Berita Utama
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
-
Rabu, 23/05/2012 15:28 WIB
Perang Ponsel Premium di Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 13:19 WIB
Galaxy S III Dibanderol Rp 6,9 Juta di Indonesia?
-
Rabu, 23/05/2012 13:07 WIB
7 Pilihan Game untuk Ponsel Low End
-
Rabu, 23/05/2012 11:32 WIB
Galaxy S III: Performa Gahar, Fitur Melimpah
-
Rabu, 23/05/2012 08:10 WIB
Ini 11 Investor 'Kelas Berat' Pemegang Saham Facebook
-
Rabu, 23/05/2012 07:51 WIB
OS BlackBerry 10 Datang, Qwerty Fisik Menghilang?
-
Rabu, 23/05/2012 07:35 WIB
Apple Minta Restu Bangun 'Pesawat Luar Angkasa'
-
Selasa, 22/05/2012 15:24 WIB
13 Ponsel yang Menjadi Tonggak Sejarah
Profil
Onno Purbo dan Posisi Menkominfo
Selasa, 10/01/2012 16:40 WIB

Onno W. Purbo (fyk/inet)
Jakarta - Onno W. Purbo jelas bukan sosok yang asing di dunia teknologi informasi Indonesia. Pria yang akrab disapa Kang Onno ini telah lama berkecimpung dalam pengembangan TI Tanah Air.
Saking populernya, bahkan tak sedikit yang menyuarakan Onno layak memegang jabatan Menkominfo. Namun apakah Onno mau? Jawabannya tidak!
"Malas, jadi menteri urusannya harus ngikutin partai, harus setoran dan sebagainya. Mendingan jadi rakyat, urusannya jelas," tukasnya sambil tergelak kala ditemui di rumahnya di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Mantan Dosen Institut Teknologi Bandung ini memang memiliki rekam jejak yang cukup cemerlang dalam perkembangan TI di Indonesia. Ia menyumbangkan pemikiran dalam berbagai program seperti RT/RW Net, wajanbolic sampai yang terakhir Open BTS.
Ia terlibat pula dalam pembebasan frekuensi 2,4 GHz sehingga diizinkan Kominfo pada tahun 2005 untuk bebas digunakan oleh publik. Kata Onno, butuh waktu 12 tahun untuk memperjuangkannya. Perjuangan ini mendapat pengakuan di World Summit on Information Society (WSIS).
Apa kira-kira misi hidup Onno? Ia mengungkapkan bahwa hidup harus bermanfaat bagi orang lain. Tidak perlu jabatan atau harta yang melimpah, yang penting berguna bagi sesama.
"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, soal kekayaan atau jadi menteri tidak ada urusan. Pokoknya selama bermanfaat, dia semakin tinggi. Kalau ilmunya tinggi tapi tidak bermanfaat, maka nilainya turun," tutur Onno.
'Nilai seseorang tidak di tentukan oleh harta, kekayaan, pangkat, jabatan, gelar, tapi oleh berapa besar, banyak umat yang mendapat manfaat'. Itulah prinsip hidup Onno.
Intinya, bapak yang tengah gemar gowes ini ingin bermanfaat dengan memintarkan orang. Tak pelak, misi hidup yang dipegangnya itu pun sering membuat Onno untuk berkeliling ke berbagai daerah dan negara untuk berbagi ilmu IT.
"Masyarakat kita sebenarnya sudah pintar-pintar, tapi harus dibikin lebih pintar lagi," ucap lelaki lulusan strata 3 dari Waterloo University di Kanada ini.
Onno pun melihat pemerintah dalam hal ini Kominfo yang membidangi ICT belum berbuat maksimal. Pekerjaan mereka dianggap baru sebatas proyek pengadaan barang, namun bukan dalam pemberdayaan masyarakat. Misalnya dalam proyek internet masuk desa, fasilitas barangnya memang ada tapi masyarakat kurang diberdayakan untuk memakainya.
"Kesalahan fatal Kominfo, urusannya pengadaan dan regulasi, tapi pemberdayaan masyarakat kurang sekali. Pola pikirnya jangan melihat bangsa ini sebagai konsumen atau user. Tolong dilihat sebagai manusia. Manusia perlu dipinterin, itu yang akan mengubah bangsa ini," tegasnya.
Sampai saat ini, Onno aktif berkeliling untuk menyebar ilmu. Secara rutin, ia diundang pula untuk mengajar ke berbagai negara seperti Thailand, Kamboja, Vietnam sampai Myanmar. Ia juga giat aktif menulis buku. Buku terakhirnya yang sedang digarap adalah tentang teknologi Open BTS.
"Sekitar seratus halaman saja, kalau tebal-tebal nanti harganya kemahalan. Jadi harus disiasatin," pungkasnya.
( fyk / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Saking populernya, bahkan tak sedikit yang menyuarakan Onno layak memegang jabatan Menkominfo. Namun apakah Onno mau? Jawabannya tidak!
