdeteksi oleh program antivirus apapun dan dengan leluasa menjalankan aktivitas mata-mata seperti mencuri dan mengirimkan data dari komputer, mengaktifkan kamera, mikrofon komputer secara remote sampai mengakses smartphone yang terhubung secara bluetooth ke komputer.
Aksi Stuxnet akhirnya terbongkar karena program SCADA yang bereaksi secara aneh dimana layarnya menampilkan proses yang berjalan secara normal padahal dalam kenyataannya kondisinya adalah sebaliknya dan memang diduga manipulasi SCADA ini sengaja diperintah secara remote oleh pembuat Stuxnet untuk mengacaukan program nuklir Iran.
Lain halnya dengan Shamoon, malware ini diduga merupakan pembalasan atas aksi Stuxnet karena ia berhasil di menginfeksi 30.000-an komputer Aramco (perusahaan minyak terbesar Arab Saudi dan dunia) yang merupakan sekutu Amerika Serikat, juga RasGas (Qatar) dan mengakibatkan kelumpuhan operasional berminggu-minggu.
Shamoon selain melakukan kegiatan mata-mata berusaha mengirimkan data rahasia dari komputer yang di infeksinya, aksi puncaknya adalah ia melakukan aksi perusakan dengan menghapus MBR (mother boot record) dari komputer yang diinfeksinya. Sama seperti Stuxnet, Shamoon juga berhasil mengelabui deteksi program antivirus di Aramco yang menggunakan program antivirus paling populer dan terkenal dari Amerika.
(jsn/ash)
Alfons Tanujaya
Alfons Tanujaya mantan bankir yang merintis karir di dunia IT sejak tahun 1998, tahun 2000 mendirikan PT. Vaksincom dan aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia melalui mailing list vaksin@yahoogroups.com. Alfons juga aktif menjadi nara sumber bagi media nasional dan menulis artikel malware dan sekuriti pada media IT terkemuka di Indonesia sampai saat ini. Penggemar kuliner ini dapat dihubungi di alfons@vaksin.com, Facebook dan Twitter @alfonstan.
Jawaban [Vaksincom] :
Pertanyaan ini gampang-gampang susah karena definisi berbahaya itu yang relatif. Sebagai gambaran, virus yang biasa-biasa saja dan hanya mengakibatkan komputer restart mungkin akan menyebabkan kejengkelan bagi korbannya di komputer rumahan.
Tetapi jika hal ini terjadi pada instalasi komputer yang vital seperti rumah sakit atau layanan publik akan berdampak lebih fatal.
Kalau definisi bahaya adalah menghancurkan data, malware seperti Kespo dan Mywife dapat dikategorikan sebagai malware paling berbahaya karena menghancurkan data dan sangat sulit untuk di recover.
Tetapi dalam kasus lain, jika yang menjadi ukuran bahaya adalah malwara yang menyedot habis bandwidth maka Codered menjadi juara. Kalau dalam kasus menginjeksi file dan melumpuhkan sistem dan bandel maka malware seperti Virut, Sality dan Ramnit dapat dikatakan menjadi juaranya.
Namun di tahun 2012 ada beberapa beberapa malware yang dapat dikategorikan malware jagoan sangking jagonya, malware-malware jagoan ini mempermalukan SEMUA program antivirus.
Mengapa?
Karena malware-malware ini terbukti banyak yang mampu wara-wiri bercokol di komputer korbannya bertahun-tahun tanpa dapat terdeteksi oleh program antivirus apapun sebelum ia menjalankan aksinya. Contoh malware jagoan tersebut adalah Stuxnet, Duqu, Flame dan terakhir Shamoon.
Ada apa di balik kehebatan malware-malware ini dan mengapa program antivirus tidak dapat mendeteksinya ? Walaupun tidak ada pengakuan (mana ada orang membuat malware mengaku :p) tetapi disinyalir malware-malware jagoan di atas adalah malware yang disponsori oleh negara (state sponsored malware) dan diluncurkan untuk mencapai tujuan tertentu seperti memata-matai kegiatan negara musuh, mengacaukan proses suatu alat dan terakhir menghancurkan data atau mengakibatkan kerugian sebesar-besarnya bagi negara / institusi yang menjadi musuhnya.
Sebagai contoh Stuxnet dan Duqu yang diduga disebarkan dengan tujuan untuk menghambat program nuklir Iran dengan cara mengacaukan dan memanipulasi software SCADA yang menjalankan fungsi pengayaan uranium dalam membantu proses pembuatan nuklir Iran.
Walaupun tidak diakui, namun Stuxnet terhitung sukses menjalankan aksinya dan menghambat proses pembuatan nuklir Iran untuk jangka waktu yang cukup lama. Selain Stuxnet, ada satu malware dengan nama Flame yang mampu bercokol di komputer-komputer korbannya bertahun-tahun lamanya dan sama sekali tidak terdeteksi oleh program antivirus apapun dan dengan leluasa menjalankan aktivitas mata-mata seperti mencuri dan mengirimkan data dari komputer, mengaktifkan kamera, mikrofon komputer secara remote sampai mengakses smartphone yang terhubung secara bluetooth ke komputer.
