http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Hacker Bocah Sukses Retas 259 Situs dalam 90 Hari

Trisno Heriyanto - detikinet
Kamis, 26/04/2012 08:33 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/26/323/computergame460.jpg
Austria - Seorang anak yang masih berusia 15 tahun kini harus berurusan dengan pihak berwajib, ia terbukti telah meretas dan merusak 259 situs hanya dalam 90 hari.

Bocah tersebut berasal dari Austria dan telah menjadi target kepolisian setempat selama beberapa bulan. Anak yang tidak diungkap identitas aslinya ini tergolong hebat, setiap beraksi ia selalu memalsukan alamat IP dan menghilangkan sejumlah bukti. Tidak seperti hacker di Bangladesh yang justru meninggalkan alamat email.

Seluruh situs yang menjadi korban pelaku adalah pelaku industri di Austria, ada yang bergerak di bidang olah raga, layanan turis, situs dewasa, dan beberapa bidang lainnya. Semua situs tersebut diobok-obok sejak Januari hingga Maret 2012.

Saat diinterogasi oleh pihak kepolisian, bocah tersebut mengaku tidak memiliki motif jahat. Ia hanya merasa bosan dan ingin membuktikan kemampuan kepada seluruh temannya di forum lokal khusus peretas. Konon di forum ini ia menduduki peringkat ke 50 dari 2.000 hacker yang aktif.

Dalam aksinya, bocah dengan nicknam ACK!3STX menggunakan aplikasi khusus yang membuatnya tidak terdeteksi. Namun naas, software yang ia andalkan itu tidak berhasil melindunginya dari intaian satuan Cyber Crime Competence Centre Austria.

Dikutip detikINET dari zdnet, Kamis (26/4/2012), polisi berhasil mendapatkan alamat IP pelaku dan melacak hingga ke tempat tinggalnya di sebuah perumahan di Austria.

Hingga kini belum diketahui total jumlah kerugian dari aksi tersebut. Pun begitu soal hukuman ACK!3STX, yang jelas saat ini bocah pintar tersebut tengah menjalani proses hukum.


(eno/eno)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
47%
Kontra
53%


Must Read close