Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Kolom Telematika
Fenomena Kepribadian Ganda di Twitter
Senin, 06/02/2012 10:04 WIB
150.jpg)
Ilustrasi (reuters)
Jakarta - Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks. Mengapa kompleks? Karena pada dasarnya manusia memiliki hasrat ataupun impuls yang tersembunyi. Fenomena ini sudah diselidiki oleh Sigmund Freud, bapak ilmu psikologi modern.
Namun, kompleksitas manusia ini semakin termanifestasikan pada populernya social media (socmed). Nah, pada socmed inilah hasrat kita yang paling tersembunyi sekalipun, dapat dipaparkan ke seluruh dunia, bahkan tanpa orang lain mengetahui identitas kita. Bagaimanakah itu? Mari kita simak.
Socmed dan Hiper-realitas
Pada bulan juli 1993, kartunis Peter Steiner membuat suatu karikatur di The New Yorker, yang memuat dua ekor anjing sedang berbicara satu sama lain di depan sebuah terminal komputer. Caption pada karikatur tersebut adalah 'On the Internet, Nobody knows you're a dog'.
Adagium ini menunjukkan bahwa identitas seorang netter dapat saja ditutupi ketika sedang online, yang dapat saja memiliki kepribadian ganda di dunia maya. Walaupun adagium ini masih berlaku di era socmed, namun perlahan-lahan mulai gugur.
Bahkan, secara satir, adagium ini dibalik menjadi 'On the Internet, Everybody knows you're a dog'. Mengapa demikian? Tidak lain karena informasi sesedikit apapun yang kita posting di socmed, itu sudah lebih dari cukup untuk mengetahui diri kita seperti apa.
Teori '6 degrees of separation' menjabarkan bahwa pada socmed kita dapat melacak identitas seseorang, dengan mengetahui siapa saja teman-temannya. Pada akhirnya, menyitir filusuf Prancis Jean Baudrillard yang sering dikutip Yasraf Amir Pilliang, socmed telah menjadi 'hiper-realitas', dimana antara kenyataan dan khayalan lebur ke dalamnya.
Film Socmed: Republik Twitter
Fenomena di atas agaknya ditangkap oleh Kuntz Agus, sutradara Republik Twitter yang akan tayang pertengahan Februari 2012. Sesuai judulnya, film ini membahas fenomena interaksi sosial di Twitterland. Sinopsisnya kira-kira sebagai berikut:
Di Twitter, Sukmo adalah seorang cowok yang asik, cerdas dan penuh kepercayaan diri. Dia tampak ganteng di timeline Twitter, membuat Sukmo mudah berkenalan dengan siapa saja, termasuk Hanum seorang wartawati cantik dan mapan. Hubungan keduanya yang semakin dekat, membuat Sukmo yang tinggal di Jogja memutuskan untuk menemui Hanum demi sebuah komitmen ke Jakarta.
Menunda pertemuannya dengan Hanum, Sukmo bertekad mengubah dirinya menjadi 'cowok' Jakarta. Bekerja di warnet milik Belo yang disebutnya sebagai kantor konsultan komunikasi, Sukmo berusaha menjadi laki-laki yang dipikirnya pantas mendampingi Hanum.
Film ini akan sangat menarik, sebab akan 'memotret' fenomena keseharian orang berkepribadian ganda di socmed.
Kepercayaan Dibangun Berdasarkan realita, Bukan Hiper-realitas
Dalam socmed, dapat saja ditemukan pemilik akun berkepribadian ganda. Bisa jadi, sang pemilik akun sangat kritis atau outspoken dalam menghadapi suatu isu, namun begitu kopdar di dunia nyata, lebih banyak diam atau introvert. Bisa juga kasus yang dijumpai adalah kebalikannya.
Cukup banyak fakta mengenai hal ini, di mana orang yang kita kenal di Twitter memiliki kepribadian bertolak belakang dengan di dunia nyata. Katakan saja ini suatu fenomena kepribadian ganda, yang tidak selalu berkonotasi negatif. Sebab manusia butuh semacam 'pelarian' dari kesehariannya.
