http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Klinik Game Development

Mencari Untung dari Item Mall Game Online

Konsultan: Dr Mla - Agate Studio - detikinet
Kamis, 05/04/2012 08:17 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/05/1260/farmviledalem.jpg
Jakarta - Seberapa besar potensi jual beli item mall di game online. Misalnya dalam game Point Blank atau game online lainnya?

(setya, 25 tahun)

Jawaban :

Potensinya saat ini sangat besar, beberapa game online besar di dunia seperti Point Blank atau FarmVille mendapatkan pendapatan terbesar dari item mall. Dan World of Warcraft pernah mendapat pemasukan lebih dari 1,4 juta dolar US dari penjualan item virtual berupa pet/mount.

Fenomena item mall menimbulkan tren pada sebagian besar game online di Indonesia dan di dunia pada umumnya menggunakan model free to play dan dilengkapi dengan fitur item mall.

Apakah ini berarti jika kita membuat game online dengan item mall pasti langsung sukses? Tidak juga. Umumnya, presentase pemain yang membeli item virtual dari item mall itu cukup kecil, yaitu sekitar 5% dari total pemainnya.

Tapi kalau kita ambil contoh game besar seperti Farmville, dimana penggunanya sudah puluhan juta, 5% adalah angka yang lumayan besar.

Asumsikan pemainnya sudah 80 juta orang, kalau satu pengguna membeli barang dari item mall sekitar USD 1 per bulan, pendapatan developer game tersebut kira-kira 4 juta dolar per bulan.

Sebelumnya disebutkan kalau "WoW mendapatkan keuntungan terbesar dari item mall", kami perbaiki karena WoW sampai sekarang masih menggunakan model subscription, dan hanya sesekali menjual item virtual.
(jsn/ash)
http://us.images.detik.com/content/2011/08/11/1204/dr_mla_small.jpg Dr. Mla Lahir dari perasaan senang saat bermain game, Dr. Mla berusaha keras belajar membuat game. Sebagai crew di Agate Studio, Dr. Mla siap membantu orang-orang yang mau belajar game programming. Mau tahu lebih banyak tentang game development? Follow @AgateStudio atau buka Blog Agate Studio





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
48%
Kontra
52%


Must Read close