Berita Utama
-
Jumat, 24/05/2013 13:55 WIB
BlackBerry Q10 dan Q5, Apa Bedanya?
-
Jumat, 24/05/2013 13:07 WIB Basah-basahan dengan LG Optimus GJ
-
Jumat, 24/05/2013 11:25 WIB Lepas BBM, Ponsel BlackBerry Masih Laku?
-
Jumat, 24/05/2013 09:56 WIB XL Axiata Diisukan Mau Akuisisi Axis
-
Jumat, 24/05/2013 09:17 WIB Kecanggihan Kamera Ponsel dari Masa ke Masa
-
Kamis, 23/05/2013 15:34 WIB Balutan Emas BlackBerry Porsche
Sopan-santun Saat Memotret, Apa Itu?
Selasa, 24/04/2012 10:31 WIB
Tingkah laku itu perlu (Ari Saputra)
Jakarta - Memotret merupakan kegiatan yang menyenangkan. Anda akan memperoleh kepuasan bila gambar yang dihasilkan sesuai dengan harapan.
Nah, untuk memperoleh kepuasan tersebut, pada dasarnya ada sopan santun yang sudah menjadi semacam hukum tidak tertulis selama bertahun-tahun. Sopan santun ini mengacu pada etika tata krama pada umumnya, namun sering dilupakan karena 'saking bernafsunya' memotret. Apa itu?
1. Patuhi peraturan setempat. Bila ada larangan tertulis untuk tidak mengambil gambar, ada baiknya mematuhi. Sebab, larangan itu biasanya terkait dengan kerahasiaan atau keamanan seseorang/lembaga seperti institusi militer.
Bila tidak ada larangan tertulis namun diberitahu petugas bahwa dilarang memotret di tempat itu, tidak perlu ngotot. Masih banyak hal lain yang bisa diabadikan bukan?
Buat subjek foto Anda senyaman mungkin untuk difoto dengan diajak berkomunikasi. Sehingga hasil foto terlihat luwes dan tidak canggung.
2. Saat memotret seseorang yang belum dikenal, tidak harus langsung jepret. Perlu meminta izin dulu karena tidak semua orang suka dipotret. Anda juga perlu menjelaskan tujuan memotret untuk keperluan pribadi ataukah komersial.
Buat subjek foto Anda senyaman mungkin untuk difoto dengan diajak berkomunikasi. Sehingga hasil foto terlihat luwes dan tidak canggung.
3. Pada sebuah acara, ikuti arahan panitia dengan seksama. Kalaupun ada petunjuk yang keberatan, usahakan dinegosiasikan dengan baik. Biasanya, kasus ini sering terjadi saat panitia belum terbiasa memahami kebutuhan fotografi secara utuh seperti penempatan tempat yang buruk untuk fotografer.
4. Saat hendak memotret agenda yang kira-kira akan didatangi banyak fotografer, datanglah lebih cepat untuk memperoleh posisi terbaik. Jangan menutupi juru potret yang sudah berada di posisi siap siaga, apalagi nyelonong di depannya.
5. Bila waktunya cukup lama dan ketika memperoleh posisi yang bagus, berikan kesempatan fotografer lain memotret dari spot tersebut. 5 hingga 10 frame sudah cukup membuatnya senang dan Anda dapat kembali ke posisi itu setelahnya tanpa perlu dianggap arogan.
Sebab, pada dasarnya setiap fotografer mempunyai hak sama memperoleh gambar. Perilaku yang santun sesama fotografer akan membentuk rasa persaudaraan yang kuat.
6. Pada pemotretan yang memerlukan setting tertentu dan dilakukan beramai-ramai, jangan mengganti set tanpa permisi terlebih dahulu kepada yang lain.
7. Saat memotret agenda religius ataupun adat/ritual, tidak perlu bertingkah over acting ataupun bolak-balik bergeser posisi seperti setrikaan. Cukup sekali-dua kali bergeser posisi guna menjaga ritual berjalan khidmat.
Jangan terlihat grasa-grusu dan membuat peserta ritual ilfill melihat tingkah laku fotografer. Dengan membawa diri sesopan mungkin dan tepat pada ukurannya, Anda sebagai fotografer akan dihormati.
Pandai-pandai menempatkan diri, posisi dan bersosialisasi menjadi bekal sukses seorang fotografer.
(Ari/sha)
Nah, untuk memperoleh kepuasan tersebut, pada dasarnya ada sopan santun yang sudah menjadi semacam hukum tidak tertulis selama bertahun-tahun. Sopan santun ini mengacu pada etika tata krama pada umumnya, namun sering dilupakan karena 'saking bernafsunya' memotret. Apa itu?
1. Patuhi peraturan setempat. Bila ada larangan tertulis untuk tidak mengambil gambar, ada baiknya mematuhi. Sebab, larangan itu biasanya terkait dengan kerahasiaan atau keamanan seseorang/lembaga seperti institusi militer.
Bila tidak ada larangan tertulis namun diberitahu petugas bahwa dilarang memotret di tempat itu, tidak perlu ngotot. Masih banyak hal lain yang bisa diabadikan bukan?
Buat subjek foto Anda senyaman mungkin untuk difoto dengan diajak berkomunikasi. Sehingga hasil foto terlihat luwes dan tidak canggung.
