http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Sharp Tak Lagi Produksi TV?

Rachmatunisa - detikinet
Sabtu, 18/08/2012 15:30 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/18/317/sharptv.jpg Ilustrasi (Ist)
Tokyo, - Sharp kabarnya mempertimbangkan untuk lebih fokus memproduksi panel LCD (liquid crsytal display) sehingga perlu menjual sejumlah unit bisnisnya. Perusahaan asal Jepang ini berencana untuk tak lagi merakit TV.

Sharp seperti dilaporkan surat kabar setempat Nikkei, disebut-sebut akan melepas unit bisnis mesin fotokopi dan pendingin ruangan (AC) agar lebih fokus dalam persaingan pasar LCD.

Namun seperti dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Sabtu (18/8/2012), Sharp melalui juru bicaranya menolak laporan tersebut. "Kami mempelajari berbagai pengukuran, namun tidak ada fakta yang mendukung laporan surat kabar Nikke mengenai kemungkinan penjualan operasional utama Sharp," ujar juru bicara tersebut.

Performa perusahaan elektronik ini memang tidak menggembirakan awal bulan ini, dengan harga saham yang merosot pada titik terendahnya dalam 40 tahun terakhir.

Nikkei menyebutkan, sebagai bagian dari upaya pemulihan, Sharp juga akan melakukan spinoff pabriknya di pusat Jepang, yang membuat panel LCD untuk smartphone dan tablet, termasuk untuk komponen iPhone dan iPad Apple.

"Sharp mungkin saja menerima suntikan investasi dari pabrikan lain dan menjalankan operasional pabrik bersama-sama, seperti yang dilakukan Hon Hai roPrecision asal Taiwan di pabrik Sakai yang berlokasi di prefecture Osaka," tulis Nikkei.

Saham Sharp turun 1,14% menjadi 173 yen pada penutupan perdagangan Jumat.


(rns/tyo)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Ponsel Rp 7 Jutaan Pantas Jadi Rebutan?

    Ponsel kelas atas macam HTC One, Sony Xperia Z, BlackBerry Z10, Samsung Galaxy S4, iPhone 5 dan lainnya memang memikat. Namun deretan ponsel premium tersebut harus ditebus dengan harga di kisaran Rp 7 jutaan. Pantas kah?
    Pro
    52%
    Kontra
    48%


    Must Read close