http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Akankah Sony Bikin Phablet Android?

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 17/10/2012 17:25 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/10/17/317/sonyneo460.jpg Ponsel Sony (tyo/inet)
Jakarta - Industri smartphone disemarakkan dengan kehadiran phablet, julukan untuk ponsel jumbo yang dikatakan sebagai perpaduan tablet PC dan smartphone. Akankah Sony ikut terjun ke pasar ini seperti beberapa vendor besar lain?

"Untuk saat ini, kami belum bisa berkomentar tentang produk yang diluncurkan di masa depan," demikian keterangan singkat dari Ola Lilja Molen, Director South East Asia Market Sony Mobile kepada detikINET.

Bisa jadi vendor asal Jepang ini memang tengah mempersiapkan perangkat phablet. Namun Ola masih belum bisa memberikan bocorannya.

Di sisi lain, Sony semakin agresif dengan mengeluarkan berbagai jenis ponsel Android. Jajaran produk mereka menyebar dari kelas low end maupun kelas high end.

"Kelas Rp 2 jutaan ke bawah juga semakin diminati. Karenanya kami merilis Miro setelah sebelumnya sudah ada Xperia Tipo," sebutnya.

"Yang pasti pasar ponsel Android masih terus tumbuh pesat. Kami pun menghadirkan berbagai teknologi khas Sony, terutama teknologi musik," kata Ola lebih lanjut.

Pasar Indonesia sendiri dianggap sangat penting oleh pria berambut gondrong ini. Maka, dia siap melakukan berbagai strategi untuk meraih pangsa pasar yang signifikan.

"Kami menghadirkan produk ponsel yang relevan untuk pasar Indonesia, dengan fitur atraktif seperti musik. Selain itu, kami juga akan terus memperkuat jalur distribusi di sini," pungkasnya.


(fyk/ash)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close