http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Penetrasi Internet di Indonesia Baru 20% Populasi Penduduk

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Selasa, 20/03/2012 16:08 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/03/20/328/160820_mouse.jpg Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Meskipun penetrasi SIM card seluler sudah tersebar 110% dari total populasi 250 juta penduduk di Indonesia, namun baru 65% dari jumlah penduduk yang benar-benar terkoneksi telekomunikasi. Baru sekitar 160 juta penduduk.

Demikian disampaikan Presiden Direktur & CEO Axis, Erik Aas, dalam diskusi roundtable bersama sejumlah media dan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono.

"Dan baru 20% yang menggunakan internet atau sepertiga dari penduduk yang sudah terkoneksi -- sekitar 55 juta," paparnya dalam diskusi di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (20/3/2012).

Dengan angka teledensitas internet 1:5 atau 20% dari populasi, Indonesia jelas masih membutuhkan pembangunan infrastruktur pita lebar (broadband). Hal ini menjadi tantangan bagi operator dan regulator, sekaligus peluang untuk mengembangkan pasar komunikasi data di Indonesia.

"Internet broadband jelas sangat diperlukan untuk empowering dan distribusi kesejahteraan. Sebab, 10% penetrasi broadband akan berikan peningkatan 1,38% pendapatan domestik bruto (GDP)," kata Aas.

Di Indonesia sendiri, industri telekomunikasi baru menyumbang 2% untuk GDP. Sementara di negara lain seperti Malaysia dan Bangladesh, kata Aas, sudah 4-5%.

(rou/ash)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close