http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Pemakaian Bing di The Amazing Spider-Man Tuai Kritikan

Santi Dwi Jayanti - detikinet
Selasa, 10/07/2012 16:33 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/07/10/398/blogspidermandlm.jpg The Amazing Spider-Man (Ist.)
Jakarta - Mesin pencari besutan Microsoft, Bing pamornya memang tidak terlalu gemilang. Oleh karena itulah saat Peter Parker alias Spider-Man menggunakan search engine ini, kritikan pun mengalir.

Penggunaan Bing yang dimaksud bisa dilihat pada salah satu scene di film yang masih ramai diperbincangkan tersebut. Banyak yang menyebutkan, mustahil bagi Peter Parker yang dikisahkan sebagai seorang remaja 'science nerd' memakai Bing.

"Hal itu seperti Tony Stark (karakter di Iron Man-red) memakai Windows Vista," demikian lontar salah satu pengguna mikroblog Tumblr, seperti dilansir dari AllVoices, Selasa (10/7/2012).

Salah satu reviewer di Letterboxd bahkan dengan tegas mengatakan," Peter Parker menggunakan Bing sebagai mesin pencari defaultnya? Dia adalah nerd! Nerd tidak memakai Bing. Tak seorang pun memakai Bing!". Kritikan mengenai pemakaian Bing juga dilaporkan mengalir di Reddit maupun Twitter.

Bing memang tidak setenar Google. ComScore sendiri pernah mengeluarkan laporan bahwa pada bulan Mei, pemakaian Bing hanya sebesar 15,4% di Amerika Serikat. Mudah ditebak, dominasi penggunaan search engine masih dipegang Google dengan prosentase 66,7%.

Sebenarnya, pemakaian produk-produk teknologi di film sebagai bagian dari product placement bukanlah hal baru. Selain Bing, produk teknologi lain yang mejeng di film tersebut adalah smartphone keluaran Sony. Hal ini tentu saja tak mengherankan sebab Sony Pictures lah yang berada di balik pembuatan film yang diangkat dari komik Marvel tersebut.


(sha/ash)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
49%
Kontra
51%


Must Read close