Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Kolom Telematika
Surga, Kumis dan Fenomena Jejaring Sosial Berbasis Interest
Kamis, 23/02/2012 13:13 WIB
285.jpg)
Ilustrasi (gigaom)
Jakarta - Ada 15 juta pengguna di seluruh dunia dengan 250 juta foto yang sudah diunggah sampai saat ini. 1,5 juta foto diunggah setiap harinya atau 15 foto per 10 detik dimana hanya 20 persen yang ditampilkan sebagaimana adanya. Semua terjadi dalam waktu 18 bulan.
Ya, Anda benar! Inilah Instagram, jejaring sosial berbasis foto yang diluncurkan Oktober dua tahun silam dan digawangi oleh 10 pegawai (saja).
Hampir serupa dengan Instagram, Pinterest -- yang ditengarai sebagai salah satu start-up 'terpanas' tahun lalu -- juga mencatat rekor mengagumkan.
12 juta pengunjung unik setiap bulannya dengan 9 juta di antaranya berasal dari Facebook, 11 juta pengguna terdaftar, jejaring sosial dengan 16 staf ini berhasil memperoleh user traction dan user engagement lebih cepat dan lebih aktif dibandingkan jejaring sosial mainstream.
Basis pertemanan menjadi fokus jejaring sosial selama lebih dari satu dasawarsa. Friendster, Multiply, dan Facebook seakan menjadi 'landmark' yang membuat kita mendaftarkan diri dan menambahkan orang yang sudah kita kenal sebelumnya (teman, sahabat, rekan kerja, sanak saudara, mitra bisnis), yang baru kita kenal ataupun yang belum kita kenal sama sekali.
LinkedIn lebih tepat dikategorikan sebagai jejaring profesional (professional network) ketimbang sebagai jejaring sosial. Sementara Twitter diciptakan oleh Jack Dorsey dan Biz Stone sebagai jejaring sosial berbasis informasi (network of information) untuk membicarakan topik tertentu secara real-time yang ditandai dengan hashtag atau yang lebih dikenal sebagai tagar.
Dari sekitar 200 juta pengguna saat ini, yang konsisten menggunakannya sebagai media berbagi informasi diperkirakan sebesar 30 persen sementara sisanya memanfaatkannya untuk aktivitas ngobrol, menangani feedback dari pelanggan, curhat serta berbagai aktivitas lainnya.
Mayoritas isi tweet yang ditulis oleh para tweeps adalah teks dan topik yang dibahas pun beraneka ragam. Bisa jadi karena jenuh dengan jejaring sosial yang sudah ada, para pengguna menginginkan adanya jejaring sosial yang berbeda, dengan pendekatan yang berbeda, lebih spesifik (tidak umum), maupun membahas topik yang sangat khusus (niche).
Trend pendekatan yang digunakan juga mulai berubah dari basis pertemanan menjadi basis content dan interest. Siapa yang memiliki content yang lebih menarik akan memiliki banyak follower dan sebaliknya.
Kategori menarik mungkin akan berbeda -- beda bagi tiap pengguna. Atau pengguna akan cenderung mengikuti pengguna lain yang memiliki interest sejenis.
Kedua faktor ini tentunya mengabaikan public figure yang di media konvensional pun memiliki daya tarik tersendiri dan khusus untuk diikuti. Tanpa melakukan aktivitas apapun (following, menulis content) mereka sudah memiliki ratusan ribu bahkan jutaan follower.

Sedikit kilas balik, sebenarnya sudah cukup banyak jejaring sosial berbasis interest yang lahir. Mulai dari jejaring sosial bagi penggemar kerajinan, musik, pecinta satwa peliharaan sampai penggemar aktivitas berkebun, bahkan bagi yang ingin saling berbagi mimpi (pernahkah Anda mendengar tentang MatchADream?).
Yang sangat spesifik, sekadar menyebutkan beberapa contoh, adalah MyFreeImplants (berkaitan dengan operasi plastik), Line for Heaven (untuk yang ingin masuk surga. Siapa yang tidak?), Respectance (mengenang yang sudah berpulang), StachePassions (penggemar kumis dan janggut), VampireFreaks (penggemar gothic).
Mengapa mereka 'tidak terlalu' terdengar? Tanpa bermaksud memudahkan permasalahan, interest yang terlalu spesifik, terlalu 'sempit', merupakan salah satu faktor utama. Jumlah pengguna sedikit banyak menjadi terbatas.
Sampai dengan saat ini di antara jejaring sosial yang disebutkan pada paragraf sebelumnya, anggota terbanyak dimiliki oleh VampireFreaks dengan 3 juta pengguna.
Situs pertemanan raksasa Facebook, akan terus mendominasi ranah jejaring sosial. Walaupun pertumbuhannya cenderung melambat beberapa waktu terakhir, namun sebagai makhluk sosial kita tetap membutuhkan teman ('no man is an island'), 800 juta penggunanya akan terus bertambah.
Saat internet hadir untuk konsumsi publik, forum, mailing list dan chat room sudah digunakan untuk mengakomodasi hubungan pertemanan maupun interest tertentu. Jadi jejaring sosial yang ada sekarang bisa dikatakan sebagai media yang serupa tapi tidak sama. Serupa karena esensi keberadaannya sama (social relationship dan common interest), tidak sama karena setiap media memiliki karakteristik tersendiri.
