http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

'Pakai Tinta Printer Palsu Malah Lebih Mahal'

Rachmatunisa - detikinet
Rabu, 03/10/2012 16:34 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/10/03/317/deskjet2520hcdalem.jpg Printer 2520hc (HP)
Jakarta - Menggunakan tinta palsu untuk mengoperasikan printer sekilas memang tampak lebih murah. Tapi untuk jangka panjang, biayanya ternyata malah lebih mahal.

"Menggunakan tinta palsu, semakin banyak biaya yang dikeluarkan. Intinya biayanya malah tidak murah," kata Ellya selaku Market Development Manager IWS, Hewlett-Packard Indonesia.

Dikatakan Ellya mengutip survei IDC Februari 2012, penggunaan tinta suntik menghasilkan kualitas cetak yang buruk.

Masalah lainnya, dalam jangka panjang mesin printer bisa macet sehingga pengguna biasanya harus reparasi berkali-kali. Dan yang paling merugikan, pengguna bisa kehilangan garansi atas mesin printernya.

Menjawab permasalahan tersebut, Hewlett-Packard (HP) meluncurkan lima printer dengan katrid yang harganya diklaim sangat terjangkau yakni Rp 99 ribu.

"Ini murah dan cetaknya bisa banyak. Kita juga ingin mengedukasi consumer bahwa tinta infus itu bukan original. Ini adalah solusi kita menjawab kebutuhan itu," kata Imelda Setijadi, Director Printing Category HP Indonesia.

Dua printer yang diperkenalkan HP untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah HP Deskjet Ink Advantage 2520hc All in One dan 2020hc.

Dengan cartridge seharga Rp 99 ribu, pengguna dijanjikan bisa mencetak hingga 1.500 halaman. Printer 2520hc dibanderol seharga Rp 1.399.000 sementara 2020hc Rp 1.090.000.

"Kenapa masih pakai infus? Kualitasnya jelek, banyak hidden cost tak terduga. Kenapa gak pakai printer asli dan tinta yang asli?," kata Imelda, berpromosi.

(rns/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Permen Situs Negatif, Menurut Anda?

Pro kontra Permen Kominfo no 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif terus mengemuka. Lantas bagaimana dengan Anda terkait kehadiran Permen yang mengatur tata cara pelaporan situs yang masuk daftar hitam sensor Trust+ Positif ini?
Pro
32%
Kontra
68%


Must Read close