detikinet

BTel Tutup Mulut Soal Kabar Mundur Wadirut

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 22/02/2012 16:43 WIB

BTel (ist)

Jakarta - Kabar bakal hengkangnya Erik Meijer dari posisi Wakil Direktur Utama Bidang Pemasaran Bakrie Telecom (BTel) kian deras bergulir. Di sisi lain, BTel sendiri masih tutup mulut dan tidak pula menampiknya.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Layanan Korporasi BTel Rakhmad Junaedi menolak memberikan komentar. Namun ia juga tidak membenarkan ataupun menyanggah kabar hengkangnya Erik dari BTel.

"Kami tidak bisa berkomentar tentang kabar tersebut untuk sekarang," singkat Rakhmad kepada detikINET, Rabu (22/2/2012).

Setali tiga uang, Erik sendiri sebelumnya pun mengeluarkan pernyataan serupa. "Maaf, saya masih belum bisa bicara soal (kabar resign) itu," tukas suami Maudy Kusnaedi itu.

Erik Meijer yang sudah cukup lama malang melintang di industri telekomunikasi Indonesia, konon akan berlabuh ke operator lain. Namun ada pula yang menyebut jika ia bakal ke Google Indonesia atau tetap dipertahankan Presdir BTel Anindya Bakrie dengan ditawarkan posisi di kerajaan bisnis Bakrie lainnya.

Sosok yang fasih berbahasa Indonesia ini memang terbilang sebagai eksekutif incaran di industri telekomunikasi Tanah Air. Setelah memimpin BTel sejak Januari 2007, Erik membawa brand Esia merengkuh 14,4 juta pelanggan, sedangkan AHA mendapat sekitar 300 ribu pengguna.

( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    49%
    Kontra
    51%