http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Agnes Monica, Si Gadget Freak Fashionable

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Selasa, 28/08/2012 18:35 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/28/455/agnes5.jpg
Jakarta - Agnes Monica menerima pinangan Dell menjadi brand ambassador produk komputer premiumnya di Indonesia. Sebab, Agnes sendiri merasa cocok dengan kegiatan itu karena dirinya juga maniak gadget stylish di kehidupan sehari-hari.

"Saya sangat gadget freak dari handphone sampai kamera, software, dan beberapa gadget saya kecanduan," tutur Agnes di sela pengenalan dirinya sebagai brand ambassador Dell di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Dell Indonesia memilih Agnes Monica untuk menjadi brand ambassador karena figurnya dianggap cukup mumpuni untuk mendongkrak profil laptop dan desktop premium keluaran Dell yang ditujukan untuk kalangan premium.

Senior Marketing Manager Dell Indonesia Willy Hendrajudo, menuturkan proses penempatan Agnes sebagai duta Dell memakan waktu sekitar enam bulanan. "Prosesnya cukup sulit. Jadi kita pilih ikon yang paling tepat ialah Agnes," kata dia.

Agnes juga mengaku tak sembarangan saat ditawari menjadi brand ambassador. "Saya lihat-lihat dulu spesifikasinya, teknologi yang bukan cuma baik tapi fashionable banget," ucapnya.

Setelah cocok, ia pun setuju untuk menjadikan Dell sebagai perangkat penunjangnya sehari-hari. Misalnya untuk kebutuhannya rekaman.

"Saya harus mengadalkan Skype untuk komunikasi dengan orang melalui internet. Saya perlu perangkat yang slim dan mobile, fashionable dan elegan," ujarnya lebih lanjut.

"Pada saat mesti rekaman untuk backing vocal, dan saat saya lagi di luar kota, saat itu juga saya harus kirim, dan kebutuhan ini bukan cuma di musik tapi di semua profesi," pungkas Agnes.


(rou/eno)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close