Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Pengguna e-Money Diproyeksi Tumbuh Jadi 12 Juta
Senin, 06/02/2012 17:03 WIB

ilustrasi (ist.)
Jakarta - Pengguna uang digital atau e-money pada tahun 2012 ini diproyeksi akan mencapai 12 juta di Indonesia. Namun yang akan menjadi pengguna aktif baru berkisar 30%-40%.
"Sekitar 5%-10% dari industri telekomunikasi. BI (Bank Indonesia) akan menekan mereka (operator) untuk mempertanggungjawabkan lisensinya," kata Chairman Sharing Vision, Dimitri Mahayana, saat ditemui detikINET, baru-baru ini.
Operator yang saat ini memiliki produk uang digital, antara lain, Telkomsel (T-Cash), Telkom (Flexy Cash dan i-vas card), Indosat (Dompetku), dan XL Axiata (XL Tunai).
Produk ini bersaing dengan produk uang digital dari bank seperti, JakCard dari Bank DKI, BCA(Flazz Card), atau Bank BNI dengan Kartuku.
Di sektor telekomunikasi, T-Cash tahun lalu mengklaim menguasai43% pangsa pasar mikro payment operator dengan lima juta pengguna.
"Agar bisa maju, e-money harusnya distandardisasi pemerintah. Seperti di Singapura, misalnya, mereka menggunakan standard chip dan reader sehingga bisa dipakai semua.Kalau teknologi beda, reader beda-beda, scalability-nya tidak masuk," papar Dimitri.
BI sendiri mencatat, pengguna uang digital atau e-money telah meningkat cukup signifikan. Tahun lalu, pengguna e-money hingga kuartal I-2011 mencapai 9,4 juta orang atau meningkat 1,5 juta orang dibandingkan akhir 2010 yang hanya sebanyak 7,9 juta orang.
Jumlah transaksi pada kuartal I 2011 mencapai 8,3 juta transaksi dengan nominal sebesar Rp 176,56 miliar.
Trend uang digital memang menjanjikan peluang bisnis. Pangsa pasar micro payment yang diperebutkan paling tidak mencapai Rp 200 triliun hingga Rp 293 triliun, di mana saat ini 77% transaksi retail masih dilakukan secara cash.
BI sendiri menetapkan batas maksimum nilai uang digital yang tersimpanyakni un-registered maksimal Rp 1 juta, sedangkan teregistrasi maksimal Rp 5 juta. Total nilai transaksidalam periode tertentuadalahRp 20juta per bulan untuk pembayaran, transfer, dan transaksi lainnya.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Sekitar 5%-10% dari industri telekomunikasi. BI (Bank Indonesia) akan menekan mereka (operator) untuk mempertanggungjawabkan lisensinya," kata Chairman Sharing Vision, Dimitri Mahayana, saat ditemui detikINET, baru-baru ini.
Operator yang saat ini memiliki produk uang digital, antara lain, Telkomsel (T-Cash), Telkom (Flexy Cash dan i-vas card), Indosat (Dompetku), dan XL Axiata (XL Tunai).
Produk ini bersaing dengan produk uang digital dari bank seperti, JakCard dari Bank DKI, BCA(Flazz Card), atau Bank BNI dengan Kartuku.
Di sektor telekomunikasi, T-Cash tahun lalu mengklaim menguasai43% pangsa pasar mikro payment operator dengan lima juta pengguna.
"Agar bisa maju, e-money harusnya distandardisasi pemerintah. Seperti di Singapura, misalnya, mereka menggunakan standard chip dan reader sehingga bisa dipakai semua.Kalau teknologi beda, reader beda-beda, scalability-nya tidak masuk," papar Dimitri.
BI sendiri mencatat, pengguna uang digital atau e-money telah meningkat cukup signifikan. Tahun lalu, pengguna e-money hingga kuartal I-2011 mencapai 9,4 juta orang atau meningkat 1,5 juta orang dibandingkan akhir 2010 yang hanya sebanyak 7,9 juta orang.
Jumlah transaksi pada kuartal I 2011 mencapai 8,3 juta transaksi dengan nominal sebesar Rp 176,56 miliar.
Trend uang digital memang menjanjikan peluang bisnis. Pangsa pasar micro payment yang diperebutkan paling tidak mencapai Rp 200 triliun hingga Rp 293 triliun, di mana saat ini 77% transaksi retail masih dilakukan secara cash.
BI sendiri menetapkan batas maksimum nilai uang digital yang tersimpanyakni un-registered maksimal Rp 1 juta, sedangkan teregistrasi maksimal Rp 5 juta. Total nilai transaksidalam periode tertentuadalahRp 20juta per bulan untuk pembayaran, transfer, dan transaksi lainnya.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
221 Komentar
-
84 Komentar
-
77 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