Selamat menikmati gegap gempitanya jejaring sosial. Selamat datang era baru jejaring sosial berbasis interest.
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ya, Anda benar! Inilah Instagram, jejaring sosial berbasis foto yang diluncurkan Oktober dua tahun silam dan digawangi oleh 10 pegawai (saja).
Hampir serupa dengan Instagram, Pinterest -- yang ditengarai sebagai salah satu start-up 'terpanas' tahun lalu -- juga mencatat rekor mengagumkan.
12 juta pengunjung unik setiap bulannya dengan 9 juta di antaranya berasal dari Facebook, 11 juta pengguna terdaftar, jejaring sosial dengan 16 staf ini berhasil memperoleh user traction dan user engagement lebih cepat dan lebih aktif dibandingkan jejaring sosial mainstream.
Basis pertemanan menjadi fokus jejaring sosial selama lebih dari satu dasawarsa. Friendster, Multiply, dan Facebook seakan menjadi 'landmark' yang membuat kita mendaftarkan diri dan menambahkan orang yang sudah kita kenal sebelumnya (teman, sahabat, rekan kerja, sanak saudara, mitra bisnis), yang baru kita kenal ataupun yang belum kita kenal sama sekali.
LinkedIn lebih tepat dikategorikan sebagai jejaring profesional (professional network) ketimbang sebagai jejaring sosial. Sementara Twitter diciptakan oleh Jack Dorsey dan Biz Stone sebagai jejaring sosial berbasis informasi (network of information) untuk membicarakan topik tertentu secara real-time yang ditandai dengan hashtag atau yang lebih dikenal sebagai tagar.
Dari sekitar 200 juta pengguna saat ini, yang konsisten menggunakannya sebagai media berbagi informasi diperkirakan sebesar 30 persen sementara sisanya memanfaatkannya untuk aktivitas ngobrol, menangani feedback dari pelanggan, curhat serta berbagai aktivitas lainnya.
Mayoritas isi tweet yang ditulis oleh para tweeps adalah teks dan topik yang dibahas pun beraneka ragam. Bisa jadi karena jenuh dengan jejaring sosial yang sudah ada, para pengguna menginginkan adanya jejaring sosial yang berbeda, dengan pendekatan yang berbeda, lebih spesifik (tidak umum), maupun membahas topik yang sangat khusus (niche).
Trend pendekatan yang digunakan juga mulai berubah dari basis pertemanan menjadi basis content dan interest. Siapa yang memiliki content yang lebih menarik akan memiliki banyak follower dan sebaliknya.
Kategori menarik mungkin akan berbeda -- beda bagi tiap pengguna. Atau pengguna akan cenderung mengikuti pengguna lain yang memiliki interest sejenis.
Kedua faktor ini tentunya mengabaikan public figure yang di media konvensional pun memiliki daya tarik tersendiri dan khusus untuk diikuti. Tanpa melakukan aktivitas apapun (following, menulis content) mereka sudah memiliki ratusan ribu bahkan jutaan follower.

Sedikit kilas balik, sebenarnya sudah cukup banyak jejaring sosial berbasis interest yang lahir. Mulai dari jejaring sosial bagi penggemar kerajinan, musik, pecinta satwa peliharaan sampai penggemar aktivitas berkebun, bahkan bagi yang ingin saling berbagi mimpi (pernahkah Anda mendengar tentang MatchADream?).
Yang sangat spesifik, sekadar menyebutkan beberapa contoh, adalah MyFreeImplants (berkaitan dengan operasi plastik), Line for Heaven (untuk yang ingin masuk surga. Siapa yang tidak?), Respectance (mengenang yang sudah berpulang), StachePassions (penggemar kumis dan janggut), VampireFreaks (penggemar gothic).
Mengapa mereka 'tidak terlalu' terdengar? Tanpa bermaksud memudahkan permasalahan, interest yang terlalu spesifik, terlalu 'sempit', merupakan salah satu faktor utama. Jumlah pengguna sedikit banyak menjadi terbatas.
Sampai dengan saat ini di antara jejaring sosial yang disebutkan pada paragraf sebelumnya, anggota terbanyak dimiliki oleh VampireFreaks dengan 3 juta pengguna.
Situs pertemanan raksasa Facebook, akan terus mendominasi ranah jejaring sosial. Walaupun pertumbuhannya cenderung melambat beberapa waktu terakhir, namun sebagai makhluk sosial kita tetap membutuhkan teman ('no man is an island'), 800 juta penggunanya akan terus bertambah.
Saat internet hadir untuk konsumsi publik, forum, mailing list dan chat room sudah digunakan untuk mengakomodasi hubungan pertemanan maupun interest tertentu. Jadi jejaring sosial yang ada sekarang bisa dikatakan sebagai media yang serupa tapi tidak sama. Serupa karena esensi keberadaannya sama (social relationship dan common interest), tidak sama karena setiap media memiliki karakteristik tersendiri.
Selamat menikmati gegap gempitanya jejaring sosial. Selamat datang era baru jejaring sosial berbasis interest.
![]() |
Tentang Penulis: Goutama Bachtiar adalah praktisi teknologi informasi dan penikmat jejaring sosial. Dapat dihubungi melalui Twitter: @goudotmobi, email: goutama@gmail.com, G+: www.gplus.to/goudotmobi |
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.jpg)


