Berita Utama
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
-
Rabu, 23/05/2012 15:28 WIB
Perang Ponsel Premium di Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 13:19 WIB
Galaxy S III Dibanderol Rp 6,9 Juta di Indonesia?
-
Rabu, 23/05/2012 13:07 WIB
7 Pilihan Game untuk Ponsel Low End
-
Rabu, 23/05/2012 11:32 WIB
Galaxy S III: Performa Gahar, Fitur Melimpah
Penetapan Tersangka Kelamaan Buka Peluang Pencuri Pulsa Kabur
Kamis, 23/02/2012 17:12 WIB

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengakui jika pengusutan kasus pencurian pulsa dari layanan konten premium sudah berjalan cukup lama. Tak pelak, kondisi ini bisa saja dimanfaatkan oleh mereka yang berpotensi menjadi tersangka untuk lenggang kangkung alias kabur.
Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, proses unreg massal SMS premium sejatinya sudah dilakukan sejak 18 Oktober 2011. Nah, ketika itu, Kominfo berjanji bahwa pengusutan kasus pencurian pulsa bakal selesai sebelum tahun 2011 usai.
Namun apa daya, harapan tinggal harapan. Sebab, sudah lebih dari 4 bulan atau sampai akhir Februari ini, pengusutan kasus tersebut belum menemui titik terang. Jangankan usai, tersangkanya saja masih belum jelas.
"Saya akui jika prosesnya (pengusutan kasus pencurian pulsa-red.) kelamaan. Dulu kami pernah bilang kasus ini akan diselesaikan pada akhir tahun 2011. Namun saya harus menyampaikan permohonan maaf jika itu tak tercapai, bukan karena ingkar janji. Tapi kami tidak bisa berjalan sendiri," tutur Gatot kepada detikINET, Kamis (23/2/2012).
Hingga pada akhirnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Rabu (22/2/2012) petang kemarin, Ketua Panja Pencurian Pulsa Komisi I DPR RI Tantowi Yahya melontarkan kabar bahwa ada tiga bos CP yang tersangkut pencurian pulsa kabur keluar negeri.
Tantowi tak menyebutkan siapa saja nama bos CP yang kabur. Namun yang pasti, perusahaan itu masuk dalam daftar nama-nama CP bermasalah yang dipublikasikan BRTI.
"Proses pengusutan ini kan belum selesai. Hanya saja kalau ini cepat penetapan tersangkanya, kejadian ini (aksi kabur keluar negeri-red.) tidak harus sampai terjadi," tukas Gatot.
Meski demikian, Gatot mengerti jika tugas kepolisian juga berat. Sebab tak bisa asal menunjuk tersangka, ada sederet proses yang harus dilalui untuk memastikan segala keputusan yang diambil.
"Tapi kita tetap berkomitmen. Kasus pencurian pulsa ini harus diselesaikan. Ini hutang kami kepada masyarakat," pungkasnya.
( ash / rns )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, proses unreg massal SMS premium sejatinya sudah dilakukan sejak 18 Oktober 2011. Nah, ketika itu, Kominfo berjanji bahwa pengusutan kasus pencurian pulsa bakal selesai sebelum tahun 2011 usai.
Namun apa daya, harapan tinggal harapan. Sebab, sudah lebih dari 4 bulan atau sampai akhir Februari ini, pengusutan kasus tersebut belum menemui titik terang. Jangankan usai, tersangkanya saja masih belum jelas.
"Saya akui jika prosesnya (pengusutan kasus pencurian pulsa-red.) kelamaan. Dulu kami pernah bilang kasus ini akan diselesaikan pada akhir tahun 2011. Namun saya harus menyampaikan permohonan maaf jika itu tak tercapai, bukan karena ingkar janji. Tapi kami tidak bisa berjalan sendiri," tutur Gatot kepada detikINET, Kamis (23/2/2012).
Hingga pada akhirnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Rabu (22/2/2012) petang kemarin, Ketua Panja Pencurian Pulsa Komisi I DPR RI Tantowi Yahya melontarkan kabar bahwa ada tiga bos CP yang tersangkut pencurian pulsa kabur keluar negeri.
Tantowi tak menyebutkan siapa saja nama bos CP yang kabur. Namun yang pasti, perusahaan itu masuk dalam daftar nama-nama CP bermasalah yang dipublikasikan BRTI.
"Proses pengusutan ini kan belum selesai. Hanya saja kalau ini cepat penetapan tersangkanya, kejadian ini (aksi kabur keluar negeri-red.) tidak harus sampai terjadi," tukas Gatot.
Meski demikian, Gatot mengerti jika tugas kepolisian juga berat. Sebab tak bisa asal menunjuk tersangka, ada sederet proses yang harus dilalui untuk memastikan segala keputusan yang diambil.
"Tapi kita tetap berkomitmen. Kasus pencurian pulsa ini harus diselesaikan. Ini hutang kami kepada masyarakat," pungkasnya.
( ash / rns )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Kamis, 24/05/2012 14:02 WIB
MUI Luncurkan Sertifikasi Halal Online
- Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
- Kamis, 24/05/2012 13:13 WIB
IBM Larang Penggunaan Siri iPhone 4S
- Kamis, 24/05/2012 13:27 WIB
Open Source Lebih Semarak di Daerah
- Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
- Kamis, 24/05/2012 10:46 WIB
Open Source Sulit Kompatibel? Tidak Juga
- Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
- Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
- Kamis, 24/05/2012 12:25 WIB
'Institusi Pemerintah Belum Aware Open Source'
-
168 Komentar
-
87 Komentar
-
83 Komentar
-
79 Komentar
-
75 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
60 Komentar
-
52 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.jpg)
