detikinet

Peretas Gerayangi Situs Pemkot Kediri

Hartono - detikinet
Kamis, 26/01/2012 16:55 WIB

Kediri - Situs resmi Pemerintah Kota Kediri sempat diacak-acak oleh peretas usil. Akibatnya, situs tersebut sempat tidak bisa diakses seperti biasanya.

Tak hanya disesalkan pengunjung, sejumlah pegawai yang bertugas pun sempat dibuat panik lantaran tidak bisa mengunggah informasi terbaru melalui situs tersebut.

Sebelumya, situs yang beralamatkan di www.kotakediri.go.id diretas oleh kelompok hacker yang menamakan diri mereka Indonesian Hacker Team. Entah apa tujuan mereka, namun yang jelas situs tersebut kini sudah bisa diakses seperti sediakala.

Heri Nurdianto, karyawan swasta yang biasa mengunjungi situs pemerintah kota Kediri itu sempat mengeluhkan sulitnya mengakses situs tersebut.

"Ini tadi saya buka-buka dari pagi tetap saja tidak bisa mengakses situs resmi pemkot kediri," kata Heri, Kamis (26/01/12).

Sementara itu Kabag humas Pemerintah Kota Kediri, Hariadi, menyesalkan adanya aksi yang membuat aktivitas penyebaran informasi terganggu.

"Kami sudah mencoba memperbaiki dengan ahli IT kami, yang jelas hal ini sangat merugikan kami," ungkap Hariadi kepada wartawan.

Perlu diketahui, situs resmi Pemkot kediri memuat tentang informasi seputar pelayanan publik, satuan kerja, pajak dan program-program pemkot serta produk unggulan UKM kota Kediri.



( eno / eno )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%