http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Melirik Aplikasi Edutainment Gratisan untuk Anak

Penulis: Yossy Suparyo - detikinet
Selasa, 04/09/2012 10:17 WIB
Halaman 1 dari 2
http://us.images.detik.com/content/2012/09/04/398/yossy460.jpg Ilustrasi (dok. yossy)
Jakarta - Pemanfaatan komputer untuk mendukung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukanlah langkah tabu. Bahkan komputer dapat mendukung kegiatan belajar anak dengan permainan (game) yang menarik dan menyenangkan.

Pendidikan anak dirancang untuk memadukan kegiatan belajar dan bermain (edutainment). Hal itu mengacu pada sifat alamiah anak yang dunianya adalah bermain. Bagi anak, jarak antara belajar dan bermain begitu tipis.

Model pembelajaran edutainment juga berlandaskan hasil riset cara kerja otak. Anak akan belajar efektif bila dalam keadaan fun dan bebas dari tekanan (revolution learning).

Pemanfaatan komputer tetap mengacu pada kebutuhan anak mengembangkan kecakapan hidup dengan suasana bermain. Anak usia dini butuh upaya-upaya pendidikan untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan fisik dan psikis, seperti intelektual, bahasa, motorik, dan sosio-emosional.

Bermain merupakan sarana belajar anak usia dini. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan, memanfaatkan, dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya.

Kendala yang acapkali muncul terkait dengan pengadaan piranti lunak yang cocok untuk anak. Aplikasi komputer harus mendukung anak bisa belajar lewat pengalaman, misalnya mengatasi kesalahan dan mencari sendiri jawaban dari permasalahan melalui simulasi permainan.

Namun, sebagian besar aplikasi edutainment berbasis proprietary masih menjadi barang mewah, terutama bagi PAUD di pedesaan. Harga aplikasi edutainment bisa mencapai Rp 5-10 juta.Next

Halaman 1 2
(ash/ash)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
52%
Kontra
48%


Must Read close