"Malas, jadi menteri urusannya harus ngikutin partai, harus setoran dan sebagainya. Mendingan jadi rakyat, urusannya jelas," tukasnya sambil tergelak kala ditemui di rumahnya di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Mantan Dosen Institut Teknologi Bandung ini memang memiliki rekam jejak yang cukup cemerlang dalam perkembangan TI di Indonesia. Ia menyumbangkan pemikiran dalam berbagai program seperti RT/RW Net, wajanbolic sampai yang terakhir Open BTS.
Ia terlibat pula dalam pembebasan frekuensi 2,4 GHz sehingga diizinkan Kominfo pada tahun 2005 untuk bebas digunakan oleh publik. Kata Onno, butuh waktu 12 tahun untuk memperjuangkannya. Perjuangan ini mendapat pengakuan di World Summit on Information Society (WSIS).
Apa kira-kira misi hidup Onno? Ia mengungkapkan bahwa hidup harus bermanfaat bagi orang lain. Tidak perlu jabatan atau harta yang melimpah, yang penting berguna bagi sesama.
"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, soal kekayaan atau jadi menteri tidak ada urusan. Pokoknya selama bermanfaat, dia semakin tinggi. Kalau ilmunya tinggi tapi tidak bermanfaat, maka nilainya turun," tutur Onno.
'Nilai seseorang tidak di tentukan oleh harta, kekayaan, pangkat, jabatan, gelar, tapi oleh berapa besar, banyak umat yang mendapat manfaat'. Itulah prinsip hidup Onno.
Intinya, bapak yang tengah gemar gowes ini ingin bermanfaat dengan memintarkan orang. Tak pelak, misi hidup yang dipegangnya itu pun sering membuat Onno untuk berkeliling ke berbagai daerah dan negara untuk berbagi ilmu IT.
"Masyarakat kita sebenarnya sudah pintar-pintar, tapi harus dibikin lebih pintar lagi," ucap lelaki lulusan strata 3 dari Waterloo University di Kanada ini.
Onno pun melihat pemerintah dalam hal ini Kominfo yang membidangi ICT belum berbuat maksimal. Pekerjaan mereka dianggap baru sebatas proyek pengadaan barang, namun bukan dalam pemberdayaan masyarakat. Misalnya dalam proyek internet masuk desa, fasilitas barangnya memang ada tapi masyarakat kurang diberdayakan untuk memakainya.
"Kesalahan fatal Kominfo, urusannya pengadaan dan regulasi, tapi pemberdayaan masyarakat kurang sekali. Pola pikirnya jangan melihat bangsa ini sebagai konsumen atau user. Tolong dilihat sebagai manusia. Manusia perlu dipinterin, itu yang akan mengubah bangsa ini," tegasnya.
Sampai saat ini, Onno aktif berkeliling untuk menyebar ilmu. Secara rutin, ia diundang pula untuk mengajar ke berbagai negara seperti Thailand, Kamboja, Vietnam sampai Myanmar. Ia juga giat aktif menulis buku. Buku terakhirnya yang sedang digarap adalah tentang teknologi Open BTS.
"Sekitar seratus halaman saja, kalau tebal-tebal nanti harganya kemahalan. Jadi harus disiasatin," pungkasnya.
( fyk / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 01/05/2012 17:07 WIB
Aa Gym Usung Dakwah Modern via iPad & iPhone
-
Minggu, 22/04/2012 15:55 WIB
Beyonce Setia dengan BlackBerry Porschenya
-
Jumat, 13/04/2012 10:05 WIB
Sehari, Dahlan Iskan Gaet 26 Ribu Pengikut di Twitter
-
Kamis, 12/04/2012 18:23 WIB
Dikomporin, Dahlan Iskan Akhirnya Bikin Twitter
-
Senin, 02/04/2012 10:32 WIB
Ashton Kutcher Perankan Steve Jobs?
-
Kamis, 29/03/2012 08:59 WIB
Pilpres 2012, Obama Eksis di Pinterest
-
Selasa, 06/03/2012 15:26 WIB
Lady Gaga Si 'Ratu Twitter'
-
Jumat, 24/02/2012 17:06 WIB
Bill Gates Ingin Perangi Kelaparan dengan Teknologi
- Rabu, 23/05/2012 11:32 WIB
Hands On
Galaxy S III: Performa Gahar, Fitur Melimpah
- Rabu, 23/05/2012 07:35 WIB
Apple Minta Restu Bangun 'Pesawat Luar Angkasa'
- Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
- Rabu, 23/05/2012 13:19 WIB
Galaxy S III Dibanderol Rp 6,9 Juta di Indonesia?
- Rabu, 23/05/2012 07:51 WIB
OS BlackBerry 10 Datang, Qwerty Fisik Menghilang?
- Rabu, 23/05/2012 15:28 WIB
Perang Ponsel Premium di Indonesia
- Rabu, 23/05/2012 13:53 WIB
'Fotografer Dadakan' di Balik Pernikahan Mark Zuckerberg
- Rabu, 23/05/2012 13:34 WIB
Wow! Komputer Android Dijual Rp 458 Ribu
- Rabu, 23/05/2012 17:27 WIB
Pendiri Google Pamerkan Kacamata Pintar
-
110 Komentar
-
87 Komentar
-
82 Komentar
-
79 Komentar
-
75 Komentar
-
63 Komentar
-
60 Komentar
-
52 Komentar
-
50 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.jpg)

