http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Kolom Telematika

Resolusi Domain .id dan Nasionalisme Qwerty

Penulis: Gus Adhim - detikinet
Selasa, 03/01/2012 09:46 WIB
Halaman 1 dari 5
http://us.images.detik.com/content/2012/01/03/398/domain-id150.jpg Ilustrasi (pandi)
Jakarta - Situs Alexa secara berkala mendaftar top site dari seluruh dunia. Pembaruan dilakukan setiap hari, mungkin sebagai garansi keabsahan hasil pendataan.

Terkini posisi sepuluh besar dipuncaki Google, Facebook, YouTube, Yahoo!, Baidu, Wikipedia, Blogspot, Windows Live, Twitter dan Amazon. Sembilan di antara mereka berdomain [dot] com. Wikipedia satu-satunya yang berdomain [dot] org. Dari sepuluh pemuncak itu, hanya Baidu milik China, situs yang bercitarasa lokal Asia. Sembilan sisanya berbasis di Amerika.

Tiga halaman berikutnya, urutan masih didominasi web luar negeri. Di halaman 3 inilah, pada nomor urut ke 72, nama Indonesia baru muncul dengan identitas domain [dot] id. Sayangnya, pemilik domain ini bukan netizen nusantara, tapi lagi-lagi, google.co.id, pebisnis industri maya mancanegara. Bergeser ke domainworldwide.com, malah saya dapati nama Indonesia merambat di angka 184 dengan status rangking 'still polling'.

Jujur, saya cemburu dengan capaian Baidu yang bisa meraih 5 besar Alexa. Gemas campur iri melihat Google mendominasi -- sampai peringkat co.id di urutan 72 pun yang mestinya domain kita, diregistrasi atas nama mereka. Kian terusik rasa ke-Indonesiaan saya ketika domain worldwide menempatkan .id Indonesia di bawah Ethiopia dan Ghana.

Terlecut itu semua, rasanya masih relevan jika semangat nasionalisme kembali dikumandangkan. Di antara ikhtiar kecilnya, mari meniatkan resolusi 2012 ini sebagai pemasyarakatan domain [dot] id.

Mengelola potensi netizen pertiwi agar belajar bernalar mengindonesiakan Indonesia secara benar. Melalui [dot] id, nasionalisme digerakkan oleh ketukan jari di tetikus mini, papan ketik dan layar belasan inci. Ini aksi nasionalisme qwerty, sedikit ikhtiar pintar mengenalkan peradaban cyber Indonesia kepada dunia.

'Belajarlah hingga ke Negeri China,' begitu kata pesan bijaksana. Baidu berhasil menggeser dominasi Google sebagai piranti mesin pencari dengan memanfaatkan human wave yang tersedia. Potensi itu diperkuat kebijakan proteksi pemerintah untuk memperkuat industri domestik, stabilitas ekonomi sekaligus mempersempit dominasi kompetitor luar negeri. Next

Halaman 1 2 3 4 5
(ash/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Tifatul Sembiring Sukses Kawal Kominfo?

Tifatul Sembiring resmi mundur dari kursi menteri komunikasi dan Informatika (menkominfo). Nah, setelah lima tahun menjabat, apakah Tifatul terbilang sukses mengemban amanah, mengawal dan memajukan TIK Indonesia?
Pro
45%
Kontra
55%


Must Read close