Aksi Stuxnet akhirnya terbongkar karena program SCADA yang bereaksi secara aneh dimana layarnya menampilkan proses yang berjalan secara normal padahal dalam kenyataannya kondisinya adalah sebaliknya dan memang diduga manipulasi SCADA ini sengaja diperintah secara remote oleh pembuat Stuxnet untuk mengacaukan program nuklir Iran.
Lain halnya dengan Shamoon, malware ini diduga merupakan pembalasan atas aksi Stuxnet karena ia berhasil di menginfeksi 30.000-an komputer Aramco (perusahaan minyak terbesar Arab Saudi dan dunia) yang merupakan sekutu Amerika Serikat, juga RasGas (Qatar) dan mengakibatkan kelumpuhan operasional berminggu-minggu.
Shamoon selain melakukan kegiatan mata-mata berusaha mengirimkan data rahasia dari komputer yang di infeksinya, aksi puncaknya adalah ia melakukan aksi perusakan dengan menghapus MBR (mother boot record) dari komputer yang diinfeksinya. Sama seperti Stuxnet, Shamoon juga berhasil mengelabui deteksi program antivirus di Aramco yang menggunakan program antivirus paling populer dan terkenal dari Amerika.
(jsn/ash)
Alfons Tanujaya
Alfons Tanujaya mantan bankir yang merintis karir di dunia IT sejak tahun 1998, tahun 2000 mendirikan PT. Vaksincom dan aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia melalui mailing list vaksin@yahoogroups.com. Alfons juga aktif menjadi nara sumber bagi media nasional dan menulis artikel malware dan sekuriti pada media IT terkemuka di Indonesia sampai saat ini. Penggemar kuliner ini dapat dihubungi di alfons@vaksin.com, Facebook dan Twitter @alfonstan.
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
7 Lokasi Terlarang Google Earth
0 share this. -
Tantangan Terbesar Industri Komputasi Awan di Indonesia
0 share this. -
Harga Selangit, BlackBerry Q10 BM Tetap Dilirik
0 share this. -
Dituduh Ngemplang Pajak, Bos Google Pasang Badan
0 share this. -
Penjualan Kamera Saku Turun, Olympus Pangkas 30% Jumlah Karyawan
0 share this.
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 12/12/2012 12:52 WIB
Klinik Internet Security
Virus, Malware, Worm, & Trojan: Apa Sih Bedanya?
-
Selasa, 11/12/2012 10:56 WIB
Klinik Internet Security
Keamanan Lemah, Situs Pemerintah Gampang Dibobol?
-
Kamis, 29/11/2012 14:43 WIB
Klinik Internet Security
Melacak Toko Online Palsu dari Nomor Ponselnya
-
Senin, 12/11/2012 10:57 WIB
Klinik Internet Security
Firefox Sering Ngadat, Apakah Terserang Virus?
-
Selasa, 30/10/2012 10:39 WIB
Klinik Internet Security
Internet Terblokir Karena Antivirus?
-
Rabu, 24/10/2012 12:08 WIB
Klinik Internet Security
Folder 'Recycler' yang Tak bisa Dihapus, Apakah Itu Virus?
-
Selasa, 23/10/2012 11:39 WIB
Klinik Internet Security
Ponsel Android Sering Diinstal Customrom, Apa Risikonya?
-
Jumat, 19/10/2012 13:38 WIB
Klinik Internet Security
Baik Mana, Antivirus Lokal atau Luar?
- Senin, 20/05/2013 12:30 WIB
7 Lokasi Terlarang Google Earth
- Senin, 20/05/2013 11:55 WIB
Harga Selangit, BlackBerry Q10 BM Tetap Dilirik
- Senin, 20/05/2013 11:35 WIB
BlackBerry Q10 BM Dibanderol Rp 13 Juta di Indonesia
- Senin, 20/05/2013 09:38 WIB
Isu Panas di Jagat TI
Tumbang dan Kejutan ala BlackBerry Messenger
- Senin, 20/05/2013 13:03 WIB
Hebat! Game Keren Ini Hanya Dibuat Oleh Dua Orang
- Senin, 20/05/2013 09:36 WIB
Ini Dia Smartphone Pertama dengan Sistem Pendingin Liquid
- Senin, 20/05/2013 10:59 WIB
Catatan dari Tokyo
Teknologi 'Kelas Berat' di Pesta Fujitsu
- Senin, 20/05/2013 12:00 WIB
Dituduh Ngemplang Pajak, Bos Google Pasang Badan
- Senin, 20/05/2013 12:13 WIB
Bisnis Kamera Saku Seret, Olympus Pangkas 30% Karyawan
- Senin, 20/05/2013 08:17 WIB
Arab Saudi dan Jepang Diserang Hacker
-
208 Komentar
-
91 Komentar
-
67 Komentar
-
60 Komentar
-
46 Komentar
-
46 Komentar
-
44 Komentar
-
42 Komentar
-
38 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
35 Komentar
-
30 Komentar
-
28 Komentar
-
27 Komentar
Pro Kontra
Index »
Ponsel Rp 7 Jutaan Pantas Jadi Rebutan?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
Must Read
close
-
Kamis, 16/05/2013 11:40 WIB WIB
Mengintip Pesta Google I/O
-
Rabu, 15/05/2013 15:44 WIB WIB
Q5, BlackBerry 10 Manis Versi Ekonomis