Jika di dunia nyata ia tak mampu terlalu ekspresif dan bebas beropini, maka tak salah jika ia melakukannya di dunia maya, dalam hal ini Twitter. Akan menjadi negatif saat ia melakukan atas dasar motivasi untuk menipu atau memperdaya teman-teman di dunia maya. Film Republik Twitter mengetengahkan fakta tersebut secara gamblang, seorang pemuda yang mengecoh gadis idamannya.
Bagaimana dengan keseharian di Twitterland? Cukup banyak orang yang berlaku seperti Sukmo. Tebar pesona dengan tweet-tweet mempesona, memasang avatar tak kalah menggiurkan para followernya. Padahal di keseharian, bisa jadi ia berkepribadian introvert, pemalu, dengan penampilan fisik sederhana saja. Hal yang sama berlaku juga untuk kondisi kebalikannya.
Apakah pengecohan identitas maupun kepribadian ini ada yang disalahgunakan? Seperti disebut sekilas tadi, ada saja pihak-pihak yang menyalahgunakan kebebasan 'berkepribadian ganda' di socmed.
Ada yang memiliki modus operandi untuk menipu, demi keuntungan materi, menyebarkan isu-isu heboh tapi menyesatkan, dengan beragam tujuan dan kepentingan. Masih ingat kontroversi 'dokter' sukarelawan wanita yang mengaku tertembak di Somalia, namun muncul isu miring bahwa berita itu hanya karangan belaka?
Atau ada juga sejumlah pihak yang mengaku dirugikan secara materi oleh user Twitter tertentu yang dirasa mengecoh baik secara identitas maupun kepribadian.
Oleh karena itu, jangan mudah percaya sama identitas di Twitter, kenali dan selidiki dulu siapa teman-temannya, dan dari situ bisa dapat referensi.
Ingat selalu konsep '6 degree separation', bahwa setiap orang terhubung dengan setidaknya enam orang. Artinya, sesungguhnya untuk mengecek kesahihan suatu identitas atau kepribadian, bisa dilakukan pengecekan ke teman-teman kita sendiri atau teman-teman yang terhubung dengannya.
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Namun, kompleksitas manusia ini semakin termanifestasikan pada populernya social media (socmed). Nah, pada socmed inilah hasrat kita yang paling tersembunyi sekalipun, dapat dipaparkan ke seluruh dunia, bahkan tanpa orang lain mengetahui identitas kita. Bagaimanakah itu? Mari kita simak.
Socmed dan Hiper-realitas
Pada bulan juli 1993, kartunis Peter Steiner membuat suatu karikatur di The New Yorker, yang memuat dua ekor anjing sedang berbicara satu sama lain di depan sebuah terminal komputer. Caption pada karikatur tersebut adalah 'On the Internet, Nobody knows you're a dog'.
Adagium ini menunjukkan bahwa identitas seorang netter dapat saja ditutupi ketika sedang online, yang dapat saja memiliki kepribadian ganda di dunia maya. Walaupun adagium ini masih berlaku di era socmed, namun perlahan-lahan mulai gugur.
Bahkan, secara satir, adagium ini dibalik menjadi 'On the Internet, Everybody knows you're a dog'. Mengapa demikian? Tidak lain karena informasi sesedikit apapun yang kita posting di socmed, itu sudah lebih dari cukup untuk mengetahui diri kita seperti apa.
Teori '6 degrees of separation' menjabarkan bahwa pada socmed kita dapat melacak identitas seseorang, dengan mengetahui siapa saja teman-temannya. Pada akhirnya, menyitir filusuf Prancis Jean Baudrillard yang sering dikutip Yasraf Amir Pilliang, socmed telah menjadi 'hiper-realitas', dimana antara kenyataan dan khayalan lebur ke dalamnya.
Film Socmed: Republik Twitter
Fenomena di atas agaknya ditangkap oleh Kuntz Agus, sutradara Republik Twitter yang akan tayang pertengahan Februari 2012. Sesuai judulnya, film ini membahas fenomena interaksi sosial di Twitterland. Sinopsisnya kira-kira sebagai berikut:
Di Twitter, Sukmo adalah seorang cowok yang asik, cerdas dan penuh kepercayaan diri. Dia tampak ganteng di timeline Twitter, membuat Sukmo mudah berkenalan dengan siapa saja, termasuk Hanum seorang wartawati cantik dan mapan. Hubungan keduanya yang semakin dekat, membuat Sukmo yang tinggal di Jogja memutuskan untuk menemui Hanum demi sebuah komitmen ke Jakarta.
