Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
'Google Cuma Tes Pasar Indonesia dengan GIBO'
Kamis, 12/01/2012 13:58 WIB

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Google baru saja merilis program Bisnis Lokal Go Online atau Get Indonesian Business Online (GIBO) yang menyasar usaha kecil dan menengah (UKM). Banyak yang mengapresiasi gerakan ini, namun ada pula yang memandangnya skeptis lantaran sang raksasa internet dinilai cuma tes pasar.
M. Salahuddien, pengamat dan praktisi internet Indonesia, menyatakan bahwa Google sepertinya masih ingin main aman sebelum ekspansi jor-joran di Indonesia. Sebab, meski jumlah pengguna internet Indonesia terbilang besar, namun transaksi e-commerce yang beredar masih kecil untuk ukuran Google.
"Kalau untuk skala dan standar yang Google harapkan, tentu belum cukup karena marketnya kecil transaksinya baru kerumunan doang gak ada duit. Lain soal kalau Google justru ingin masuk untuk menjadi pelopor bahkan mendorong supaya market lekas tumbuh," tukas pria yang biasa disapa Didin Pataka ini kepada detikINET.
"Sehingga Google pasti main aman menunggu market tumbuh, proyek UKM ini untuk testing the water saja. Infrastruktur tetap akan di Singapura," lanjutnya.
Tes pasar ini, menurut Didin, diperlukan Google untuk mengukur kekuatan dari market terhadap apa yang dijajakan Google. Hanya saja dari segi transaksi bisnis dinilai kecil.
"Dari segi angka, tentu saja cukup meyakinkan, 60 juta user reguler (pengguna internet), konten lokal, 90 juta mobile data user dimana lebih dari 30 juta adalah Android. Market Indonesia baru kerumunan," imbuh pengurus baru tim pengawas internet Indonesia Id-SIRTII ini.
Lalu bagaimana dengan potensi pengiklan online? Untuk hal yang satu ini, Didin menilai hal itu tentu saja bisa digarap Google. Namun itu berpulang lagi terhadap keseriusan mereka.
"Lagi pula, kalau dari Singapura saja iklannya bisa masuk ngapain harus buka kantor di sini? Bukan artinya bisnis iklan online masih kecil, enggak juga. Tapi masih terlalu kecil untuk bikin dia (Google-red.) bikin keputusan membangun di sini," terangnya.
"Masih cukup dilayani mirror terbatas di lokal partner, paling nambah saja. Infrastruktur besarnya tetap di Singapura," ia menandaskan.
Sebelumnya, Google baru saja menegaskan penetrasinya di ranah online Indonesia lewat GIBO yang menyasar UKM. Tujuan utama gerakan Bisnis Lokal Go Online ini adalah untuk membuat website dan mendorong UKM aktif secara online dalam waktu satu tahun ke depan.
Untuk mewujudkan program ini, Google bekerja sama dengan Kementerian Koordinasi Perekonomian, Kadin, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Bakrie Connectivity, Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika, dan Ilmu Komputer (APTIKOM), Melsa serta Multiply.
Untuk membuat sebuah situs, UKM cukup mengunjungi situs resmi Bisnis Lokal Go Online, yaitu www.bisnisgoonline.co.id dan memasukkan informasi usaha mereka seperti nomor izin usaha, nomor telepon kantor, dan informasi lainnya seperti alamat dan jam kerja.
Dalam menjalankan program ini, Google menggunakan Business SiteBuilder, sebuah peranti lunak untuk desain website bisnis gratis milik Google. Peranti ini memungkinkan website secara otomatis dapat diakses melaui telepon seluler cerdas dan feature phone.
( ash / rns )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
M. Salahuddien, pengamat dan praktisi internet Indonesia, menyatakan bahwa Google sepertinya masih ingin main aman sebelum ekspansi jor-joran di Indonesia. Sebab, meski jumlah pengguna internet Indonesia terbilang besar, namun transaksi e-commerce yang beredar masih kecil untuk ukuran Google.
"Kalau untuk skala dan standar yang Google harapkan, tentu belum cukup karena marketnya kecil transaksinya baru kerumunan doang gak ada duit. Lain soal kalau Google justru ingin masuk untuk menjadi pelopor bahkan mendorong supaya market lekas tumbuh," tukas pria yang biasa disapa Didin Pataka ini kepada detikINET.
"Sehingga Google pasti main aman menunggu market tumbuh, proyek UKM ini untuk testing the water saja. Infrastruktur tetap akan di Singapura," lanjutnya.
Tes pasar ini, menurut Didin, diperlukan Google untuk mengukur kekuatan dari market terhadap apa yang dijajakan Google. Hanya saja dari segi transaksi bisnis dinilai kecil.
"Dari segi angka, tentu saja cukup meyakinkan, 60 juta user reguler (pengguna internet), konten lokal, 90 juta mobile data user dimana lebih dari 30 juta adalah Android. Market Indonesia baru kerumunan," imbuh pengurus baru tim pengawas internet Indonesia Id-SIRTII ini.
Lalu bagaimana dengan potensi pengiklan online? Untuk hal yang satu ini, Didin menilai hal itu tentu saja bisa digarap Google. Namun itu berpulang lagi terhadap keseriusan mereka.
"Lagi pula, kalau dari Singapura saja iklannya bisa masuk ngapain harus buka kantor di sini? Bukan artinya bisnis iklan online masih kecil, enggak juga. Tapi masih terlalu kecil untuk bikin dia (Google-red.) bikin keputusan membangun di sini," terangnya.
"Masih cukup dilayani mirror terbatas di lokal partner, paling nambah saja. Infrastruktur besarnya tetap di Singapura," ia menandaskan.
Sebelumnya, Google baru saja menegaskan penetrasinya di ranah online Indonesia lewat GIBO yang menyasar UKM. Tujuan utama gerakan Bisnis Lokal Go Online ini adalah untuk membuat website dan mendorong UKM aktif secara online dalam waktu satu tahun ke depan.
Untuk mewujudkan program ini, Google bekerja sama dengan Kementerian Koordinasi Perekonomian, Kadin, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Bakrie Connectivity, Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika, dan Ilmu Komputer (APTIKOM), Melsa serta Multiply.
Untuk membuat sebuah situs, UKM cukup mengunjungi situs resmi Bisnis Lokal Go Online, yaitu www.bisnisgoonline.co.id dan memasukkan informasi usaha mereka seperti nomor izin usaha, nomor telepon kantor, dan informasi lainnya seperti alamat dan jam kerja.
Dalam menjalankan program ini, Google menggunakan Business SiteBuilder, sebuah peranti lunak untuk desain website bisnis gratis milik Google. Peranti ini memungkinkan website secara otomatis dapat diakses melaui telepon seluler cerdas dan feature phone.
( ash / rns )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Modal Pas-pasan, Tantangan Start Up Lokal
-
Kamis, 24/05/2012 15:11 WIB
Bos Sales BlackBerry Mengundurkan Diri
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 20:11 WIB
Operator-Vendor Kolaborasi Kembangkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 18:09 WIB
Telkom Kucurkan USD 10 Juta Kembangkan Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 17:08 WIB
Penyelenggara Cloud Wajib Bangun Data Center di Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 12:52 WIB
UKM Belum Melek Cloud Computing
-
Rabu, 23/05/2012 10:10 WIB
Motorola Resmi Jadi Milik Google
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

