https://usimages.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

Melirik Aplikasi Edutainment Gratisan untuk Anak

Penulis: Yossy Suparyo - detikinet
Selasa, 04/09/2012 10:17 WIB
Melirik Aplikasi Edutainment Gratisan untuk Anak Ilustrasi (dok. yossy)
Jakarta - Pemanfaatan komputer untuk mendukung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukanlah langkah tabu. Bahkan komputer dapat mendukung kegiatan belajar anak dengan permainan (game) yang menarik dan menyenangkan.

Pendidikan anak dirancang untuk memadukan kegiatan belajar dan bermain (edutainment). Hal itu mengacu pada sifat alamiah anak yang dunianya adalah bermain. Bagi anak, jarak antara belajar dan bermain begitu tipis.

Model pembelajaran edutainment juga berlandaskan hasil riset cara kerja otak. Anak akan belajar efektif bila dalam keadaan fun dan bebas dari tekanan (revolution learning).

Pemanfaatan komputer tetap mengacu pada kebutuhan anak mengembangkan kecakapan hidup dengan suasana bermain. Anak usia dini butuh upaya-upaya pendidikan untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan fisik dan psikis, seperti intelektual, bahasa, motorik, dan sosio-emosional.

Bermain merupakan sarana belajar anak usia dini. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan, memanfaatkan, dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya.

Kendala yang acapkali muncul terkait dengan pengadaan piranti lunak yang cocok untuk anak. Aplikasi komputer harus mendukung anak bisa belajar lewat pengalaman, misalnya mengatasi kesalahan dan mencari sendiri jawaban dari permasalahan melalui simulasi permainan.

Namun, sebagian besar aplikasi edutainment berbasis proprietary masih menjadi barang mewah, terutama bagi PAUD di pedesaan. Harga aplikasi edutainment bisa mencapai Rp 5-10 juta.

Pun demikian, kondisi tersebut tak harus membuat Anda putus asa. Anda bisa belajar dari langkah berani yang ditempuh oleh PAUD Terpadu di Desa Melung, Kedungbanteng, Banyumas.

Mereka menggunakan sistem operasi dan aplikasi komputer berbasis sumber terbuka (open source) yang bisa diperoleh secara gratisan. Ada sejumlah aplikasi yang direkomendasikan oleh mereka, seperti Childsplay, Tux Math, Tux Typing, dan Tux Paint.

Childsplay bisa mendukung anak untuk menggunakan komputer sekaligus mengajari mereka sedikit matematika, huruf dari abjad, ejaan, dan koordinasi mata-tangan.

Tux Paint banyak digunakan sekolah-sekolah untuk kegiatan menggambar dengan komputer. Tux Paint menggabungkan antarmuka yang mudah digunakan, efek suara menyenangkan, dan maskot kartun lucu yang memandu mereka saat menggunakan program ini.

TuxMath merupakan game arcade yang membantu anak-anak berlatih matematika. TuxMath bisa digunakan secara perorangan dan kelompok sehingga belajar matematika menjadi efektif dan menyenangkan. TuxTyping adalah aplikasi edukasi untuk belajar mengetik bagi anak-anak yang dibintangi Tux, penguin Linux. Lewat TuxTyping anak berlatih mengetik sembari bermain.

Semua aplikasi di atas bisa Anda dapatkan secara gratisan dalam paket BlankOn Linux. Aplikasi-aplikasi itu tergolong mudah digunakan dan menyediakan berbagai pilihan bahasa. Anda juga bisa mengubah atau memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan karena kode sumbernya bersifat terbuka.

*) Penulis, Yossy Suparyo adalah Praktisi TIK Pedesaaan sekaligus Dewan Pakar BlankOn Banyumas. Yossy Suparyo, mendalami ilmu keguruan di IKIP Negeri Yogyakarta.

(ash/ash)


Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%