Berita Utama
-
Jumat, 17/05/2013 15:41 WIB BBM di iOS dan Android, Masih Pakai PIN Gak Ya?
-
Jumat, 17/05/2013 13:07 WIB 6 Ponsel Super Terbaru yang Mencuri Perhatian
-
Jumat, 17/05/2013 10:02 WIB Perjalanan Google Glass: dari Culun Hingga Futuristik
-
Kamis, 16/05/2013 15:23 WIB 7 Gebrakan Sang Raksasa di Google I/O
-
Kamis, 16/05/2013 13:28 WIB 10 Produsen Ponsel Terbesar Dunia
-
Kamis, 16/05/2013 12:32 WIB New Google Maps Makin Mantap
Klinik Internet Security
Virus, Malware, Worm, & Trojan: Apa Sih Bedanya?
Rabu, 12/12/2012 12:52 WIB
Ilustrasi (Ist)
Jakarta - Apa perbedaan malware, trojan, virus, worm, dan spyware. Soalnya kadang suka bingung membedakannya?
Jawaban [Vaksincom] :
Ini pertanyaan yang menarik karena selama ini umumnya kebanyakan orang menggunakan istilah virus jika terjangkit oleh kode jahat (malware).
Secara definitif jika kita membicarakan kode jahat istilah yang digunakan adalah malware (malicious software / software jahat / kode jahat). Karena malware adalah kode jahat, maka ia mencakup worm, trojan, virus, spyware / adware, rootkit, bots, exploit, backdoor dan lainnya.
Namun dalam praktek sehari-haripun Vaksinis (teknisi Vaksincom) dalam berhadapan dengan malware di customer tidak mau terlalu terpaku kalau customer ngotot dia kena virus (walaupun mungkin worm), yang penting dibantu saja dulu selesaikan masalahnya. Daripada sibuk berdebat dan tidak menyelesaikan masalah :p.
Namun supaya tidak terlalu panjang kita bahas yang paling umum saja: virus, worm, spyware, trojan seperti yang kamu tanyakan. Dan sedikit mengenai vulnerability (celah keamanan), patch dan service pack.
Malware
Malicious Software adalah software yang diciptakan untuk tujuan jahat. Pada dasarnya malware adalah software / program komputer, yang membedakan malware dengan software adalah tujuan dan aksinya yang merugikan komputer korbannya seperti mengubah (menghapus, mencuri atau menyembunyikan) data, mengkonsumsi bandwidth atau sumber daya lain tanpa seizin pemilik komputer atau aksi lain yang merugikan.
Virus
Malware yang untuk menginfeksi komputer membutuhkan bantuan / intervensi pihak ke tiga (biasanya sih manusia) untuk menjalankan dirinya dan tidak bisa berjalan secara otomatis menginfeksi komputer. Supaya manusia mau menjalankan dirinya, virus memalsukan dirinya sebagai program baik-baik seperti .doc, .jpg atau folder yang jika di klik akan menjalankan virus.
Dalam banyak kasus, supaya makin meyakinkan manusia untuk mengklik dirinya, virus memalsukan diri (icon, ekstensi) sebagai gambar porno, file crack atau hal lain yang akan menarik orang melakukan klik.
Worm
Malware yang dapat secara otomatis menginfeksi komputer tanpa bantuan pihak ke tiga. Jadi sekali worm ada di komputer / jaringan, ia akan secara otomatis menyebarkan dirinya ke komputer lain tanpa bantuan atau bahkan tanpa dapat dicegah oleh para pemilik komputer lain dalam jaringan.
Tentunya ada pertanyaan, kalau worm bisa menyebarkan dirinya secara otomatis, lalu mengapa orang tidak membuat worm semua, kok malah membuat virus yang membutuhkan bantuan orang untuk mengaktifkan dirinya. Jawabannya: origami adalah ... oops, salah.
Supaya worm dapat menginfeksi komputer secara otomatis ia harus mengeksploitasi celah keamanan (vulnerability) software (bisa Windows, Office, Adobe Acrobat atau software apapun yang umumnya populer yang menjadi sasaran).
Jadi jika celah keamanan yang dieksploitasi/dimanfaatkan oleh worm untuk menyebarkan dirinya secara otomatis sudah ditambal (patch) maka worm tersebut menjadi memble dan tidak memiliki kemampuan menginfeksi sistem lagi. Jadi dalam sistem yang terpatch, virus malah lebih mudah menginfeksi sistem dibandingkan worm.