2. Saat memotret seseorang yang belum dikenal, tidak harus langsung jepret. Perlu meminta izin dulu karena tidak semua orang suka dipotret. Anda juga perlu menjelaskan tujuan memotret untuk keperluan pribadi ataukah komersial.
Buat subjek foto Anda senyaman mungkin untuk difoto dengan diajak berkomunikasi. Sehingga hasil foto terlihat luwes dan tidak canggung.
3. Pada sebuah acara, ikuti arahan panitia dengan seksama. Kalaupun ada petunjuk yang keberatan, usahakan dinegosiasikan dengan baik. Biasanya, kasus ini sering terjadi saat panitia belum terbiasa memahami kebutuhan fotografi secara utuh seperti penempatan tempat yang buruk untuk fotografer.
4. Saat hendak memotret agenda yang kira-kira akan didatangi banyak fotografer, datanglah lebih cepat untuk memperoleh posisi terbaik. Jangan menutupi juru potret yang sudah berada di posisi siap siaga, apalagi nyelonong di depannya.
5. Bila waktunya cukup lama dan ketika memperoleh posisi yang bagus, berikan kesempatan fotografer lain memotret dari spot tersebut. 5 hingga 10 frame sudah cukup membuatnya senang dan Anda dapat kembali ke posisi itu setelahnya tanpa perlu dianggap arogan.
Sebab, pada dasarnya setiap fotografer mempunyai hak sama memperoleh gambar. Perilaku yang santun sesama fotografer akan membentuk rasa persaudaraan yang kuat.
6. Pada pemotretan yang memerlukan setting tertentu dan dilakukan beramai-ramai, jangan mengganti set tanpa permisi terlebih dahulu kepada yang lain.
7. Saat memotret agenda religius ataupun adat/ritual, tidak perlu bertingkah over acting ataupun bolak-balik bergeser posisi seperti setrikaan. Cukup sekali-dua kali bergeser posisi guna menjaga ritual berjalan khidmat.
Jangan terlihat grasa-grusu dan membuat peserta ritual ilfill melihat tingkah laku fotografer. Dengan membawa diri sesopan mungkin dan tepat pada ukurannya, Anda sebagai fotografer akan dihormati.
Pandai-pandai menempatkan diri, posisi dan bersosialisasi menjadi bekal sukses seorang fotografer.
(Ari/sha)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
NetApp-Citrix Jabat Tangan untuk Komputasi Awan
0 share this. -
Asus Geber Kartu Grafis Geforce GTX 780
0 share this.
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 07/05/2013 16:09 WIB
Tips Memotret di Dalam Gua yang Gelap
-
Senin, 06/05/2013 13:41 WIB
Tips Fotografi
Cara Mudah Membuat Foto Berdimensi
-
Senin, 06/05/2013 12:29 WIB
Tips Fotografi
Soal Model Human Interest: Bayar atau Tidak Bayar?
-
Jumat, 03/05/2013 14:39 WIB
Tips Fotografi
Mau Tur Fotografi, Bawa Apa Saja Ya?
-
Rabu, 01/05/2013 09:43 WIB
Tips & Trik Fotografi
7 Tantangan Memotret Karnaval
-
Selasa, 30/04/2013 13:27 WIB
Apa Perbedaan Fotografi Model & Portrait?
-
Kamis, 25/04/2013 13:52 WIB
Tips Fotografi: Mengatur Komposisi Skala Pada Foto
-
Rabu, 17/04/2013 15:19 WIB
Tips Fotografi
Bingung Memilih Lensa Canon? Ini Panduannya
- Minggu, 26/05/2013 12:50 WIB
Firewall Fortinet Diklaim Ampuh Tangkis Serangan Hacker
- Minggu, 26/05/2013 09:57 WIB
Asus Geber Kartu Grafis Geforce GTX 780
- Minggu, 26/05/2013 11:50 WIB
NetApp-Citrix Jabat Tangan untuk Komputasi Awan
- Sabtu, 25/05/2013 11:55 WIB
Laporan dari Seoul
Indonesia Masih Bergelut di 3G, Korsel Sudah Bersiap 5G
- Sabtu, 25/05/2013 13:30 WIB
Perilaku Pintar Berponsel Pintar
- Sabtu, 25/05/2013 17:00 WIB
Penggila Lensa Manual se-Indonesia Kumpul di Surabaya
- Sabtu, 25/05/2013 15:39 WIB
Adobe Creative Cloud Terbaru 'Mendarat' di Indonesia
- Sabtu, 25/05/2013 10:04 WIB
Cara Mudah Backup Data dengan WD Smartware Pro
- Sabtu, 25/05/2013 14:30 WIB
Direksi Telkomsel Terjun Layani Pelanggan di GraPARI
- Sabtu, 25/05/2013 11:43 WIB
Sony Umbar Strategi Kunci di Bisnis Imaging
-
99 Komentar
-
47 Komentar
-
44 Komentar
-
41 Komentar
-
41 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
26 Komentar
-
25 Komentar
-
24 Komentar
-
24 Komentar
-
23 Komentar
Pro Kontra
Index »
BBM Dilepas ke Android & iOS, BlackBerry Bunuh Diri?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
Must Read
close
-
Kamis, 23/05/2013 12:15 WIB WIB
Si Cantik J-Lo Jualan Ponsel
-
Rabu, 22/05/2013 13:44 WIB WIB
Mengintip "Dapur" Xbox One









