http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

Setelah .xxx, Kini Giliran .sex, .porn, & .adult?

Ardhi Suryadhi - detikinet
Selasa, 12/06/2012 11:38 WIB
Setelah .xxx, Kini Giliran .sex, .porn, & .adult? Ilustrasi (icmregistry)
Jakarta - Belum habis kontroversi soal domain .xxx sebagai 'sarang' situs porno, kini muncul lagi wacana yang tak kalah kontroversial.

Adalah .sex, .porn, serta .adult yang akan coba diajukan oleh ICM Registry untuk menjadi domain yang beredar di internet.

ICM Registry sendiri diketahui sebagai pihak yang juga awalnya ngotot untuk penggunaan domain .xxx. Padahal kala itu, banyak kalangan yang menentang penggunaan domain untuk konten porno tersebut.

Hanya saja, pengalaman kurang mengenakkan itu sepertinya tak terlalu dipersoalkan oleh ICM Registry. Mereka pun kini mengusung misi untuk memuluskan jalan tiga domain berbau mesum tersebut.

Chief Executive Officer ICM Registry Stuart Lawley beralasan, hal ini dilakukan pihaknya bukan semata-mata untuk mengeksploitasi sensualitas. Namun diklaim lebih sebagai cara untuk mengontrol konten dewasa di dunia maya.

"Kami sangat berhati-hati dan bertanggung jawab dengan apa yang kami lakukan terhadap domain .xxx. Dan kami tidak ingin pihak lain mengambil alih apa yang telah kami lakukan sebagai incumbent," ujar Lawley, seperti dikutip detikINET dari CNN Money, Selasa (12/6/2012).

"Kami ingin mengeluarkan konten yang dapat diidentifikasi dengan jelas dan tidak membingungkan pengguna," imbuhnya.

Sebelumnya, domain .xxx pertama kali diajukan pada tahun 2000 oleh ICM Registry sebagai pilihan bagi situs porno di internet. Tentu saja di awal pengajuan tersebut banyak yang tak setuju.

Pun demikian, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) memutuskan untuk memperbolehkan penggunaan .xxx sebagai sTLD pada 18 Maret 2011.

Mereka yang berminat pun harus membayar USD 200 - 300 untuk pre-registrasi domain ini. Dan domain .xxx pun akhirnya resmi diluncurkan pada Desember 2011.


(ash/eno)


Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close