OOT
Untuk mencegah eksploitasi pada celah keamanan (vulnerability) vendor software mengeluarkan tambalan (patch) setiap kali muncul celah keamanan. Kumpulan patch-patch itulah yang dinamakan 'service pack', jadi sekarang kamu tahu mengapa setiap kali instal OS harus menginstal 'service pack'.
Salah satu tujuan utama adalah supaya celah-celah keamanan dan bug lain yang ditemukan selama bertahun-tahun sebelumnya dapat ditambal semuanya dan komputer aman dan lancar jaya dijalankan dan menjelajah jaringan / internet.
Pada sistem OS yang terbaru penambalan celah keamanan terjadi secara otomatis dimana setiap kali komputer dinyalakan dan terhubung ke internet ia akan mengecek patch terbaru dan secara otomatis melakukan update sehingga terhindar dari eksploitasi.
Trojan
Sama seperti film Troy, trojan adalah kuda troya yang akan berpura-pura sebagai program berguna baik crack, game atau program lain yang secara diam-diam menginstalkan dirinya pada sistem dan menjalankan kegiatan mata-mata seperti mencuri data, merekam ketukan keyboard dan mengirimkan ke alamat yang telah ditentukan oleh pembuatnya.
Spyware
Seperti film 007, spyware adalah program untuk memata-matai komputer korbannya. Pada awalnya spyware diciptakan untuk memata-matai profil pengguna komputer dan salah satu pemanfaatannya adalah menampilkan adware (software penampil iklan / ad) sesuai dengan profil / minat pengguna komputer dimana setiap kali iklan tampil di komputer korbannya akan memberikan keuntungan finansial langsung bagi pembuat adware ini (pay per click).
Setelah hal ini diberangus, kemudian beredar rogue antivirus (antivirus palsu) yang merupakan metamorfisis adware yang awalnya mengharapkan keuntungan finansial dari pemasang iklan saat tampil di komputer korbannya, karena banyaknya ad-blocker maka ia berkembang menjadi rogue antivirus yang jika berhasil aktif di komputer korbannya ia akan menakuti korbannya dengan menampilkan pesan palsu seakan-akan komputer korbannya terinfeksi oleh banyak sekali malware berbahaya dan pesan dirancang sedemikian rupa untuk mengganggu dan hanya bisa dibersihkan jika membeli aplikasi antivirus pada link yang disediakan.
(jsn/ash)
Alfons Tanujaya
Alfons Tanujaya mantan bankir yang merintis karir di dunia IT sejak tahun 1998, tahun 2000 mendirikan PT. Vaksincom dan aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia melalui mailing list vaksin@yahoogroups.com. Alfons juga aktif menjadi nara sumber bagi media nasional dan menulis artikel malware dan sekuriti pada media IT terkemuka di Indonesia sampai saat ini. Penggemar kuliner ini dapat dihubungi di alfons@vaksin.com, Facebook dan Twitter @vaksincom.
Jawaban [Vaksincom] :
Ini pertanyaan yang menarik karena selama ini umumnya kebanyakan orang menggunakan istilah virus jika terjangkit oleh kode jahat (malware).
Secara definitif jika kita membicarakan kode jahat istilah yang digunakan adalah malware (malicious software / software jahat / kode jahat). Karena malware adalah kode jahat, maka ia mencakup worm, trojan, virus, spyware / adware, rootkit, bots, exploit, backdoor dan lainnya.
Namun dalam praktek sehari-haripun Vaksinis (teknisi Vaksincom) dalam berhadapan dengan malware di customer tidak mau terlalu terpaku kalau customer ngotot dia kena virus (walaupun mungkin worm), yang penting dibantu saja dulu selesaikan masalahnya. Daripada sibuk berdebat dan tidak menyelesaikan masalah :p.
Namun supaya tidak terlalu panjang kita bahas yang paling umum saja: virus, worm, spyware, trojan seperti yang kamu tanyakan. Dan sedikit mengenai vulnerability (celah keamanan), patch dan service pack.