Menunda pertemuannya dengan Hanum, Sukmo bertekad mengubah dirinya menjadi 'cowok' Jakarta. Bekerja di warnet milik Belo yang disebutnya sebagai kantor konsultan komunikasi, Sukmo berusaha menjadi laki-laki yang dipikirnya pantas mendampingi Hanum.
Film ini akan sangat menarik, sebab akan 'memotret' fenomena keseharian orang berkepribadian ganda di socmed.
Kepercayaan Dibangun Berdasarkan realita, Bukan Hiper-realitas
Dalam socmed, dapat saja ditemukan pemilik akun berkepribadian ganda. Bisa jadi, sang pemilik akun sangat kritis atau outspoken dalam menghadapi suatu isu, namun begitu kopdar di dunia nyata, lebih banyak diam atau introvert. Bisa juga kasus yang dijumpai adalah kebalikannya.
Cukup banyak fakta mengenai hal ini, di mana orang yang kita kenal di Twitter memiliki kepribadian bertolak belakang dengan di dunia nyata. Katakan saja ini suatu fenomena kepribadian ganda, yang tidak selalu berkonotasi negatif. Sebab manusia butuh semacam 'pelarian' dari kesehariannya.
Jika di dunia nyata ia tak mampu terlalu ekspresif dan bebas beropini, maka tak salah jika ia melakukannya di dunia maya, dalam hal ini Twitter. Akan menjadi negatif saat ia melakukan atas dasar motivasi untuk menipu atau memperdaya teman-teman di dunia maya. Film Republik Twitter mengetengahkan fakta tersebut secara gamblang, seorang pemuda yang mengecoh gadis idamannya.
Bagaimana dengan keseharian di Twitterland? Cukup banyak orang yang berlaku seperti Sukmo. Tebar pesona dengan tweet-tweet mempesona, memasang avatar tak kalah menggiurkan para followernya. Padahal di keseharian, bisa jadi ia berkepribadian introvert, pemalu, dengan penampilan fisik sederhana saja. Hal yang sama berlaku juga untuk kondisi kebalikannya.
Apakah pengecohan identitas maupun kepribadian ini ada yang disalahgunakan? Seperti disebut sekilas tadi, ada saja pihak-pihak yang menyalahgunakan kebebasan 'berkepribadian ganda' di socmed.
Ada yang memiliki modus operandi untuk menipu, demi keuntungan materi, menyebarkan isu-isu heboh tapi menyesatkan, dengan beragam tujuan dan kepentingan. Masih ingat kontroversi 'dokter' sukarelawan wanita yang mengaku tertembak di Somalia, namun muncul isu miring bahwa berita itu hanya karangan belaka?
Atau ada juga sejumlah pihak yang mengaku dirugikan secara materi oleh user Twitter tertentu yang dirasa mengecoh baik secara identitas maupun kepribadian.
Oleh karena itu, jangan mudah percaya sama identitas di Twitter, kenali dan selidiki dulu siapa teman-temannya, dan dari situ bisa dapat referensi.
Ingat selalu konsep '6 degree separation', bahwa setiap orang terhubung dengan setidaknya enam orang. Artinya, sesungguhnya untuk mengecek kesahihan suatu identitas atau kepribadian, bisa dilakukan pengecekan ke teman-teman kita sendiri atau teman-teman yang terhubung dengannya.
![]() |
Tentang Penulis: Arli Aditya Parikesit,M.Si adalah Kandidat Doktor bidang Bioinformatika dari Universitas Leipzig, Jerman; Peneliti di Departemen Kimia UI; Vice Editor-in-chief Netsains.com; dan Koordinator Media/ Publikasi NU Jerman. Ia bisa dihubungi melalui akun @arli_ap di twitter, dan www.goplus.to/arli di google+. |
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
-
Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
221 Komentar
-
84 Komentar
-
77 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.jpg)