Malware
Malicious Software adalah software yang diciptakan untuk tujuan jahat. Pada dasarnya malware adalah software / program komputer, yang membedakan malware dengan software adalah tujuan dan aksinya yang merugikan komputer korbannya seperti mengubah (menghapus, mencuri atau menyembunyikan) data, mengkonsumsi bandwidth atau sumber daya lain tanpa seizin pemilik komputer atau aksi lain yang merugikan.
Virus
Malware yang untuk menginfeksi komputer membutuhkan bantuan / intervensi pihak ke tiga (biasanya sih manusia) untuk menjalankan dirinya dan tidak bisa berjalan secara otomatis menginfeksi komputer. Supaya manusia mau menjalankan dirinya, virus memalsukan dirinya sebagai program baik-baik seperti .doc, .jpg atau folder yang jika di klik akan menjalankan virus.
Dalam banyak kasus, supaya makin meyakinkan manusia untuk mengklik dirinya, virus memalsukan diri (icon, ekstensi) sebagai gambar porno, file crack atau hal lain yang akan menarik orang melakukan klik.
Worm
Malware yang dapat secara otomatis menginfeksi komputer tanpa bantuan pihak ke tiga. Jadi sekali worm ada di komputer / jaringan, ia akan secara otomatis menyebarkan dirinya ke komputer lain tanpa bantuan atau bahkan tanpa dapat dicegah oleh para pemilik komputer lain dalam jaringan.
Tentunya ada pertanyaan, kalau worm bisa menyebarkan dirinya secara otomatis, lalu mengapa orang tidak membuat worm semua, kok malah membuat virus yang membutuhkan bantuan orang untuk mengaktifkan dirinya. Jawabannya: origami adalah ... oops, salah.
Supaya worm dapat menginfeksi komputer secara otomatis ia harus mengeksploitasi celah keamanan (vulnerability) software (bisa Windows, Office, Adobe Acrobat atau software apapun yang umumnya populer yang menjadi sasaran).
Jadi jika celah keamanan yang dieksploitasi/dimanfaatkan oleh worm untuk menyebarkan dirinya secara otomatis sudah ditambal (patch) maka worm tersebut menjadi memble dan tidak memiliki kemampuan menginfeksi sistem lagi. Jadi dalam sistem yang terpatch, virus malah lebih mudah menginfeksi sistem dibandingkan worm.
OOT
Untuk mencegah eksploitasi pada celah keamanan (vulnerability) vendor software mengeluarkan tambalan (patch) setiap kali muncul celah keamanan. Kumpulan patch-patch itulah yang dinamakan 'service pack', jadi sekarang kamu tahu mengapa setiap kali instal OS harus menginstal 'service pack'.
Salah satu tujuan utama adalah supaya celah-celah keamanan dan bug lain yang ditemukan selama bertahun-tahun sebelumnya dapat ditambal semuanya dan komputer aman dan lancar jaya dijalankan dan menjelajah jaringan / internet.
Pada sistem OS yang terbaru penambalan celah keamanan terjadi secara otomatis dimana setiap kali komputer dinyalakan dan terhubung ke internet ia akan mengecek patch terbaru dan secara otomatis melakukan update sehingga terhindar dari eksploitasi.
Trojan
Sama seperti film Troy, trojan adalah kuda troya yang akan berpura-pura sebagai program berguna baik crack, game atau program lain yang secara diam-diam menginstalkan dirinya pada sistem dan menjalankan kegiatan mata-mata seperti mencuri data, merekam ketukan keyboard dan mengirimkan ke alamat yang telah ditentukan oleh pembuatnya.
Spyware
Seperti film 007, spyware adalah program untuk memata-matai komputer korbannya. Pada awalnya spyware diciptakan untuk memata-matai profil pengguna komputer dan salah satu pemanfaatannya adalah menampilkan adware (software penampil iklan / ad) sesuai dengan profil / minat pengguna komputer dimana setiap kali iklan tampil di komputer korbannya akan memberikan keuntungan finansial langsung bagi pembuat adware ini (pay per click).
Setelah hal ini diberangus, kemudian beredar rogue antivirus (antivirus palsu) yang merupakan metamorfisis adware yang awalnya mengharapkan keuntungan finansial dari pemasang iklan saat tampil di komputer korbannya, karena banyaknya ad-blocker maka ia berkembang menjadi rogue antivirus yang jika berhasil aktif di komputer korbannya ia akan menakuti korbannya dengan menampilkan pesan palsu seakan-akan komputer korbannya terinfeksi oleh banyak sekali malware berbahaya dan pesan dirancang sedemikian rupa untuk mengganggu dan hanya bisa dibersihkan jika membeli aplikasi antivirus pada link yang disediakan.
(jsn/ash)
Alfons Tanujaya
Alfons Tanujaya mantan bankir yang merintis karir di dunia IT sejak tahun 1998, tahun 2000 mendirikan PT. Vaksincom dan aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia melalui mailing list vaksin@yahoogroups.com. Alfons juga aktif menjadi nara sumber bagi media nasional dan menulis artikel malware dan sekuriti pada media IT terkemuka di Indonesia sampai saat ini. Penggemar kuliner ini dapat dihubungi di alfons@vaksin.com, Facebook dan Twitter @vaksincom.
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Angry Birds Rio 'Terbang' ke Windows Phone
421 share this. -
Olympus Akhiri Lini Kamera Saku Murah
406 share this. -
LG dan Sharp Bakal Garap Layar iPad Mini 2
0 share this. -
Bill Gates Kembali Jadi Orang Terkaya di Dunia
0 share this. -
Yahoo Pertimbangkan Beli Tumblr USD1,1 Miliar Cash!
0 share this.
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 10/04/2013 17:11 WIB
Klinik Internet Security
Bagaimana Captive Portal Bisa Mengenali Banyak User?
-
Selasa, 09/04/2013 13:53 WIB
Klinik Internet Security
Password di Gadget & Bencana Saat Hilang
-
Kamis, 28/02/2013 11:46 WIB
Klinik Internet Security
4 Tips Memilih Antivirus yang Baik
-
Rabu, 27/02/2013 10:31 WIB
Klinik Internet Security
Sama-sama Linux, Ubuntu Dapat Terinfeksi Virus Android?
-
Jumat, 22/02/2013 10:45 WIB
Klinik Internet Security
Peretas Situs Pemerintah Pantaskah Dihukum Berat?
-
Rabu, 20/02/2013 10:03 WIB
Klinik Internet Security
Seberapa Kuat Windows Defender Menangkal Virus?
-
Senin, 18/02/2013 13:13 WIB
Klinik Internet Security
Pakai Banyak Antivirus di PC, Apa Gak 'Bentrok'?
-
Rabu, 13/02/2013 13:07 WIB
Klinik Internet Security
Android Milik Google atau Linux?
- Sabtu, 18/05/2013 16:09 WIB
LG dan Sharp Bakal Garap Layar iPad Mini 2
- Sabtu, 18/05/2013 13:56 WIB
Bill Gates Kembali Jadi Orang Terkaya di Dunia
- Sabtu, 18/05/2013 12:01 WIB
BBM untuk iOS Tidak Akan Hadir di iPad
- Sabtu, 18/05/2013 12:54 WIB
Yahoo Pertimbangkan Beli Tumblr USD1,1 Miliar Cash!
- Sabtu, 18/05/2013 10:38 WIB
Angry Birds Rio 'Terbang' ke Windows Phone
- Sabtu, 18/05/2013 09:50 WIB
Olympus Akhiri Lini Kamera Saku Murah
- Jumat, 17/05/2013 11:44 WIB
Mau Jajal BBM di Android dan iPhone? Daftar Dulu!
- Jumat, 17/05/2013 15:41 WIB
BBM di iOS dan Android, Masih Pakai PIN Gak Ya?
- Jumat, 17/05/2013 13:07 WIB
6 Ponsel Super Terbaru yang Mencuri Perhatian
- Jumat, 17/05/2013 15:11 WIB
FotoINET
Samsung Galaxy S4 di Tangan Model Cantik
-
208 Komentar
-
90 Komentar
-
66 Komentar
-
60 Komentar
-
60 Komentar
-
53 Komentar
-
44 Komentar
-
44 Komentar
-
43 Komentar
-
42 Komentar
-
38 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
35 Komentar
-
35 Komentar
Pro Kontra
Index »
Ponsel Rp 7 Jutaan Pantas Jadi Rebutan?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
Must Read
close
-
Rabu, 15/05/2013 15:44 WIB WIB
Q5, BlackBerry 10 Manis Versi Ekonomis
-
Rabu, 15/05/2013 13:09 WIB WIB
Sensasi 'Sihir' Galaxy S4












